Sabtu, 24 November 2018 - 09:39 WIB

Debra Septia Eka (Facebook)

Debra Septia Eka (Facebook)

Debra Caleg PDIP Mojokerto Ancam Elektabilitas Partai, Bakal Dipecat?

Jakarta – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mewanti-wanti kadernya agar tidak terlibat masalah hukum atau membuat pernyataan kontroversial yang berimplikasi hukum.

Hal itu menurut Megawati, karena dapat mengancam elektabilitas partai. Demikian kata Megawati dalam pidatonya di Rakor bidang Politik dan keamanan di kantor PDIP Jakarta, 3 Mei 2018 lalu.

Menghubungkan kasus Debra Septia Eka Haris Putri (31) calon anggota legislatif kabupaten Mojokerto soal tudingan teroris kepada salah satu netizen di timeline akun facebook Debra Septia, justru akan merusak citra partai.

“Satu masalah yang dibuat satu orang dapat berdampak pada kelembagaan, apalagi dalam pernyataan tuduhan seorang caleg yang merupakan representasi partai tentu akan menciderai elektabilitas partainya”Kata Bambang Smit, pengamat politik dan ketua Aliansi ormas dan LSM Jatim, Sabtu (24/11)

Lebih lanjut kata dia, tindakan yang dilakukan tersebut membuat kualitas kader PDI Perjuangan dapat dinilai rakyat. Padahal pernyataan yang semestinya dilayangkan di sosial media mestinya berbobot dan intelek. Katanya

“Sudah semestinya kader tersebut dipecat Partai, dan diberikan sanksi karena telah merusak elektabilitas, dan kepercayaan publik mengenai kualitas partainya”Ucap Pria asal Surabaya, Jatim tersebut.

Sementara itu, Sri Untari Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim saat mengetahui adanya kabar salah satu calegnya tersebut, mengaku berterima kasih atas informasinya.

“Terima kasih atas informasinya ya” Singkat Untari.

Terpisah, Sahabat Polisi melalui ketua devisi hukum, Herwin Arwa SH, menilai dalam kasus tersebut Debra dapat dijerat dengan UUITE pasal 27 ayat 3, dalam pasal tersebut sanksi hukuman penjara 6 tahun dan denda Rp1 Milyar.

Herwin yang turut mengadvokasi netizen yang dituduh sebagai teroris itu bahkan akan melaporkan dugaan pencemaran itu ke Bareskrim Polri.

“Mestinya sebagai kader Partai juga calon legislatif dapat melakukan komunikasi dengan baik didepan publik, agar tidak terjadi inmoralitas”Katanya

Sementara itu, Debra Septia Eka hingga saat ini belum mau berkomentar dan menutup diri dari media, dia juga belum dapat diklarifikasi.

(fai)

Artikel ini telah dibaca 447 kali

loading...
Baca Lainnya

Polemik Wartawan VS Humas Pemprov Jatim. Sejumlah Jurnalis Mulai Menguak Dana Covid19

Surabaya – Polemik antara humas pemprov jatim dengan sejumlah wartawan nampaknya berbuntut panjang. Sejumlah jurnalis...

7 Mei 2020, 01:39 WIB

Miliki Belasan Pil Ekstasi, Dani Dituntut Sembilan Tahun Penjara

SURABAYA,- Pengadilan Negeri Surabaya menggelar sidang perkara narkoba dengan agenda tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum...

4 Mei 2020, 19:25 WIB

Bhakti Sosial KOGARTAP III /SBY Bagikan 750 Paket Sembako Ke Warga Bluru Kidul Sidoarjo

Sidoatjo – Komando Garnisun Tetap (Kogartap) III Surabaya menggelar bakti sosial (baksos) sebagai bentuk kepedulian...

22 April 2020, 18:10 WIB

Jual Sabu Sabu dan Pil Ekstasi, Warga Kenjeran Divonis 5 Tahun Penjara

SURABAYA, – Abdul Harris Yusuf Kurniawan, (50) warga jalan Kenjeran Surabaya, akhirnya divonis 5 tahun...

21 April 2020, 23:12 WIB

Divonis 4 Tahun Penjara, DuaTerdakwa Narkotika Malah Menggoda Jaksa Penuntut Umum

SURABAYA – Pengadilan Negeri Surabaya akhirnya memutus 2 pengguna narkoba yaitu terdakwa 1 Yahya dan...

20 April 2020, 21:55 WIB

Peduli Dampak Corona, Warga Gading Indah Regency Surabaya Bagi Bagi Nasi Bungkus Dan Masker gratis

Surabaya – Bertempat di jalan raya kertajaya dan Jalan Manyar . Ibu ibu perumahan Gading...

15 April 2020, 17:14 WIB

loading...