Selasa, 4 Desember 2018 - 22:40 WIB

500 Orang Terdiri Dari Penyuluh Pertanian Dan Gapoktan Hadiri Pencanagan ” Petani Go-Online ” Dari Kementrian Kominfo

Blitar – Untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan pendapatan Petani melalui aplikasi jejaring internet, Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, mengajak dan mengenalkan aplikasi digital ‘Petani Go-online’ di Kabupaten Blitar.

Sosialisasi petani go-online dihadiri sekitar 500 orang yang terdiri dari para penyuluh petani Dinas Pertanian dan Pangan serta Gapoktan se-kabupaten blitar yang tersebar di 22 kecamatan, Selasa (4/12/2018) di pendopo kantor Pemerintah Kabupaten Blitar, Kanigoro.

Menurut Bupati Blitar Rijanto, digitalisasi pada sektor pertanian diharapkan mampu menjawab isu-isu permasalahan yang acapkali dihadapi oleh petani bukan untuk menggantikan peran dari pemangku kepentingan melainkan untuk mempermudah penyaluran informasi.

Foto : Bupati Blitar Rijanto berbaju coklat saat di wawancarai dengan media usai acara

Selain itu, dengan adanya kemudahan informasi, petani dapat meningkatkan produktivitas, penjualan yang mudah, sehingga memberikan peluang pertumbuhan ekonomi petani dan mempunyai daya saing tinggi.

” Program ini, tentunya sangat baik sekali. Petani dapat meningkatkan pemahaman pengetahuan seputar tehnologi pertanian, peluang perkembangan pasar, kemudahan penjualan, hanya dengan mengakses aplikasi digital petani go-online tidak perlu ke mana-mana cukup dengan cara itu tadi online saja, ” jelas Rijanto.

Dalam rangka mendukung dan implementasi digitalisasi Kementerian kominfo yang memiliki 7 program strategi digitalisasi yaitu pertanian, perikanan, pendidikan, kesehatan, transportasi dan logistik keuangan pariwisata, dan ekonomi kreatif, Bupati Blitar mengajak memperluas pemanfaatan aplikasi informasi dasar bagi petani untuk dikembangkan dengan sendirinya.

” Serasa dunia dalam gemgaman. Apa yang dibutuhkan, selalu ada dan tersedia dengan cepat untuk disajikan. untuk itu, pemanfaatan aplikasi digitalisasi pertanian ini perlu dikembangkan, ” tandasnya.

Ditempat yang sama, Wawan Widianto selaku Plh Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Blitar mengungkapkan, ” Bahwa UMKM yang sudah go-public dan menggunakan aplikasi digitalalisasi ini adalah Desa Kaweron Kecamatan Wlingi. UMKM-nya sudah mempunyai komunitas kurang lebih 4700 untuk komunitas Bukalapak. Dan mereka mendapat juara 1 nasional untuk event Bukalapak, ” ungkap wawan.

Perlu diketahui, petani go-online nantinya bisa memanfaatkan pengembangan ide dan informasi, mengakses pasar-pasar pertanian dan pada prinsipnya memotong mata rantai jual beli. (kmf)

Artikel ini telah dibaca 148 kali

loading...
Baca Lainnya

Bupati Tuban Perpanjangan Pembatasan Jam Malam

Tuban – Bupati Tuban, H Fathul Huda, memperpanjang pembatasan jam malam di seluruh wilayah Bumi...

15 September 2020, 20:39 WIB

Pengurus Pusat KBPPAL Harus Bisa Bersinergi Dengan Mabes TNI AL

Surabaya – Kopdar kecil-kecilan para inisiator KBPPAL (Keluarga Besar Putra Putri Angkatan Laut) dari Jakarta,...

13 September 2020, 21:48 WIB

HUT FKPPI ke 42, Anggota PD XIII FKPPI Jatim Menggelar Donor Darah

Surabaya – Untuk menyambut HUT FKPPI ke-42, Pengurus PC 1330 KB FKPPI Surabaya menggelar bhakti...

13 September 2020, 12:49 WIB

SIG Manfaatkan Lahan Pascatambang Tanah Liat di Tuban Menjadi Kebun Pisang Cavendish

Tuban – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) memanfaatkan kawasan lahan pascatambang tanah liat Pabrik...

10 September 2020, 15:17 WIB

Jam Malam Diberlakukan, Pelanggar Perbup Akan Kena Denda Dan Cabut Ijin Usaha

Tuban – Diterbitkanya Peraturan Bupati (Perbup) Tuban No. 65 tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan...

1 September 2020, 00:50 WIB

Memperingati HUT Kemerdekaan RI Ke-75, Warga SMA Negeri 3 Tuban Ngontel Bareng

Tuban – di tengah pandemi warga SMA Negeri 3 Tuban memperingati HUT ke – 75...

23 Agustus 2020, 15:02 WIB

loading...