Jawa Timur

Saling Debat, Antara Saksi Verbalisan Dengan Penasehat Hukum Pada Sidang Kasus Narkotika Di Blitar

Blitar – Sidang kasus perkara narkotika yang digelar pada hari Rabo (7/11) kemarin di Pengadilan Negeri Blitar an. David Hermawan Alias Kasisi Bin Herwinto dengan menghadirkan saksi mantan Kasat Narkoba Polres Kota Blitar AKP Huwahilla W, yang di hadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Roro Hartini SH, diwarnai saling debat dengan Suhadi, SH. M. Hum selaku Kuasa Hukum (KH) tersangka. sehingga Hakim Ketua Fransiskus Wilfrirdus Mamo SH terpaksa memperingatkan.

Di dalam persidangan, tersangka melalui Penasehat Hukumnya menyangkal apa yang telah ada pada Berita Acara Penyidikan (BAP) dengan yang diuturakan saksi di persidangan, adanya perbedaan kesaksian.

” Kami semakin gamblang atas kesaksian verbalisan hari ini, dimana penuh adanya rekayasa pada penangkapan saudara Davit selaku klein kami. Namun kami tidak mengatakan bahwa tersangka dijebak atau dengan kata – kata lainya, ” ungkap Suhadi selaku Penasehat Hukum (PH) tersangka.

Dari keterangan Penasehat Hukum tersangka, Saksi verbalisan (red, mantan Kasat Narkoba Polres Kota Blitar AKP Huwahilla W) yang juga sebagi penyidik, menyangkal atas tuduhan yang di lontarkan PH.

” Dalam hal ini, apa yang diutarakan tersangka melalui Penasehat Hukumnya adanya perbedaan dalam isi (BAP) itu sah – sah saja. Yang jelas apa yang telah tertuang dalam (BAP) seperti apa yang ada dalam proses penyidikan dan sesuai prosedur, ” Kilah Huwahilla selepas persidangan.

Lebih lanjut, menurut Penasehat Hukum Suhadi, aparat peneggak hukum yang terdiri dari Pengadilan (hakim) , Kejaksaan (JPU) dan Polisi (penyidik) di dalam melaksanakan proses penerapan hukum, jika, kurangnya keilmun akan berpotensi 3 hal. Yaitu, pertama tindakan sewenang wenang, kedua menyalahgunakan kewenangan dan melebihi kewenangan. Dan ini nantinya akan berpengaruh pada proses peradilan.

” Tidak semua orang yang menjadi tersangka dalam persidangan itu mesti ” dihukum “. Namun di dalam persidangan harus di analisa sampai hakim pada sebuah keputusan” tuturnya.

Suhadi menanggapi bahwa seseorang yang terjerat kasus narkotika harus dilakukan tes urin. Jika dinyatakan positif berhak dilakukan rehabilitasi yang telah di atur dalam perundang – undangan, tanpa mengesampingkan dakwaan.

Bahwa tersangka David di dalam persidangan ini, dijerat pasal 112 UU Narkotika yaitu memiliki, menyimpan, menguasi atau menyediakan Narkotika Golongan 1 bukan tanaman.

loading...

Related Articles