Jumat, 31 Agustus 2018 - 23:39 WIB

Masa Depan Terumbu Karang yang Cerah! Restorasi Terumbu Karang Skala Besar Dapat Terwujud

BALI, Indonesia, 31 Agustus 2018 /PRNewswire/ — Kebutuhan untuk mengubah perspektif visual dan profesional kita adalah tema umum di balik beberapa solusi teknis berbiaya rendah serta menjanjikan yang ditinjau pada Lokakarya Pemugaran Terumbu Karang baru-baru ini. Lokakarya yang disponsori International Union for Conservation of Nature (IUCN), Mars, Inc. dan Paul G. Allen Philanthropies tersebut, merupakan koalisi multidisiplin yang unik dari para ilmuwan, LSM, praktisi restorasi terumbu karang, Pemerintah dan pelaku bisnis, di Bali, Indonesia. Tujuannya, mengidentifikasi standar yang berbasis bukti dan menjanjikan untuk meningkatkan upaya restorasi terumbu karang di dunia.

Bali Coral Reef Restoration – Mars, Inc. Project

"Industri investasi dan asuransi membutuhkan standar yang berbasis bukti ini demi memudahkan upaya restorasi terumbu karang," kata Carl Gustaf Lundin, IUCN. "Berbagai solusi sederhana tersebut ingin membangun kembali ekosistem terumbu karang secara keseluruhan. Sistem restorasi terumbu karang yang dikembangkan oleh Mars, Inc. – membuat perangkat "coral spider" – menawarkan cara unik dalam menyediakan stabilitas struktural sehingga seluruh ekosistem terumbu karang (karang, invertebrata dan ikan) dapat hidup. Kehidupan yang dapat Anda dengar… inilah yang menjadikannya sangat menarik. Semakin banyak badan penelitian ilmiah yang menggunakan suara untuk memeriksa kesehatan terumbu karang supaya hasilnya mudah diukur."

"Restorasi terumbu karang adalah kolaborasi baru yang menarik antara manusia dan ribuan spesies laut. Guna memaksimalkan kesuksesan, kami membayangkan menjadi karang, ikan kakaktua, dan udang, agar dapat memahami terumbu karang dari sudut pandang dan kebutuhan mereka. Untuk membangun kembali terumbu karang, kita perlu bergerak melampaui pertumbuhan dan penanaman karang bagi kebutuhan kita – melihat ke bawah – dan mulai berpikir dari sudut pandang ikan," jelas Profesor Steve Simpson, University of Exeter, peserta lokakarya.

"Paul Allen meyakini, penyelamatan terumbu karang dari bahaya perubahan iklim adalah tantangan penting yang dihadapi dunia saat ini, dan peningkatan restorasi terumbu karang akan menjadi perangkat yang amat diperlukan," kata James Deutsch, Vulcan Inc. "Lokakarya ini mengembangkan aspek ilmu pengetahuan dan ekonomi dalam restorasi terumbu karang, menunjukkan bahwa peningkatan mungkin dilakukan jika kita menggabungkan beragam disiplin."

Lokakarya dibuka oleh Dr. Ir. Safri Burhanuddin dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Republik Indonesia, yang memimpin sekelompok kecil ilmuwan dan pejabat pemerintah Indonesia. Kata Frank Mars, Mars, Inc., "Tantangan besar Indonesia dalam menjaga kesehatan terumbu karang sebagai daya tarik utama dalam meningkatkan industri pariwisata, begitu inspiratif. Saya merasa yakin, jika kita menggabungkan orang-orang yang tepat dari seluruh dunia dan bekerja secara kolaboratif , kita dapat bangkit dalam menghadapi berbagai tantangan spesifik yang dihadapi Indonesia, dan mungkin terumbu karang di seluruh dunia."

Setelah lokakarya, sebagian peserta melanjutkan perjalanan ke Makassar, Sulawesi untuk menyelam dan memberikan tinjauan sejawat (peer review) tentang sistem restorasi terumbu karang di Mars. Mars melanjutkan, "Dengan dukungan pemerintah Indonesia, Mars telah giat bekerja sejak 2011 untuk mengembangkan sistem yang terukur, dapat digunakan siapa pun yang terlatih dengan baik demi memulihkan daerah-daerah reruntuhan di sebagian besar terumbu karang di seluruh dunia." Umpan-balik berupa tinjauan sejawat setelah menyelam di area terumbu karang yang dipulihkan seluas tiga hektar di Makassar, dirangkum dengan baik oleh Profesor David Smith, University of Essex, yang banyak meneliti tentang Indonesia. "Wow! Selama 30 tahun menyelam, saya tidak mengingat, kapan saya pernah melihat karang seluas itu. Baseline ekologis benar-benar perlu disesuaikan lagi. Banyak dari kita mungkin harus mengubah pandangan kita mengenai terumbu karang berkualitas tinggi. Saya mendapatkan inspirasi dan harapan baru bagi terumbu karang di seluruh dunia."

Hasil lokakarya ini nantinya akan dikumpulkan dan dipublikasikan, serta diikutkan dalam percakapan pada ajang Our Oceans Conference yang akan diadakan di Bali, akhir Oktober 2018.

Tentang Mars, Incorporated

Mars ialah perusahaan yang dimiliki keluarga pendiri, dengan sejarah lebih dari satu abad dalam membuat beragam produk serta menawarkan berbagai layanan untuk masyarakat serta binatang peliharaan tercinta. Dengan omzet lebih dari $35 miliar, perusahaan memiliki kegiatan bisnis mendunia yang menghasilkan sejumlah merek yang paling digemari dunia: M&M's®, SNICKERS®, TWIX®, MILKY WAY®, DOVE®, PEDIGREE®, ROYAL CANIN®, WHISKAS®, EXTRA®, ORBIT®, 5™, SKITTLES®, UNCLE BEN'S®, MARS DRINKS dan COCOAVIA®. Mars juga menyediakan layanan kedokteran hewan termasuk BANFIELD®Pet Hospitals, Blue Pearl®, VCA® dan Pet Partners™. Berkantor pusat di McLean, VA, Mars beroperasi di 80 lebih negara. Lima Prinsip Mars – Kualitas, Tanggung Jawab, Kebersamaan, Efisiensi dan Kebebasan – menginspirasi lebih dari 85.000 Rekan Kerja dalam menciptakan nilai untuk seluruh mitra serta mewujudkan pertumbuhan yang dapat dibanggakan setiap hari.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Mars, mohon mengunjungi www.mars.com. Bergabunglah dengan kami di Facebook, Twitter, LinkedIn, Instagram dan YouTube.

Tentang IUCN

IUCN adalah Serikat keanggotaan yang terdiri dari organisasi pemerintah dan organisasi masyarakat sipil. IUCN memanfaatkan pengalaman, sumber daya dan jaringan milik lebih dari 1.300 organisasi Anggota serta masukan dari 13.000 lebih pakar. Tahun ini, IUCN merayakan hari jadinya yang ke-70. Sejak didirikan pada 1948 di kota Fontainebleau, Prancis, IUCN telah menjadi lembaga yang berpengaruh di bidang lingkungan hidup serta tindakan yang diperlukan untuk menjaganya. www.iucn.org

Tentang Paul G. Allen Philanthropies

Paul G. Allen Philanthropies adalah bagian penting dari komitmen salah satu pendiri Microsoft dan filantropis Paul G. Allen dalam menjaga planet kita melalui catalytic philanthrophy, pengalaman yang inspiratif, serta terobosan ilmiah dan teknologi. Didorong oleh visi Paul untuk menciptakan dunia yang lebih baik, kami mengambil pendekatan yang tidak konvensional untuk mengatasi masalah yang sulit dengan mengintegrasikan teknologi, data, kebijakan, dan penceritaan yang kuat demi mendorong perubahan positif di komunitas kami dan di seluruh dunia. http://www.pgaphilanthropies.org

Foto – https://mma.prnewswire.com/media/737390/Mars_Inc_Bali_Coral_Reef.jpg

Related Links :

http://www.mars.com

Artikel ini telah dibaca 77 kali

loading...
Baca Lainnya

Program Belt and Road dari Tiongkok hadirkan berbagai peluang baru dalam sinergi kesehatan transnasional

BEIJING, 1 Oktober, 2018 /PRNewswire/ — Program Belt and Road dari Tiongkok merayakan hari jadi...

1 Oktober 2018, 20:33 WIB

Pioneer Bantu Pengendara Mobil untuk Meningkatkan Mutu Audio dengan Jajaran Produk Tahun 2019 yakni Speakers, Subwoofers A-Series dan DEQ-S1000A Universal Sound Processor

SINGAPURA, KUALA LUMPUR, Malaysia dan BANGKOK, 1 Oktober 2018 /PRNewswire/ — Pioneer Electronics AsiaCentre, pemimpin...

1 Oktober 2018, 16:00 WIB

Bekraf Umumkan Wakil Indonesia Pavilion untuk Venice Art Biennale 2019

Menempati area booth 4x lebih besar, lebih dari 400 karya seni akan ditampilkan dalam satu...

1 Oktober 2018, 12:02 WIB

‘Beijing Opera’ tunjukkan kolaborasi yang luar biasa antara Kebudayaan Indonesia dan Tiongkok

JAKARTA, Indonesia, 30 September 2018 /PRNewswire/ — Sebagai bentuk apresiasi kebudayaan terbaik di dunia, Meikarta...

30 September 2018, 10:32 WIB

Locus Chain Foundation Bermitra dengan Republik Kongo untuk Mengembangkan Sistem Nasional yang Mutakhir

– Lembaga satuan tugas strategis akan memfasilitasi pembangunan sistem e-government Nasional berdasarkan platform blockchain Locus...

29 September 2018, 13:27 WIB

Memulai rencana penanaman pohon baru untuk restorasi hutan pencegah bencana

AEON Group Menanam Pohon Mangrove untuk Jakarta yang Lebih Baik Acara Peringatan 60 Tahun Hubungan...

28 September 2018, 15:53 WIB

loading...