Rabu, 24 Oktober 2018 - 17:18 WIB

Wujudkan Islam Rahmatan Lil Alamin melalui Pemimpin yang Tepat

Oleh: Rinaldi Gustaf (Pengamat Politik)

Deliknews.com – Indonesia adalah negara yang beragam. Namun dengan adanya beberapa khasus yang telah terjadi, menegaskan bahwa belum semua masyarakat di Indonesia menyadari dan menerima bahwa Indonesia merupakan negara dengan beragam suku budaya dan agama. Dalam segi agama, Islam adalah agama mayoritas, dimana kebijakan serta suaranya sangat berpengaruh pada keberlangsungan bangsa ini.

Islam adalah agama rahmatan lil ‘alamin artinya Islam merupakan agama yang membawa rahmat dan kesejahteraan bagi semua seluruh alam semesta, termasuk hewan, tumbuhan dan jin, apalagi sesama manusia. Islam melarang manusia berlaku semena-mena terhadap makhluk Allah.

Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia, seharusnya Indonesia menjadi negara yang indah, damai, dan beradab. Tapi lihat saja kenyataannya, kita tidak bisa menutup mata dan telinga dengan pemberitaan sehari-hari yang mengabarkan tentang kisah-kisah menyedihkan dan tak beradab.

Banyak kasus hoaks yang bermunculan, saling menghina dan menjatuhkan, menebarkan kebencian melalui tutur kata maupun berbuatan. Yangmana menjadikan tindakan tersebut memecah belah bangsa dan jaud dari kata rahmatan lil ‘alamin.

Tentusaja dibutuhkan usaha keras untuk menjadikan Indonesia negeri yang sejahtera dan damai. Dibutuhkan seseorang yang dapat memimpin dan mengarahkan rakyat indonesia untuk melakukan sebuah kebajikan.
Dimasa saat ini, memasuki suasana Pilpres, isu politik tentu saja menjadi isu yang panas. Terpaan isu politik yang dikemas dengan berbagai wadah, berlomba-lomba saling menebar kebencian.

Tentu saya menginginkan pemimpin yang dapat menepis semua isu-isu tersebut. Bukan pemimpin yang justru sengakin membuat panas suasana di negeri ini.
Sempat saya pesimis akankahan ada pemimpin yang bisa membawa Indonesia menjadi negara yang rahmat lil alamin. Namun, ada tokoh yang menggelitik hati saya, beliau adalah lulusan Pondok Pesantren Tebu Ireng ini memulai kariernya di dunia dakwah dari bawah. Adalah Ma’ruf Amin, kiai dari Nahdlatul Ulama (NU) yang dipilih sebagai Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.

Ia juga punya pengalaman dalam berumara. Selain seorang ulama, ia juga politikus. Sebelum pemerintahan Jokowi, Ma’ruf pernah menduduki pos penting sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden Bidang Kehidupan Beragama hingga tahun 2009.Setahun kemudian (2010), Ma’ruf kembali menduduki jabatan yang kurang lebih sama, yaitu anggota Dewan Pertimbangan Presiden Bidang Kehidupan Antar Agama, sampai tahun 2014.

Masuknya Ma’ruf sebagai calon wakil presiden adalah peluang emas bagi umat Islam di Indonesia, juga tentunya untuk membuktikan bahwa Islam sesungguhnya adalah rahmatan lil alamin bagi bangsa ini. Ma’ruf Amin bisa menjadi jembatan serta penyeimbang terjalinnya kerja sama antara ulama dan umar.

Beberapa waktu yang lalu, ada seorang tokoh politik yang mengungkapkan keyakinannya bahwa Indonesia akan bubar pada tahun 2030.
Ma’ruf Amin dengan tegas menyarakan bahwa. “Indonesia tidak akan pernah bubar,”. Ma’ruf mengungkapkan bahwa negara ini dibangun dengan pondasi yang kuat oleh segenap anak bangsa. Jadi, tidak mungkin begitu saja akan dibiarkan hancur.

“Kemerdekaan ini adalah hasil perjuangan yang mengorbankan banyak nyawa. Kalau ada kelompok atau siapa pun yang menginginkan Indonesia hancur, maka akan berhadapan dengan anak bangsa sendiri.”
Saya dan kita semua yang selama ini hidup saling berdampingan dalam ikatan ideologi Pancasila, sama-sama merindukan kebinekaan tetap terjaga dengan baik, sehingga siapa pun tanpa kecuali dapat menikmati indahnya nusantara yang damai dan sejahtera.

Sepertinya bukan hanya, yang menaruh harapan besar terhadap Ma’ruf Amin untuk dapat menjadikan Indonesia menjadi negara yang damai dan sejahtera. Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Mohamad Guntur Romli juga menginginkan Ma’ruf untuk menghentikan segala permainan politik identitas & isu SARA, dan lebih berkonsentrasi terhadap keadilan sosial, ekonomi, serta lawan korupsi.

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo juga yakin Ma’ruf mampu menangkis isu politisasi agama yang marak digaungkan oleh kubu lawan politik. Sekaligus dapat mempersatukan basis nasionalis dan religius, khususnya basis nahdliyin. Dan masih banyak tokoh lain yang kagum akan sosok Ma’ruf Amin serta menaruh harapan kepada beliau.

Kearifan dan kesantunan KH Ma’ruf Amin juga terlihat melalui berbagai kegiatan yang dihadiri, bahkan mengaku banyak mendapat souvenir senjata tradisional saat berkunjung ke sejumlah daerah di masa kampanye. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat sangat antusias dan memang menginginkan sosok yang dapat membawa Indonesia menjadi lebuh sejahtera. Ia mengatakan senjata tradisional tersebut merupakan inspirasi bagi dirinya untuk menjaga keutuhan bangsa. “Jadi saya sudah banyak senjata untuk membela bangsa dan negara,” seloroh Ma’ruf lantas disambut tawa para anggota Tim Kampanye Daerah Jokowi-Ma’ruf.

Dalam berbagai macam kegiataanya Ma’ruf Amin juga selalu mengingatkan bahwa untuk mencegah paham-paham yang jauh dari cita-cita bangsa dan agama. Ruh resolusi semangat jihad pada zaman penjajahan harus terus dijaga untuk menjaga keutuhan NKRI. Ulama dan seluruh lapisan masyarakat bersama-sama bertanggung jawab untuk menangkal perpecahan yang bisa mengganggu keutuhan bangsa karena NKRI dan Pancasila final hasil dari kesepakatan bangsa.
Betapa luar biasanya bukan sosok beliau ini?

 

Artikel ini telah dibaca 106 kali

loading...
Baca Lainnya

Banyak Pihak Menikmati Manfaat Program PEN

Oleh : Rizal Ramadhanu Ada banyak strategi yang dilakukan pemerintah untuk mengurangi dampak Covid-19 bagi...

26 September 2020, 22:15 WIB

Pemerintah Berupaya Maksimal Tangani Covid-19

Oleh : Made Raditya Pandemi corona memang belum berakhir namun pemerintah terus berjuang agar penyakt...

26 September 2020, 21:53 WIB

Otsus Jilid 2 Meningkatkan Prestasi Pemuda Papua

Oleh : Sabby Kosay Pemuda Papua adalah anak bangsa yang memiliki hak untuk mendapat pendidikan...

26 September 2020, 05:27 WIB

Mewaspadai Provokasi Isu PKI

Oleh : Angga Gumelar Isu PKI dan komunisme selalu jadi bahan serangan ke lawan politik...

25 September 2020, 21:06 WIB

Masyarakat Displin Gunakan Masker Sesuai Protokol Kesehatan

Oleh : Rengganis Prameswari Beberapa bulan ini kita memakai masker untuk memenuhi protokol kesehatan. Sayangnya...

25 September 2020, 20:35 WIB

Pilkada Serentak, Sahabat Polisi Ajak Rakyat Taat Protap Covid-19 dan Jaga Stabilitas Keamanan

Jakarta –  Organisasi Sahabat Polisi, mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk taati protap kesehatan covid-19 selama...

Sahabat Polisi saat menggelar audiensi dengan Divhumas Polri, Senin (4/5)

25 September 2020, 19:12 WIB

loading...