Rabu, 17 Oktober 2018 - 07:33 WIB

Agar Signifikan Perlu Tambah Kader Tuberculosis

Blitar – Pemerintah Kabupaten Blitar pada Dinas Kesehatan telah membentuk Kader Tuberculosis (TB) di 5 kecamatan. Setelah bekerja selama satu semester, Dinkes melakukan evaluasi terhadap kader TB tersebut, Senen (15/10) di gedung Perdana kantor Kabupaten Blitar.

Tujuan evaluasi ini, untuk mengetahui apakah kader yang dibentuk ini sudah bekerja secara maksimal atau belum.

“Di tahun 2018 ini pencapaian penemuan TB positif masih sangat rendah, sehingga kami perlu mengevaluasi kader TB dalam menjalankan tugasnya selama satu semester,” kata Kepala Bidang Pencegahan Pemberatasan Penyakit Dinkes Kabupaten Blitar Krisna Yekti, di kantornya, Selasa (16/10).

Dia mengaku, bahwa didalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab pekerjaanya hasilnya masih dipandang ada yang bagus dan ada yang sangat kurang. Untuk itu pihaknya perlu memberikan informasikan kepada kader TB ini supaya lebih meningkatkan kwalitas pekerjaanya

“ Paling tidak satu bulan kedepan masing-masing kader TB ini bisa mengirimkan 6 suspect TB yang ada,” tambah Krisna.

Saat ini Krisna Yekti mengukap, bahwa di Kabupaten Blitar masih mempunyai kader 100 orang yang tersebar di 5 kecamatan, yaitu Ponggok, Bacem, Sanankulon, Kademangan, dan Talun.

Rencananya, pihaknya juga akan membentuk tambahan kader di kecamatan lain. “Kalau hasil evaluasi ini bisa dijadikan kader yang bisa memberikan hasil penemuan TB positif lebih banyak, maka akan dikembangkan dimasing-masing kecamatan,” inginya.

Lebih lanjut Krisna menegaskan, bahwa keberadaan kader ini sangat penting, karena banyak memberikan bantuan ke Dinas Kesehatan, terutama untuk pendampingan penderita TB,  penemuan TB, maupun informasi-informasi balita yang harus mendapat imunisasi TB.

“Kita menghimbau kepada masyarakat, siapapun yang batuk lebih dari 2 minggu supaya memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan. Ini tentu untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan,” harapnya.

Krisna menambahkan, pada evaluasi kader TB ini, pihaknya juga mendatangkan 2 narasumber. Narasumber ini merupakan orang yang pernah terkena TB MDR atau jenis TB yang susah diobati, namun mereka sudah sembuh dan saat ini menjadi motivator.

Perlu diketahui, Tuberculosis (TB) merupakan penyakit infeksi terutama paru-paru yang disebabkan oleh kuman TB. Saat penderita TB akut batuk dan semacamnya, kuman TB tersebar lalu terhirup secara langsung oleh orang-orang di sekitarnya hingga dapat mengakibatkan infeksi. Tetapi, meskipun terinfeksi TB, tidak selalu akan menjadi sakit.(Adv)

Artikel ini telah dibaca 71 kali

loading...
Baca Lainnya

Bantu UMKM Klaster Perikanan Untuk Berkembang, SIG Berikan Bantuan Modal dan Pendampingan

Tuban – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) terus berupaya meningkatkan kemandirian dan pengembangan usaha...

19 September 2020, 03:28 WIB

Bupati Tuban Perpanjangan Pembatasan Jam Malam

Tuban – Bupati Tuban, H Fathul Huda, memperpanjang pembatasan jam malam di seluruh wilayah Bumi...

15 September 2020, 20:39 WIB

Pengurus Pusat KBPPAL Harus Bisa Bersinergi Dengan Mabes TNI AL

Surabaya – Kopdar kecil-kecilan para inisiator KBPPAL (Keluarga Besar Putra Putri Angkatan Laut) dari Jakarta,...

13 September 2020, 21:48 WIB

HUT FKPPI ke 42, Anggota PD XIII FKPPI Jatim Menggelar Donor Darah

Surabaya – Untuk menyambut HUT FKPPI ke-42, Pengurus PC 1330 KB FKPPI Surabaya menggelar bhakti...

13 September 2020, 12:49 WIB

SIG Manfaatkan Lahan Pascatambang Tanah Liat di Tuban Menjadi Kebun Pisang Cavendish

Tuban – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) memanfaatkan kawasan lahan pascatambang tanah liat Pabrik...

10 September 2020, 15:17 WIB

Jam Malam Diberlakukan, Pelanggar Perbup Akan Kena Denda Dan Cabut Ijin Usaha

Tuban – Diterbitkanya Peraturan Bupati (Perbup) Tuban No. 65 tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan...

1 September 2020, 00:50 WIB

loading...