Jawa Timur

Mangkir, Akan Jemput Paksa Kata Kasi Pidum Kejari Blitar

Blitar – Mangkirnya Saksi yang ketiga kalinya atas persidangan lanjutan perkara narkotika yang digelar di Pengadilan Negeri Blitar an. David Hermawan Alias Kasisi Bin Herwinto, Kamis (4/10/18), tertunda lagi. alasanya saksi lagi sedang dinas luar.

Mangkirnya saksi pada persidangan ketiga kalinya, membuat kecewa kuasa hukum terdakwa Suhadi,SH,M.Hum.

Foto : Kuasa Hukum terdakwa Suhadi,SH,M.Hum , saat dikonfermasi usai sidang di Pengadialan Negeri Blitar

Terhambatnya persidangan karena mangkirnya saksi, juga menurut dia adalah pemborosan uang negara. karena persidangan itu mempuyai azas sederhana, cepat dan biaya ringan, sebab persidangn itu di biayai oleh negara, hal ini jelas tidak sesuai.

” pada sidang ke 4 kalinya, saksi sudah tidak hadir lagi. jadi saksi sudah ke 3 kalinya sejak persidangan ke 2 – 4, dimana Jaksa Penuntut Umum (JPU) Roro Hartini,SH tidak dapat menghadirkan saksinya karena sedang tugas luar (red, saksi seorang polisi) “, ungkapnya.

selain itu, menurut Suhadi agar terdakwa cepat mendapat proses hukum yang benar, sesuai perundang – undangan yang berlaku.

Di tempat terpisah, menanggapi hal itu, JPU melalui Supomo,SH selaku Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Blitar di kantornya mengatakan, ketidak hadiran saksi karena alasan yang dapat di pertanggungjawabkan, maka kami akan memanggil lagi. jika sebaliknya maka akan kami jemput paksa.

Foto : Supomo, SH, ” akan jemput paksa jika alasan tidak dapat di pertanggung jawabkan ” tegasnya.

” proses pemanggilan tidak ada batas waktu yang di tentukan, akan tetapi dengan alasan yang dapat di pertanggungjawabkan. kalaupun sebaliknya, maka akan kita kenakan pemanggilan paksa “, tegas Pomo.

Perlu diketahui, terdakwa David Hermawan Alias Kasisi Bin Herwinto Berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan Laboratorium Kriminalistik No. Lab. 6544 /NNF/2018 tanggal 18 Juli 2018 dengan kesimpulannya barang bukti nomor 6132/2018/NNF. seperti tersebut dalam (1) adalah benar kristal Metamfetamina, terdadaftar dalam golongan I (satu) nomor urut 61 lampiran I Undang-Undang Republik Indonesia No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 112 ayat (1) Undang Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. (Bersambung)

loading...

Related Articles