Selasa, 6 November 2018 - 09:22 WIB

Calon Pemimpin Harus Optimis, bukan Menjatuhkan Golongan

Oleh: Ersa Chianti, Mahasiswa FISIP UNY

Deliknews.com – Memasuki masa kampanye pemilu 2019 berbagai manufer politik akan dilakukan oleh tiap pasangan calon. Masing-masing tim pemenangan memiliki cara “jitu” untuk saling serang, menjatuhkan lawan politik dan mengangkat suara calon yang diusung timnya. Bahkan topik-topik etnis dan meyinggung SARA juga menjadi strategi menyerang lawan politiknya.

Patut kita cermati, etnisitas sering menjadi alat untuk menjadi untuk memecah masyarakat Indonesia. Sikap primordialisme yang masih cenderung tinggi di masyarakat Indonesia menjadikan etnisitas sebuah masalah yang mudah untuk memicu perselisihan dalam masyarakat. Persoalan etnisitas dapat diredam melalui kekuatan Negara dalam mengeluarkan kebijakan.

Kebijakan Negara bisa menghasilkan integrasi ketika asimilasi baik karena dipaksakan dalam bentuk inkorporasi maupun secara sukarela melalui proses amalgamasi. Indonesia sendiri adalah Negara yang terbentuk dari proses amalgamasi. Namun kini persatuan dari banyak kelompok pada zaman pra-kemerdekaan yang mengesampingkan segala bentuk kesukuan menjadi nasionalisme untuk Indonesia yang satu dan merdeka mulai luntur.

Lunturnya nasionalisme yang utuh ini masih dapat di perbaiki. Misalnya melalui kebijiakan Negara seperti yang telah disebutkan di atas. Untuk itu perlulah model pemimpin yang melihat indonesia secara utuh sebagai suatu kesatuan. Pemimpin yang tidak membedekan kelas, golongan, bahkan daerah asal. Rasa cinta sebagai orang Indonesia harus ditumbuhkan. Bukan dengan merendahkan suatu golongan atau suatu daerah.

Sayangnya dalam suatu kampanye pasangan calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto, mengeluarkan suatu pernyataan yang cenderung menjelekan suatu golongan masyarakat. Pernyataan berbau etnis yang dilontarkan dalam pidato di Boyolali itu kini menjadi viral dengan tajuk “Tampang Boyolali” dan hashtag #SaveMukaBoyolali di media sosial.

Pernyataan Prabowo yang merupakan calon presiden Indonesia memunculkan sentimen negatif dan pesimisme seorang calon pemimpin terhadap rakyatnya. Pernyataan yang merendahkan suatu kalangan tersebut nampaknya semakin menunjukkan sikap asli sang Jendral yang tempramen dan cenderung suka menggunakan kekerasan.

Pernyataan itu menunjukkan sikap yang tidak mengayomi rakyat dengan menunjukkan sikap pesimis dimasyarakat dan menyinggung masyarakat. Bukan dengan membangun semangat pembangunan dan optimisme di masyarakat
Pernyataan-pernyataan Prabowo juga cenderung tanpa dasar data yang jelas. Seperti pernyataan yang menyatakan masyarakat Boyolali tidak bisa masuk hotel mahal bahkan akan diusir karena tidak memiliki tampang orang kaya. Akhirnya? Kini masyarakat Boyolali bereaksi karena pernyataan tersebut dan munculah inkondusifitas masyarakat.

Masyarakat Boyolali bukanlah masyarakat yang tidak berpendidikan hingga akan diusir ketika masuk ke hotel. Bahkan jika ditelusuri Boyolali banyak menghasilkan orang-orang besar.
Seharusnya sebagai calon presiden menumbuhkan optimisme dengan menonjolkan program kerja dan jalan keluar suatu masalah. Bukan dengan strategi menjatuhkan melalui menjatuhkan suatu golongan.

Artikel ini telah dibaca 83 kali

loading...
Baca Lainnya

Pemerintah Mempercepat Aturan Turunan UU Cipta Kerja

Oleh : Putu Prawira Pemerintah merancang aturan turunan UU Cipta Kerja berupa rancangan peraturan presiden...

27 November 2020, 07:24 WIB

Hadiri Launching Wakepo, Kapolresta Tangerang Dukung Penguatan Ini

TANGERANG – Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi menghadiri launching program Wakepo besutan...

26 November 2020, 23:46 WIB

Kerumunan Habib Rizieq Timbulkan Cluster Baru Covid-19

Oleh : Deka Prawira Cluster covid-19 di Jakarta terbentuk lagi, dari 2 acara yang dihadiri...

26 November 2020, 23:32 WIB

RUU BPIP Memperkuat Pancasila

Oleh : Putu Raditya Kehadiran RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) memang sempat menuai kritik. Regulasi...

26 November 2020, 23:23 WIB

Masyarakat Apresiasi Pembangunan Jalan Trans Papua

Oleh : Rebecca Marian Pembangunan di Papua sangat diapresiasi oleh masyarakat. Mereka merasa lebih maju...

25 November 2020, 20:04 WIB

Masyarakat Menolak Safari Habib Rizieq di Daerah

Oleh : Abdul Rahman Terjadi banyak penolakan terhadap safari ceramah yang akan dihadiri oleh Habib...

25 November 2020, 15:09 WIB

loading...