Rabu, 26 September 2018 - 13:00 WIB

Para Ahli di Industri Listrik dan Otomatisasi Mengungkapkan Serangkaian Strategi untuk Mendorong Energi Terbarukan

JAKARTA, Indonesia, Sept. 26, 2018 /PRNewswire/ — Pameran listrik cerdas & otomatisasi Indonesia pertama "Elenex Indonesia 2018 & Building Systems and Automation Indonesia 2018" yang diselenggarakan bersama Construction Indonesia and Concrete Show South East Asia sukses digelar oleh Pamerindo Indonesia dan UBM Pameran Niaga Indonesia. Sebanyak lebih dari 6.000 pengunjung menghadiri JIExpo Kemayoran pada ekshibisi yang digelar pada 19-21 September 2018 ini. Menampilkan 140 peserta pameran di industri listrik dan otomatisasi yang berasal dari 14 negara, semua pelaku industri utama berkumpul untuk tidak hanya mempromosikan produk, tetapi juga bertukar pikiran dan pengalaman melalui beragam sesi seminar.

Elenex Indonesia 2018 & Building Systems and Automation Indonesia 2018

"Para audiens tertarik untuk menggali lebih pemahaman tentang otomatisasi untuk pasokan energi terbarukan. Pameran ini merupakan ajang yang sangat baik bagi kami untuk mendemonstrasikan teknologi terkini yang canggih dalam sistem otomatisasi listrik dan bangunan," jelas Wiwiek Roberto, Project Director, Pamerindo Indonesia.

Pameran listrik cerdas dan otomatisasi mendorong para pelaku industri untuk memperkuat keahliannya melalui enam sesi seminar yang diisi oleh Prakarsa Jaringan Cerdas Indonesia (PJCI), Masyarakat Standarisasi Indonesia (MASTAN), dan Asosiasi Produsen Peralatan Listrik Indonesia (APPI). Sejalan dengan program "100 Smart City" yang diusung Pemerintah Indonesia, mereka berbicara tentang Internet-of-Things (IoT) dan otomatisasi untuk memenuhi permintaan besar akan energi terbarukan.

Pemerintah Indonesia telah menetapkan target untuk memasang 45 GW kapasitas energi terbarukan pada 2030. Kebutuhan ini memerlukan teknologi canggih yang memajukan jaringan listrik generasi berikutnya, agar lebih efisien serta ramah lingkungan. Menurut laporan World Economic Forum, inovasi ini diprediksi mampu meningkatkan perekonomian di industri kelistrikan sebesar USD 2,4 triliun selama dekade berikutnya.

"Ada serangkaian tantangan untuk mencapai target tersebut, di antaranya dekarbonisasi, digitalisasi, desentralisasi, dan yang terpenting adalah disruptive technology. Ini akan menghasilkan lebih banyak keuntungan dan nilai investasi di kondisi lingkunan finansial yang kompetitif," ungkap Eddie Widiono, Pendiri PJCI, pada pembukaan seminar.

Pada sesi seminar yang pertama, Adi Priyanto dari Perusahaan Listrik Negara (PLN), menyoroti tren utama untuk melakukan transformasi tersebut. "Dalam hal efisiensi biaya dan energi, sangatlah penting untuk mencakup semua teknologi utama, seperti penyimpanan yang terdistribusi, meter dan peralatan cerdas, juga kendaraan listrik lainnya. Saat mereka berevolusi, kita perlu memastikan bahwa perangkat listrik cerdas dan otomasi tetap berada di jalur yang tepat."

Jaminan keamanan untuk perangkat otomatis sangat penting untuk membangun kota pintar. "Melalui standarisasi dan ISO, kami fokus pada keselamatan dalam upaya untuk memaksimalkan proses manufaktur dan operasional yang diperlukan untuk kota pintar," kata Hendro Kusumo, Kepala Pusat Perumusan Standar, Badan Standarisasi Nasional (BSN).

Pameran listrik cerdas dan otomatisasi telah memperlihatkan semua teknologi canggih untuk mendorong energi dan otomatisasi terbarukan demi terwujudnya kota pintar. Acara dua tahunan ini mempersembahkan kemajuan teknologi cerdas dan terintegrasi, yang membawa perubahan positif pada potensi pasar baru di seluruh dunia.

Tentang Pamerindo Indonesia:

Pamerindo Indonesia adalah penyelenggara pameran internasional terkemuka di Indonesia, dan telah menyelenggarakan lebih dari 180 pameran perdagangan internasional di Jakarta, Surabaya dan Bali. Pamerindo menyediakan platform berkualitas bagi pembeli dan penjual untuk berinteraksi, bertukar informasi dan berdagang.

Pamerindo Indonesia adalah bagian dari jaringan UBM, penyelenggara pameran komersial terbesar di Asia, Cina, India dan Asia Tenggara, dengan kehadiran yang kuat dari 36 kantor dan lebih dari 1.600 staf di 25 kota besar, dan gabungan portofolio lebih dari 290 acara, 28 publikasi perdagangan dan 18 produk online yang mencakup berbagai sektor pasar. UBM menyediakan layanan global terdiversifikasi satu atap untuk melakukan bisnis bernilai tinggi, berita industri yang berkualitas, dan jaringan perdagangan.

Kontak Media:

Leonarita Hutama

Marketing Communication Manager
+(6221) 2525320
leonarita@pamerindo.com

Photo – https://photos.prnasia.com/prnh/20180925/2247416-1

Artikel ini telah dibaca 170 kali

loading...
Baca Lainnya

Program Belt and Road dari Tiongkok hadirkan berbagai peluang baru dalam sinergi kesehatan transnasional

BEIJING, 1 Oktober, 2018 /PRNewswire/ — Program Belt and Road dari Tiongkok merayakan hari jadi...

1 Oktober 2018, 20:33 WIB

Pioneer Bantu Pengendara Mobil untuk Meningkatkan Mutu Audio dengan Jajaran Produk Tahun 2019 yakni Speakers, Subwoofers A-Series dan DEQ-S1000A Universal Sound Processor

SINGAPURA, KUALA LUMPUR, Malaysia dan BANGKOK, 1 Oktober 2018 /PRNewswire/ — Pioneer Electronics AsiaCentre, pemimpin...

1 Oktober 2018, 16:00 WIB

Bekraf Umumkan Wakil Indonesia Pavilion untuk Venice Art Biennale 2019

Menempati area booth 4x lebih besar, lebih dari 400 karya seni akan ditampilkan dalam satu...

1 Oktober 2018, 12:02 WIB

‘Beijing Opera’ tunjukkan kolaborasi yang luar biasa antara Kebudayaan Indonesia dan Tiongkok

JAKARTA, Indonesia, 30 September 2018 /PRNewswire/ — Sebagai bentuk apresiasi kebudayaan terbaik di dunia, Meikarta...

30 September 2018, 10:32 WIB

Locus Chain Foundation Bermitra dengan Republik Kongo untuk Mengembangkan Sistem Nasional yang Mutakhir

– Lembaga satuan tugas strategis akan memfasilitasi pembangunan sistem e-government Nasional berdasarkan platform blockchain Locus...

29 September 2018, 13:27 WIB

Memulai rencana penanaman pohon baru untuk restorasi hutan pencegah bencana

AEON Group Menanam Pohon Mangrove untuk Jakarta yang Lebih Baik Acara Peringatan 60 Tahun Hubungan...

28 September 2018, 15:53 WIB

loading...