Penagih kasar dan Bunga Cekik leher, Ini kata OJK dan Fintech

- Tim

Selasa, 6 November 2018

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengklaim tingkat bunga pinjaman dari perusahaan teknologi berbasis keuangan (financial technology/fintech) saat ini sejatinya sudah sesuai dengan disiplin pasar (market conduct). Begitu pula dengan cara penagihan atas pinjaman yang diberikan oleh fintech.

Juru Bicara OJK Sekar Putih Djarot menjelaskan tingkat bunga pinjaman fintech saat ini sebenarnya sudah disepakati dan diatur oleh para pelaku yang tergabung Asosiasi Fintek Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) dan telah secara resmi terdaftar di otoritas.

Lebih lanjut, menurutnya, tingkat bunga pinjaman tersebut seharusnya juga sudah diinformasikan secara transparan dan rinci oleh fintech kepada calon peminjam sebelum sepakat untuk meneken perjanjian pinjaman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami menerapkan market conduct, terkait transparansi dalam rangka perlindungan konsumen. Mengenai cara penagihan dan tingkat bunga maksimal, sudah disepakati dan diatur sepenuhnya oleh AFPI yang mewadahi anggota fintech legal atau terdaftar di OJK,” ujar Sekar

Meski begitu, Sekar bilang, memang otoritasnya tidak menuangkan ketentuan mengenai standar tingkat bunga pinjaman fintech. Sebab, kembali pada prinsip market conduct, OJK menilai penentuan tingkat bunga pinjaman itu bisa merujuk pada kesepakatan di bawah AFPI.

Lebih lanjut, payung hukum bertajuk Peraturan OJK (POJK) Nomor 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi hanya menitikberatkan aturan untuk fintech dari sisi perizinan, mekanisme peminjaman, pengawasan, hingga mitigasi risiko.

“POJK 77 tidak mengatur mengenai suku bunga pinjaman. Tapi semua fintech peer-to-peer lending (pinjam meminjam) yang terdaftar atau berizin di OJK, wajib memenuhi seluruh ketentuan di POJK 77, termasuk kewajiban dan larangan,” katanya.

Dari sisi industri, Co-Founder sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Modalku Reynold Wijaya mengklaim tingkat bunga pinjaman yang ditawarkan sudah sesuai dengan mekanisme pasar dan indikator penentu tingkat bunga. Mulai dari penilaian (assessment), penggolongan (grading), hingga risiko. Sementara dari sisi penagihan, ia menyebut penagihan dilakukan secara wajar dan tidak pernah dikeluhkan peminjam.

“Fintech banyak sekali macamnya, bukan berarti sama. Ada yang rendah (tingkat bunganya), ada yang tinggi. Kalau untuk pinjaman produktif, kami tergolong rendah. Tingkat bunga di kisaran 12-20 persen per tahun,” ucapnya.

Berita Terkait

Bambang Haryo Minta Pembatasan Angkutan Logistik Saat Mudik Dikaji Ulang
Panduan Lengkap Retur Barang di Shopee: Tips dan Trik untuk Proses yang Lancar
Bambang Haryo Sebut Industri Maritim Potensial Tingkatkan Ekonomi Indonesia
Bambang Haryo : Pengembangan Pelabuhan Tanjung Api-Api Masih Setengah Hati
Tinjau Harga Beras di Sidoarjo, Bambang Haryo Sebut Ongkos Giling Padi Jadi Pemicu
Gapasdap Gelar Diskusi dan Bakal Rumuskan SOP Pengangkutan Kendaraan Listrik
Pedagang Kembali Pastikan Harga Beras di Cipinang Turun!
Jelang Ramadhan, Harga Kebutuhan Pokok Masih Dirasa Mahal

Berita Terkait

Kamis, 28 Maret 2024 - 10:42 WIB

Bambang Haryo Minta Pembatasan Angkutan Logistik Saat Mudik Dikaji Ulang

Rabu, 27 Maret 2024 - 05:48 WIB

Panduan Lengkap Retur Barang di Shopee: Tips dan Trik untuk Proses yang Lancar

Selasa, 19 Maret 2024 - 10:42 WIB

Bambang Haryo Sebut Industri Maritim Potensial Tingkatkan Ekonomi Indonesia

Rabu, 13 Maret 2024 - 10:17 WIB

Bambang Haryo : Pengembangan Pelabuhan Tanjung Api-Api Masih Setengah Hati

Jumat, 8 Maret 2024 - 11:42 WIB

Tinjau Harga Beras di Sidoarjo, Bambang Haryo Sebut Ongkos Giling Padi Jadi Pemicu

Kamis, 7 Maret 2024 - 10:48 WIB

Gapasdap Gelar Diskusi dan Bakal Rumuskan SOP Pengangkutan Kendaraan Listrik

Kamis, 29 Februari 2024 - 09:34 WIB

Pedagang Kembali Pastikan Harga Beras di Cipinang Turun!

Rabu, 28 Februari 2024 - 16:22 WIB

Jelang Ramadhan, Harga Kebutuhan Pokok Masih Dirasa Mahal

Berita Terbaru

Regional

BUPATI NISEL HILARIUS DUHA BUKA GEBYAR PAUD TAHUN 2024

Kamis, 18 Apr 2024 - 22:26 WIB

Sumatera Selatan

Polda Sumsel Musnahkan Barang Bukti 7,7kg Sabu dan 183 Butir Pil Ekstasi

Kamis, 18 Apr 2024 - 20:32 WIB