Senin, 19 November 2018 - 21:17 WIB

Dipicu Perebutan Anak Yang Berujung Kekerasan Fisik, Warga Slorok Lapor Polisi

Blitar – Sebesar apa kesalahan seseorang tentunya harus berfikir ulang jika penyelesaianya dengan kekerasan. Hal ini di alami seorang ibu rumah tangga, sebut saja DW (21) tahun warga Dsn Tulungrejo Rt 1 Rw 1 Desa Slorok Kecamatan Doko Kabupaten Blitar, mengadu atau memberikan informasi terkait dugaan tindak kekerasan rumah tangga (KDRT) terhadap dirinya ke markas Komonitas Media (KOMED) Online, bahwasanya diduga proses penanganan hukumnya lama mandek. Senin (19/11).

Kejadian itu menurut DW, dipicu lantaran perebutan anak kandungnya perempuan yang baru berumur 4 bulan dan sekarang sudah 11 bulan untuk di asuh dirumah suaminya, dikarenakan hubungan rumah tangganya kurang harmonis.

Foto : DW, saat menunjukan bukti laporan dan hasil visum kakaknya di kantor KOMED

Merasa tidak diperbolehkan untuk membawa anaknya, HP (27) tahun suami dari DW warga Desa Kesamben Blitar, akhirnya cecok yang berujung pada pemukulan terhadap istrinya dan beberapa keluarga DW, yang pada waktu itu ikut melerai, karena kejadianya di rumah ibu kadung DW.

Ada saksi mata atas kejadian itu, yaitu, RA kakak kandung dari DW. Dimana saat kejadian juga ikut terkena pukulan dari HP.

” kejadian tanggal (6/4) kurang lebih jam 17.30 Wib, HP bersama ketiga keluargnya yaitu, ibu dan ayahnya beserta kakak kadungnya datang ke rumah ibu saya untuk meminta anaknya yang masih berumur 11bulan. Karena sama keluarga saya tidak diperbolehkan dengan alasan masih balita, maka HP marah dan cecok sehingga mengakibatkan pemukulan terhadap ibuk saya, adik saya dan saya sendiri yang pada waktu itu saya sedang hamil tua, ” ungkap RA di kantor KOMED.

Atas kejadian itu,  pihak keluarga DW melaporkan HP suaminya atas tuduhan (KDRT) sesuai Undang – Undang No. 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Terhadap Rumah Tangga (UU.PKDRT) pasal 1 menyebutkan bahwa Kekerasan dalam Rumah Tangga adalah setiap perbuatan terhadap seseorang terutama perempuan, yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual, psikologis, dan/atau penelantaran rumah tangga termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan, atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum dalam lingkup rumah tangga.

” semenjak kami melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polres Blitar tangal (24/7/2018) sampai sekarang pihak kepolisian belum ada tindak lanjut, dan adik saya belum dihubungi lagi. ” tandas RA.

Lebih lanjut, deliknews.com menghubungi Kabag Humas Polres Blitar via washapp Senin (19/11) untuk mengkomfirmasi sejauh mana proses penanganan hukumnya, Iptu M. Burhanudin mengatakan, ” proses sudah tahap 1 di kejaksaan namun belum sampai P21 dan semua ada aturanya, ” terangnya.

Artikel ini telah dibaca 118 kali

loading...
Baca Lainnya

Mbak Khozanah Melalui MMA Mensinergikan Dengan Stakeholder

Tuban – Pilbup Kabupaten Tuban yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 9 Desember 2020, membuat...

3 Agustus 2020, 21:45 WIB

HUT BNI Ke 74, BNI Tuban Berbagi 600 Paket Sembako Dan Masker Ke Warga

Tuban – Kegiatan bakti sosial untuk memperingati HUT BNI ke 74, BNI Tuban membagikan 600...

31 Juli 2020, 21:23 WIB

PT. Semen Indonesia Pabrik Tuban Salurkan 31 Ekor Sapi Ke Pemkab Tuban 

Tuban – Kepala Biro Humas dan CSR PT. Semen Indonesia (SI) Tbk Pabrik Tuban, Setiawan...

30 Juli 2020, 22:48 WIB

Komandan Puslatpurmar 9 Animha Tuban Bantu Evakuasi Warga Korban Gelombang Tinggi Di Bancar

Tuban – Dampak gelombang tinggi di perairan laut Jawa mengakibatkan beberapa rumah nelayan di daerah...

12 Juli 2020, 13:16 WIB

Setiajit Bakal Bagikan 350 Ribu Masker Di Tuban

Tuban – Sebagai anggota Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Provinsi Jawa Timur, Setiajit terus berupaya...

11 Juli 2020, 23:01 WIB

SIG Terapkan Teknik Reklamasi Sistem Baru di Lahan Pascatambang Pabrik Tuban

Tuban – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) berkomitmen selalu menjaga kelestarian alam dalam menjalankan...

10 Juli 2020, 17:44 WIB

loading...