Senin, 3 September 2018 - 14:38 WIB

Densus 88 tembak mati Teroris Penembak Polisi

Jakarta – Detasemen Khusus 88 Anti-Teror Polri membekuk empat orang penembak dua polisi anggota Patroli Jalan Raya (PJR) di Kilometer 224 Ruas Tol Pejagan-Cirebon, Jawa Barat.

Informasi tersebut dibenarkan oleh seorang sumber di internal kepolisian. Menurutnya, dua terduga pelaku ditembak mati dalam operasi yang dilakukan oleh Densus 88 pada Senin (3/9) sekira pukul 09.30 WIB tersebut.

“Benar ada empat yang berhasil dilumpuhkan. Dua terpaksa ditembak mati karena melawan dan dua lagi ditangkap dalam keadaan hidup,” katanya pada Senin (3/9).

Dua yang ditembak mati itu adalah Rajendra Sulistiyanto yang diyakini anggota kelompok teroris Jamaah Anshor Daulah (JAD) Cirebon dan Ica Ardebaron.

Rajendra adalah menantu Ahmad Surya yang ditangkap Densus 88 di kawasan Perumahan Nasional, Jalan Tampomas D18, Cirebon pada 10 Juli 2018 silam.

Belum diketahui identitas dua pelaku lain yang ditangkap dalam kondisi hidup.

Dua anggota polisi PJR, Aiptu Dodon Kusgiantoro dan Aiptu Widi Harjanamenjadi korban penembakan di Tol Kanci-Pejagan KM 224 pada 24 Agustus silam. Aiptu Dodon sendiri telah meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis pada 28 Agustus silam.

Artikel ini telah dibaca 145 kali

loading...
Baca Lainnya

Menarik, Alumni AKABRI 89 Bagikan 2.500 Paket Sembako dan 35.000 Masker di Kaltim

KALTIMĀ  – Personel TNI-Polri alumni AKABRI tahun 1989, yang menamakan diri Altar 89, kembali menggelar...

18 September 2020, 10:40 WIB

Tindak Tegas Pelanggar Protokol Kesehatan saat Pilkada

Oleh : Danila Triwahyuni Pemilihan kepala daerah langsung akan diadakan akhir tahun ini. Kali ini,...

17 September 2020, 17:11 WIB

Kabareskrim Polri Diminta Usut Tuntas Terbakarnya Gedung Kejagung, Ini Kata Ketum BPI KPNAN-RI

Jakarta – BPI KPNAN RI apresiasi Kabareskrim Polri untuk usut tuntas bila ada ditemuan unsur...

17 September 2020, 17:09 WIB

Kalangan Masyarakat Menolak Keberadaan KAMI

Oleh: Lisa Pamungkas Keberadaan KAMI menjadi kontroversi karena gagal mendapat dukungan rakyat. Bahkan mulai dari...

17 September 2020, 15:07 WIB

Kalangan Masyarakat Menolak Keberadaan KAMI

Oleh: Lisa Pamungkas Keberadaan KAMI menjadi kontroversi karena gagal mendapat dukungan rakyat. Bahkan mulai dari...

17 September 2020, 15:02 WIB

KAMI Memecah Belah Perdamaian

Oleh : Lola Ariesty Keberadaan KAMI ditolak oleh banyak orang di berbagai daerah di Indonesia....

16 September 2020, 21:29 WIB

loading...