Senin, 26 November 2018 - 18:32 WIB

Santri dan Mahasiswa Se-Salatiga Deklarasikan Anti Hoax Demi Tegaknya Pancasila dan NKRI

SALATIGA, Deliknews.com – Santri dan Mahasiswa di Salatiga Deklarasikan Anti Hoax demi tegaknya nasionalisme. Ratusan santri dan puluhan mahasiswa di Salatiga, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah mendeklarasikan anti hoax dan anti politisasi suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Deklarasi itu dilaksanakan bersama dengan acara Literasi Media dan Tausyiah di Pondok Pesantren Wakaf Literasi Islam (WALI), Salatiga, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. kamis siang (29/11/2018).

“Kami warga santri dan mahasiswa serta masyarakat Se-Salatiga, dengan ini menyatakan menolak segala berita bohong atau hoax serta sentimen bermuatan suku, agama, ras, dan antar golongan,” kata Hafyz Marshal selaku ketua pelaksana acara dan pimpinan redaksi kataindonesia.com.

Hafyz melanjutkan, santri siap turut serta menjaga keutuhan NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta kerukunan masyarakat khususnya di wilayah Salatiga dan sekitarnya.

Di tempat yang sama, Pimpinan Ponpes WALI, KH Anis Maftuhin mengapresiasi acara Literasi Media dan deklarasi santri serta mahasiswa. Menurutnya, santri dan mahasiswa sudah seharusnya menjadi garda paling depan yang memerangi hoax dan sentimen atau politisasi bermuatan SARA.

Sebagai intelektual Islam, lanjut KH Anis Maftuhin, santri dan mahasiswa harus menjadi pelopor dalam menyajikan informasi yang sehat dan mendidik serta mengedepankan sikap saling menghargai kerukunan beragama.

“Santri adalah pembawa misi Islam yang damai, yang mengutamakan kemaslahatan, dan anti kebohongan,” tandasnya.

“Santri juga siap untuk saling memberikan informasi yang sehat dan berimbang serta sesuai fakta demi keharmonisan masyarakat di Salatiga sekaligus mendukung jalannya pemerintahan saat ini” tambah KH Anis Maftuhin.

Senada dengan KH Anis Maftuhin, Husen Sanusi selaku pemateri mengatakan bahwa santri dan mahasiswa perlu mencegah berita hoax demi terciptanya kondisi yang kondusif demi terselenggaranya pemerintahan yang dirasakan kinerjanya hingga pedesaan.

“Melakukan pencegahan dan antisipasi terhadap tumbuh kembangnya penyebaran berita bohong atau hoax adalah salah satu cara mendukung pemerintahan agar tercipta pembangunan yang dimulai dari pedesaan berasas kerakyatan” tutup Husen Sanusi yang juga selaku Editor di Tribunnews.com.

Senada dengan KH Anis Maftuhin, Husen Sanusi selaku pemateri mengatakan bahwa santri dan mahasiswa perlu mencegah berita hoax demi terciptanya kondisi yang kondusif demi terselenggaranya pemerintahan yang dirasakan kinerjanya hingga pedesaan.

“Melakukan pencegahan dan antisipasi terhadap tumbuh kembangnya penyebaran berita bohong atau hoax adalah salah satu cara mendukung pemerintahan saat ini (Jokowi) demi pembangunan pedesaan yang berasas kerakyatan” tutup Husen Sanusi yang juga selaku Editor di Trbunnews.com.

Artikel ini telah dibaca 124 kali

loading...
Baca Lainnya

Mengapresiasi Pemerintah Susun Rencana Vaksinasi Covid-19

Oleh : Edi Jatmiko Pemerintah sedang menyusun skema vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat. Masyarakat pun mengapresiasi...

30 September 2020, 23:19 WIB

Program Pemulihan Ekonomi Nasional Terus Dilaksanakan

Oleh : Aditya Akbar Pemerintah terus berusaha memulihkan sektor perekonomian, meskipun saat ini fokus untuk...

30 September 2020, 22:55 WIB

RUU Cipta Kerja Menambah Kesejahteraan Pekerja Kontrak

Oleh : Rita Efendi Pemerintah telah menginisiasi RUU Cipta Kerja melalui konsep Omnibus Law. Peraturan...

30 September 2020, 22:05 WIB

Omnibus Law RUU Cipta Kerja Untungkan Pekerja dengan Pengaturan Upah Minimum yang Layak

Oleh : Ade Kurniawan Para pekerja deg-degan menunggu peresmian omnibus law RUU Cipta Kerja, karena...

30 September 2020, 05:35 WIB

Masyarakat Harus Disiplin Laksanakan 3 M

Oleh : Zulfikar Penambahan pasien Covid-19 masih terus terjadi di Indonesia. Masyarakat pun diimbau untuk...

30 September 2020, 05:23 WIB

Waspada Manuver KAMI Politisasi Isu PKI

Oleh : Edi Jatmiko Jelang peringatan peristiwa gerakan 30 september, selalu ada isu kebangkitan PKI...

30 September 2020, 05:17 WIB

loading...