Nasional

Rabu, 28 November 2018 - 18:58 WIB

6 bulan yang lalu

logo

Anomali Novel Bamukmin Jelang Reuni 212

oleh : Aldo Indrawan (Pemerhati Sosial Politik di Jakarta)

Deliknews.com – Pelaksanaan Reuni Akbar 212 pada 2 Desember 2018 sudah semakin dekat dan Presidium Alumni (PA) 212 berusaha mematangkan persiapan untuk menggelar acara ini di Monumen Nasional (Monas). Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan juga telah memberi izin penggunaan lapangan Monas untuk acara Reuni Akbar 212. PA 212 menargetkan sekitar 3-4 juta peserta akan datang dan ikut acara ini pada 2 Desember 2018 mendatang.
Sekedar pengingat, aksi 212 mengacu pada Aksi Bela Islam yang dilaksanakan pada 2 Desember 2016.

Tuntutan Aksi Bela Islam adalah penjarakan Ahok karena berkaitan dengan ucapan Ahok di Kepulauan Seribu pada 27 September 2016. Pidato Ahok terkait Surat Al Maidah ayat 51 dianggap sebagai bentuk penistaan terhadap ayat suci Al Qur’an. Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla juga turut hadir bersama umat Islam yang ada di Monas dan melakukan sholat Jum’at di sana.
Kita ketahui bahwa melalui proses hukum akhirnya Ahok divonis bersalah oleh pengadilan pada Mei 2017.

Pengadilan menjatuhkan hukuman 2 tahun penjara kepada mantan Gubernur DKI Jakarta ini. Meskipun kini Ahok telah dipenjara, terlihat masih ada upaya untuk memelihara kekuatan massa 212, salah satu yang paling menonjol adalah PA 212.
Hal ini terbukti pada Desember 2017, PA 212 mengadakan reuni di Jakarta.

Tujuan dilaksanakan beberapa kali pertemuan tentunya untuk merawat kekuatan massa yang sudah ada. Mengingat Habib Rizieq Shihab selaku tokoh penting PA 212 dan Amien Rais sebagai Ketua Dewan Penasehat begitu anti Jokowi, maka sudah dapat dipastikan kekuatan massa 212 digunakan untuk menghambat Jokowi memenangkan Pilpres 2019.

Menurut Novel Bamukmin, Humas PA 212, agenda reuni akbar 212 tahun ini mengusung tema bendera Tauhid. Massa 212 akan mengibarkan sekitar 1 juta bendera Tauhid. Peserta yang berasal dari luar daerah akan ditampung di sejumlah lokasi. Diantaranya daerah Petamburan, Pasar Senen, dan Kwitang. Rumah-rumah warga, serambi masjid, dan balai-balai pertemuan telah disiapkan untuk menampung massa 212.

Rangkaian acara Reuni Akbar 212 akan dimulai sejak pukul 03.00 WIB diisi dengan sholat tahajud lalu baca doa hingga sholat Shubuh dan sholat Dhuha serta tilawah. Kemudian pada pukul 10.00 WIB, Habib Rizieq akan menyampaikan ceramah secara live streaming dari Arab Saudi.

Berdasarkan rangkaian acara tersebut memang tidak terlihat ada acara khusus yang berkaitan dengan Pilpres 2019. Lebih tepatnya, kita tidak bisa memprediksi isi ceramah yang disampaikan Habib Rizieq. Namun tidak menutup kemungkinan isi ceramah ini akan mengarahkan massa 212 untuk memilih Capres nomor urut 2, Prabowo-Sandi, mengingat pasangan itu telah disetujui Ijtima Ulama Kedua.

Selain itu, Novel Bamukmin selaku juru bicara PA 212 juga pernah secara tersirat menyatakan dukungannya ke Prabowo-Sandi. Dalam kesempatan menyampaikan doa di acara deklarasi ‘Perempuan Prabowo’ pada 12 Oktober 2018 di Sekretariat Nasional Prabowo-Sandi, Jl. HOS Cokroaminoto No. 90, Jakarta Pusat. Dalam narasinya mengandung kontroversi karena menyandingkan Capres No. 2 dengan Allah dan Nabi Muhammad SAW.
“Bu, mau masuk Surga? Pinta sama Allah, pinta sama Rasulullah, pinta sama Prabowo, pinta sama Sandiaga Uno. Betul? Takbir. Insya Allah masuk Surga,” kata Novel Bamukmin.

Tidak hanya itu, anomali dalam diri Novel juga timbul ketika mengingatkan atau menghimbau massa 212 untuk tidak masuk kawasan Masjid Istiqlal saat reuni akbar 2 Desember 2018 karena Jokowi menghadiri peringatan Maulid Nabi di masjid tersebut.

“Acara di Istiqlal akan dihadiri Joko Widodo. Kami enggak mau massa salah tempat. Jokowi beda dengan kami,” kata Novel pada 26 November 2018.

Padahal Kepala Bagian Protokol Masjid Istiqlal, Abdul Salam menyatakan hingga kini pihaknya belum mendapat informasi jika Presiden Jokowi akan datang ke Istiqlal pada 2 Desember 2018 untuk menghadiri peringatan Maulid Nabi. “Untuk tanggal 2 Desember masih kosong,” kata Abdul.

Apabila benar pun Jokowi selaku Presiden yang masih aktif dan beragama Islam datang ke Istiqlal untuk menghadiri peringatan Maulid Nabi, tidak seharusnya Novel Bamukmin melarang massa 212 untuk datang ke masjid itu, apalagi mungkin massa 212 hanya ingin singgah, melakukan ibadah atau sekedar berinteraksi dengaan umat muslim lain.
Agama Islam sangat menghargai ukhuwah Islamiyah dan seluruh umat muslim pada hakikatnya bersaudara. Himbauan yang disampaikan Novel Bamukmin kepada massa 212 mengindikasikan bahwa paham yang dianutnya jauh dari nilai Islam sebenarnya.

 

Artikel ini telah dibaca 113 kali

Baca Lainnya
loading…