Kamis, 22 November 2018 - 18:22 WIB

Debra Septia Eka Haris Putri

Debra Septia Eka Haris Putri

Soal Teroris, Debra Caleg Mojokerto Bikin Malu PDIP, Ini kata Sahabat Polisi

Surabaya Debra Septia Eka Haris Putri (31) salah satu calon anggota legislatif dari PDI Perjuangan kabupaten Mojokerto bikin malu partainya, lantaran membuat komentar kontroversial.

Dalam komentar tersebut, Debra warga kuwung, kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto ini menyebut salah satu netizen sebagai Teroris dalam timeline facebook dari akun Debra Septia Eka.

Wanita keliharan september 1987 ini, bisa diproses oleh partainya sendiri, lantaran telah menciderai nama besar partai.

Menanggapi hal itu, Sahabat Polisi meminta penyelenggara pemilu dan Polri mengambil sikap untuk menindaklanjuti umpatan soal Terorisme di Sosial media.

Kepala Bidang Hukum, Sahabat Polisi Herwin Arwa, SH di Jakarta Rabu (22/11) menyebutkan tindakan yang dilakukan saudari DSH ini merupakan tindakan inmoralitas, sebagai calon anggota legislatif mestinya dapat membuka ruang komunikasi publik yang baik. Ucap Herwin.

Lebih lanjut kata dia, penyelenggara pemilu dalam hal ini panwaslu harus menegur kepada Caleg, agar tidak membuat komentar kontroversial di sosial media, kemudian saudari tersebut juga dapat diproses oleh partai karena telah membuat nama besar partai terbawa-bawa.

“Saudari DSH dapat dituduhkan melanggar pasal 27 ayat 3 UU ITE, dengan ancaman kurangan 6 tahun penjara dan denda Rp1 milyar”Tegas Herwin,yang juga praktisi hukum di Jakarta.

Sebelumnya, dalam komentar yang dilontarkan Debra itu berawal dari sebuah postingannya soal pemasangan baliho kampanye di Dapilnya.

Lantaran belum tiba waktu kampanye, Pengguna sosial media dengan akun Muhammat Guntur Budiawan dengan nada bercanda menyebut tersangka, kemudian di sahut Debra dan menyebut Guntur adalah teroris.

Sekedar diketahui, Debra adalah merupakan calon anggota legislatif dari daerah pemilihan 5 Kabupaten Mojokerto. Sebagaimana tertulis dari Silon KPU, Debra kelahiran 22 september 1987 ini, maju sebagai calon anggota legislatif karena termotivasi orang tua yang juga merupakan kader PDIP.

Debra sendiri belum dapat di klarifikasi mengenai penyebutan soal Teroris.

(fai)

Artikel ini telah dibaca 615 kali

loading...
Baca Lainnya

Polemik Wartawan VS Humas Pemprov Jatim. Sejumlah Jurnalis Mulai Menguak Dana Covid19

Surabaya – Polemik antara humas pemprov jatim dengan sejumlah wartawan nampaknya berbuntut panjang. Sejumlah jurnalis...

7 Mei 2020, 01:39 WIB

Miliki Belasan Pil Ekstasi, Dani Dituntut Sembilan Tahun Penjara

SURABAYA,- Pengadilan Negeri Surabaya menggelar sidang perkara narkoba dengan agenda tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum...

4 Mei 2020, 19:25 WIB

Bhakti Sosial KOGARTAP III /SBY Bagikan 750 Paket Sembako Ke Warga Bluru Kidul Sidoarjo

Sidoatjo – Komando Garnisun Tetap (Kogartap) III Surabaya menggelar bakti sosial (baksos) sebagai bentuk kepedulian...

22 April 2020, 18:10 WIB

Jual Sabu Sabu dan Pil Ekstasi, Warga Kenjeran Divonis 5 Tahun Penjara

SURABAYA, – Abdul Harris Yusuf Kurniawan, (50) warga jalan Kenjeran Surabaya, akhirnya divonis 5 tahun...

21 April 2020, 23:12 WIB

Divonis 4 Tahun Penjara, DuaTerdakwa Narkotika Malah Menggoda Jaksa Penuntut Umum

SURABAYA – Pengadilan Negeri Surabaya akhirnya memutus 2 pengguna narkoba yaitu terdakwa 1 Yahya dan...

20 April 2020, 21:55 WIB

Peduli Dampak Corona, Warga Gading Indah Regency Surabaya Bagi Bagi Nasi Bungkus Dan Masker gratis

Surabaya – Bertempat di jalan raya kertajaya dan Jalan Manyar . Ibu ibu perumahan Gading...

15 April 2020, 17:14 WIB

loading...