Jumat, 2 November 2018 - 16:19 WIB

Bumi dan Langit, Sandiaga Disamakan Bung Hatta

Oleh: M Taufik (Pengamat Masalah Sosial Politik)

KATAINDONESIA.COM – Sebelumnya Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga, menyebut Hanum Salsabiela Rais sebagai Cut Nyak Dien masa kini, yang kemudian banyak masyarakat yang keberatan akan pernyataan tersebut karena syarat akan kepentingan politik.

Penyamaan tokoh nasional dengan para tokoh politik saat ini kembali terulang. Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Faldo Maldini mengunggah video dirinya bersama tim pemenangan dari calon presiden Prabowo Subianto dan calon wakil presiden Sandiaga Uno.

Pada video tersebut, terlihat tim Pemenangan Prabowo-Sandi yakni Dahnil Anzar Simanjuntak, Pipin Sopian, Irene, dan juga Gamal Albinsaid. Dalam video berdurasi 2 menit itu, para tim pemenangan mengungkapkan alasan mendukung Prabowo-Sandiaga.

Dahnil menyampaikan, pendapatnya bahwa sosok Prabowo-Sandiaga seperti duet sosok Bung Karno dan Bung Hatta. Mereka dinilai adalah bagian baru dari model Bung Karno dan Bung Hatta. Pak Prabowo itu seperti kombinasi Bung Karno dan Jenderal Soedirman. Sedangkan Bang Sandi adalah bagian baru dari Bung Hatta.

Masyarakat jelas keberatan akan pernyataan tersebut. Bahkan Gustika Jusuf Hatta, Cucu mantan wakil presiden Indonesia pertama tersebut tak terima jika kakeknya disamakan dengan Sandiaga Uno. Ia mencuitkan komentar pedas dan mengungkapkan kemarahannya akan Dahnil Simanjuntak.

Gustika marah karena hal ini selalu terjadi setiap Pilpres. Menurutnya, salah satu politisi yang bertanding di ajang Pilpres pasti menggadai-gadai nama Bung Hatta. Ia beranggapan bahwa politisi tersebut tak benar-benar mencontoh nilai-nilai kakeknya namun hanya menggunakan nama Bung Hatta untuk kepentingan politik.

Gustika menilai tidak melihat persamaan karakter Sandiaga dengan Bung Hatta. Sandiaga Uno menurutnya adalah tokoh korporasi sedangkan Bung Hatta adalah tokoh koperasi. Gustika juga mengungkapkan perbedaan lain antara Bung Hatta dan Sandiaga Uno. Sandiaga Uno adalah politisi sedangkan Bung Hatta adalah negarawan. Dari situ saja, hal yang paling fundamental sudah berbeda jauh, tidak bisa disama-samakan.

Selain itu, cucu Bung Hatta ini juga berkomentar bahwa selama ini Sandiaga sering asbun atau asal bunyi dalam mengomentari perekonomian. Berbeda dengan Bung Hatta yang selalu memperbaharui ilmu pengetahuan dengan membaca.

Sikap keberatan yang dilakukan oleh Gustika memang sudahlah tepat. Raja Juli Antoni, juga mendukung sikap cucu Wapres pertama Mohammad Hatta yang geram sang proklamator disamakan dengan Sandiaga Uno. Menurut dia, keluarga Muhammad Hatta berhak keberatan jika dimanfaatkan untuk kepentingan politik.

Sedangkan menurut sejarawan Bonnie Triyana, ada hal-hal prinsipil yang hanya ada di Bung Hatta dan tidak mungkin disetarakan dengan orang lain di luar Hatta sendiri, sehingga protes Gustika, dinilai punya dasar kuat.
Saat ini, ditahun menjelang pilpres, identitas Soekarno-Hatta kemudian digunakan untuk membangkitkan sentimen politik dan memikat pemilih.

Karakteristik dari para proklamator yang kemudian ditempelkan pada para politisi itu memang hanya yang di permukaan. Seperti bersih, kharismatis, dan berwibawa. Namun harus melihat sejarah dan latar belakangnya dahulu sebelum membandingkan seseorang.

Sandiaga adalah tokoh politik baru sedangkan Bung Hatta adalah negarawan yang mengutamakan kepentingan bangsa ini. Jelas perbedaannya antara bumi dan langit.

 

Artikel ini telah dibaca 211 kali

loading...
Baca Lainnya

Mengapresiasi Pemerintah Susun Rencana Vaksinasi Covid-19

Oleh : Edi Jatmiko Pemerintah sedang menyusun skema vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat. Masyarakat pun mengapresiasi...

30 September 2020, 23:19 WIB

Program Pemulihan Ekonomi Nasional Terus Dilaksanakan

Oleh : Aditya Akbar Pemerintah terus berusaha memulihkan sektor perekonomian, meskipun saat ini fokus untuk...

30 September 2020, 22:55 WIB

RUU Cipta Kerja Menambah Kesejahteraan Pekerja Kontrak

Oleh : Rita Efendi Pemerintah telah menginisiasi RUU Cipta Kerja melalui konsep Omnibus Law. Peraturan...

30 September 2020, 22:05 WIB

Omnibus Law RUU Cipta Kerja Untungkan Pekerja dengan Pengaturan Upah Minimum yang Layak

Oleh : Ade Kurniawan Para pekerja deg-degan menunggu peresmian omnibus law RUU Cipta Kerja, karena...

30 September 2020, 05:35 WIB

Masyarakat Harus Disiplin Laksanakan 3 M

Oleh : Zulfikar Penambahan pasien Covid-19 masih terus terjadi di Indonesia. Masyarakat pun diimbau untuk...

30 September 2020, 05:23 WIB

Waspada Manuver KAMI Politisasi Isu PKI

Oleh : Edi Jatmiko Jelang peringatan peristiwa gerakan 30 september, selalu ada isu kebangkitan PKI...

30 September 2020, 05:17 WIB

loading...