Selasa, 6 November 2018 - 10:34 WIB

Penagih kasar dan Bunga Cekik leher, Ini kata OJK dan Fintech

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengklaim tingkat bunga pinjaman dari perusahaan teknologi berbasis keuangan (financial technology/fintech) saat ini sejatinya sudah sesuai dengan disiplin pasar (market conduct). Begitu pula dengan cara penagihan atas pinjaman yang diberikan oleh fintech.

Juru Bicara OJK Sekar Putih Djarot menjelaskan tingkat bunga pinjaman fintech saat ini sebenarnya sudah disepakati dan diatur oleh para pelaku yang tergabung Asosiasi Fintek Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) dan telah secara resmi terdaftar di otoritas.

Lebih lanjut, menurutnya, tingkat bunga pinjaman tersebut seharusnya juga sudah diinformasikan secara transparan dan rinci oleh fintech kepada calon peminjam sebelum sepakat untuk meneken perjanjian pinjaman.

“Kami menerapkan market conduct, terkait transparansi dalam rangka perlindungan konsumen. Mengenai cara penagihan dan tingkat bunga maksimal, sudah disepakati dan diatur sepenuhnya oleh AFPI yang mewadahi anggota fintech legal atau terdaftar di OJK,” ujar Sekar

Meski begitu, Sekar bilang, memang otoritasnya tidak menuangkan ketentuan mengenai standar tingkat bunga pinjaman fintech. Sebab, kembali pada prinsip market conduct, OJK menilai penentuan tingkat bunga pinjaman itu bisa merujuk pada kesepakatan di bawah AFPI.

Lebih lanjut, payung hukum bertajuk Peraturan OJK (POJK) Nomor 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi hanya menitikberatkan aturan untuk fintech dari sisi perizinan, mekanisme peminjaman, pengawasan, hingga mitigasi risiko.

“POJK 77 tidak mengatur mengenai suku bunga pinjaman. Tapi semua fintech peer-to-peer lending (pinjam meminjam) yang terdaftar atau berizin di OJK, wajib memenuhi seluruh ketentuan di POJK 77, termasuk kewajiban dan larangan,” katanya.

Dari sisi industri, Co-Founder sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Modalku Reynold Wijaya mengklaim tingkat bunga pinjaman yang ditawarkan sudah sesuai dengan mekanisme pasar dan indikator penentu tingkat bunga. Mulai dari penilaian (assessment), penggolongan (grading), hingga risiko. Sementara dari sisi penagihan, ia menyebut penagihan dilakukan secara wajar dan tidak pernah dikeluhkan peminjam.

“Fintech banyak sekali macamnya, bukan berarti sama. Ada yang rendah (tingkat bunganya), ada yang tinggi. Kalau untuk pinjaman produktif, kami tergolong rendah. Tingkat bunga di kisaran 12-20 persen per tahun,” ucapnya.

Artikel ini telah dibaca 107 kali

loading...
Baca Lainnya

Petani Desa Fagoe Menerapkan Program TPJS Meski Belum Dapat Sosialisasi Dari Dinas Pertanian Malaka

Malaka- para petani di Desa Fafoe Kabupaten Malaka sudah melakukan menanam jagung dengan sistim doubel...

15 Mei 2020, 18:56 WIB

Penenun Kain Tradisional Desa Lakulo Alami Kendala Pemasaran

Malaka – produksi dari penenun kain tradisional di desa Lakulo kecamatan Weliman masih memiliki kendala...

11 Mei 2020, 15:12 WIB

Dampak Covid19, Pedagang Aneka Kue Khas Romadhan Di Aceh Singkil Terancam Gulung Tikar

Singkil – Para pedagang kue untuk berbuka puasa di lokasi Jln. Sudirman yang musiman di...

5 Mei 2020, 19:20 WIB

Rupiah Melemah, Pemerintah Diminta Tingkatkan Cadangan Emas

JAKARTA – Di tengah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amirika Serikat (AS) yang saat...

18 Maret 2020, 22:11 WIB

MENGENAL PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA PANAS BUMI PERTAMA DI INDONESIA

Indonesia Power merupakan anak perusahaan dari PLN yang bergerak di bidang operasi dan pemeliharaan pembangkit....

14 Maret 2020, 13:13 WIB

5 Produk Tas Selempang Terbaru

Sebagaimana yang diketahui bahwa tas merupakan salah satu aksesoris pelengkap gaya masa kini yang bukan...

11 Maret 2020, 03:42 WIB

loading...