Rabu, 26 September 2018 - 09:03 WIB

JIS Resmikan Early Years Center: Wujud Komitmen pada Pendidikan Anak Usia Dini

Jakarta Intercultural School (JIS) sebagai Satuan Pendidikan Kerjasama (SPK) yang terakreditasi, memiliki dedikasi tinggi untuk menyediakan pendidikan berkualitas bagi siswa-siswa dari segala usia. JIS mengakui pentingnya pengalaman belajar yang komprehensif bagi anak-anak di masa awal pertumbuhan mereka.

JAKARTA, Indonesia, 26 September 2018 /PRNewswire/ — Anak usia dini 3-6 tahun merupakan tahapan perkembangan yang krusial. Di masa ini mereka menyerap apa yang terjadi di sekelilingnya. Mereka mendengar, melihat, mencium dan merasakan. Pada tahapan inilah mulai muncul kecintaan mereka akan proses belajar.

JIS Head of School, Dr. Tarek Razik; Kepala Sekolah KB TK JIS, Ibu Maya Rangkuti Nelson; Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat, Ir. Harris Iskandar Ph.D - bermain bersama anak KB TK JIS dalam acara peresmian JIS Early Years Center.
JIS Head of School, Dr. Tarek Razik; Kepala Sekolah KB TK JIS, Ibu Maya Rangkuti Nelson; Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat, Ir. Harris Iskandar Ph.D – bermain bersama anak KB TK JIS dalam acara peresmian JIS Early Years Center.

Mengawali tahun ajaran akademik 2018/2019, JIS menunjukkan dedikasinya untuk terus mendidik siswa-siswa usia dini dengan membuka gedung KB TK JIS yang baru atau yang dinamakan Early Years Center (EYC) dan sekaligus menyambut Kepala Sekolah KB TK JIS yang baru, Ibu Maya Rangkuti Nelson. Sebagai mantan siswa dan guru di JIS, Ibu Maya R. Nelson kembali ke JIS setelah lebih dari 30 tahun bekerja di institusi pendidikan di berbagai penjuru dunia bersamaan dengan peresmian EYC.

Maya R. Nelson menjelaskan, "Masa awal tumbuh dan kembang anak adalah waktu yang harus dioptimalkan. Kami percaya bahwa membangun kemampuan kognitif, bahasa, motorik, dan sosial-emosional anak adalah yang paling penting untuk membangun fondasi bagi semua pembelajaran." Ia juga menambahkan, "Bermain adalah aspek utama dari kelas PAUD. Bermain yang efektif dan positif akan mendukung perkembangan otak sehingga setiap anak dapat sepenuhnya mengembangkan kapasitasnya sendiri."

EYC yang berada di kampus JIS Pondok Indah, Jakarta Selatan, mendukung program pendidikan PAUD JIS yang memudahkan siswa-siswa untuk bereksplorasi, memenuhi rasa keingintahuan mereka dan melakukan penyelidikan hal-hal yang baru. EYC membuka peluang bagi siswa-siswa untuk bermain secara kreatif di dalam maupun di luar ruang.

Bangunan dua lantai yang dirancang secara ekologis ini memiliki 12 ruang kelas dan fasilitas yang dirancang khusus untuk membina siswa-siswa PAUD. Di dalamnya terdapat ruang seni, area membaca di luar ruang, ruang proyek dan sebuah studio tari/gerakan. Siswa-siswa juga dapat bebas bereksplorasi di dua ruangan Maker Space yang menggabungkan teknologi dan keterampilan.

Maya R. Nelson menambahkan, "Yang terpenting adalah fasilitas tersebut mampu membangkitkan rasa keingintahuan mereka. Kami ingin gedung ini dapat menjadi area di mana anak-anak bisa mandiri, beraktivitas di dalam maupun di luar kelas. Mereka dapat menemukan keindahan atau menumbuhkan keingintahuan di setiap sudut ruangan."

Selain Ibu Maya R. Nelson dan Dr. Tarek Razik – JIS Head of School, acara peresmian EYC yang dilaksanakan pada hari ini 25 September 2018 juga dihadiri oleh PLT Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta (Diknas) DKI Jakarta, Bowo Irianto, serta Ir. Harris Iskandar Ph.D, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

"Ini adalah kesempatan penting untuk JIS, karena EYC tidak hanya mencerminkan kerja keras dan ketekunan dari kami, tetapi juga kemitraan dengan Indonesia sebagai negara tuan rumah kami di bidang pendidikan," kata Dr. Tarek Razik. "JIS ingin sekali memulai kemitraan ini dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Diknas karena JIS berkomitmen untuk terus berbagi best practices yang kami terapkan, membangun sistem pendidikan anak usia dini dan mencetak pemimpin masa depan Indonesia," ujarnya.

Ir. Harris Iskandar Ph.D, mengatakan bahwa, "Diharapkan gedung KB TK JIS yang baru ini bermanfaat bagi para siswa-siswa JIS dan komunitas pendidikan di luar JIS. Terutama dalam meningkatkan kompetensi generasi muda Indonesia di mana selalu dimulai dari pendidikan usia dini yaitu di KB TK. Pembangunan fondasi yang kuat di KB dan TK menjadi bekal yang kuat menuju pendidikan di tingkat selanjutnya."

Bowo Irianto juga menambahkan bahwa, "Keberadaan EYC ini menjadi sangat strategis. Indonesia sedang menatap Indonesia Emas tahun 2045 – bertepatan dengan perayaan 100 tahun Indonesia Merdeka- dengan penuh semangat dan antusias. Oleh karenanya, semoga para "bintang kecil" yang berada di langit EYC ini, pada waktunya kelak akan bersinar terang dan menjadi bagian keindahan dan gemerlap langit kejayaan bangsa dan negara tercinta ini, Indonesia."

Tentang Jakarta Intercultural School

Jakarta Intercultural School (JIS) didirikan oleh dua staf dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 1 September 1951. JIS merupakan sekolah pertama yang diperuntukkan untuk anak-anak ekspatriat.

Pada awalnya, sekolah ini dinamai the Joint Embassy School (J.E.S.) untuk menghormati kedutaan besar pendiri yaitu Inggris, Amerika, Australia dan (pada saat itu) Yugoslavia. Hampir tujuh dekade berlalu, saat ini JIS berdiri di atas lahan seluas 18,6 hektar. Di lahan tersebut berdiri tiga kampus yang dilengkapi dengan fasilitas pembelajaran mutakhir dan memiliki lebih dari 200 guru berpengalaman.

Saat ini JIS memiliki sekitar 2.300 siswa yang berasal lebih dari 70 negara dengan dukungan kurikulum internasional dan kurikulum nasional yang menekankan pada akademik, bahasa, olahraga dan seni, termasuk di dalamnya menjunjung inklusifitas dan keberagaman.

Ke depan, JIS akan terus berkomitmen untuk melayani dan mengarahkan komunitas multibudaya yang terus ingin belajar dan berkembang menjadi yang Terbaik untuk Dunia.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi https://www.jisedu.or.id/

Facebook: Jakarta Intercultural School
Instagram: @jakartainterculturalschool
Twitter: @JISofficial

Logo – https://photos.prnasia.com/prnh/20180522/2139852-1LOGO
Photo – https://photos.prnasia.com/prnh/20180926/2247530-1

Artikel ini telah dibaca 259 kali

loading...
Baca Lainnya

Program Belt and Road dari Tiongkok hadirkan berbagai peluang baru dalam sinergi kesehatan transnasional

BEIJING, 1 Oktober, 2018 /PRNewswire/ — Program Belt and Road dari Tiongkok merayakan hari jadi...

1 Oktober 2018, 20:33 WIB

Pioneer Bantu Pengendara Mobil untuk Meningkatkan Mutu Audio dengan Jajaran Produk Tahun 2019 yakni Speakers, Subwoofers A-Series dan DEQ-S1000A Universal Sound Processor

SINGAPURA, KUALA LUMPUR, Malaysia dan BANGKOK, 1 Oktober 2018 /PRNewswire/ — Pioneer Electronics AsiaCentre, pemimpin...

1 Oktober 2018, 16:00 WIB

Bekraf Umumkan Wakil Indonesia Pavilion untuk Venice Art Biennale 2019

Menempati area booth 4x lebih besar, lebih dari 400 karya seni akan ditampilkan dalam satu...

1 Oktober 2018, 12:02 WIB

‘Beijing Opera’ tunjukkan kolaborasi yang luar biasa antara Kebudayaan Indonesia dan Tiongkok

JAKARTA, Indonesia, 30 September 2018 /PRNewswire/ — Sebagai bentuk apresiasi kebudayaan terbaik di dunia, Meikarta...

30 September 2018, 10:32 WIB

Locus Chain Foundation Bermitra dengan Republik Kongo untuk Mengembangkan Sistem Nasional yang Mutakhir

– Lembaga satuan tugas strategis akan memfasilitasi pembangunan sistem e-government Nasional berdasarkan platform blockchain Locus...

29 September 2018, 13:27 WIB

Memulai rencana penanaman pohon baru untuk restorasi hutan pencegah bencana

AEON Group Menanam Pohon Mangrove untuk Jakarta yang Lebih Baik Acara Peringatan 60 Tahun Hubungan...

28 September 2018, 15:53 WIB

loading...