Blitar – Proyek yang dikerjakan oleh PT Sarana Multi Usaha yang ber – KSO dengan PT Sarana Dwimakmur dengan nilai kontrak kurang lebih 5,815 M mendapatan sorotan miring dari informasi masyarakat terkait pelaksanaan pembangunan proyek pasar yang berada di Kecamatan Kanigoro, terjawab sudah saat informasi itu di klarifikasi oleh Heri selaku konsultan pengwas saat dilokasi pekerjaan, Selasa (18/9/18).

” kami selaku konsultan sudah melakukan pengawasan sesuai tupoksi dan standart pengawasan “, kata Heri.

Perihal pembesian yang mana telah menjadi sorotan publik , untuk ” ukuran ” tidak sesuai gambar perencanaan, Heri menerangkan.

” untuk pembesian memang di dalam RKS adalah D 14 mm namun pelaksanaan kontraktor menyatakan bahwa besi tersebut sudah tidak ada di pasaran (red, pabrik tidak produksi). namun kami sudah melakukaan koordinasi dengan pihak – pihak terkait mengenai perubahan Diameter Besi , untuk mengganti dengan ukuran Diameter yang mendekati dan perubahan tersebut dilakukan tanpa meninggalkan kaidah teknis ( struktur) , hal tersebut di atas juga melalui pembahasan dengan konsultan perencana, PUPR ( dinas teknis) serta kontraktor secara komprehensip ” jelasnya.

terkait nantinya adanya pengurangan pada volume pembesian , lebih lanjut Heri menambahkan keteranganya.

” betul nantinya volume dari perubahan setelah kita konversi berapa sisa kurang /lebih volumenya harus dihitung untuk dipertanggung jawabkan, solusinya yaitu akan di dilakukan Mutual Chek (MC) dialihkan dengan sistem tambah kurang pekerjaan (red, CCO) ” tandasnya.

Foto : batu gebal yang di gunakan bercampur batu gombong

Perlu diketahui, untuk pelaksanaan proyek Pembangunan Pasar Kanigoro saat ini masih tahap pekerjaan pondasi dan perlu diketahui bahwa batu gebal yang di gunakan untuk pondasi, adanya campuran batu gombong, mutu pasir juga kurang bagus ( red, seperti pasir uruk) dari awal pihak konsultan pengawas sudah memperingatkan melalui buku direksi agar melaksanakan pekerjaan sesuai RKS dan pelaksana pekerjaan bersedia memilah batu gombong untuk tidak dipasang”, janjinya