Blitar – Untuk mengukur besarnya tambahan modal yang diperlukan untuk meningkatkan satu unit output (keluaran), maka diperlukan penyusunan Inecremental Capital Output Ratio (ICOR) yang benar. Untuk itu, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Blitar bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Blitar menggelar rapat sosialisasi penyusunan dokumen ICOR Senin (11/12) di ruang rapat kantor PDMPSTP.

Tujuan diadakan sosialisasi ini secara umum, menurut Kepala Dinas DPMPTSP Kebupaten Blitar, Drs. Rully Wahyu Prasetyowanto, ME mengatakan, Acara ini dilakukan, untuk mencari dasar yang relevansi bagi perencanaan investasi yang di butuhkan Kabupaten Blitar guna mencapai target pertumbuhan ekonomi yang ditetapkan, ” kata Rully.

Foto : Kepala Dinas DPMPTSP Kebupaten Blitar, Drs. Rully Wahyu Prasetyowanto, ME 

Selain itu, supaya dapat memberikan gambaran mengenai perkembangan nilai investasi total dan sektoral, mengetahui dampak investasi terhadap pembentukan output dan pertumbuhan ekonomi, mengetahui dampak investasi terhadap penyerapan tenaga kerja, dan memberikan informasi tentang sektor strategis yang bisa dijadikan sasaran investasi, ” tambahnya.

Lebih lanjut dikatakan Rully, pertumbuhan ekonomi bukan segala – galanya, namun ekonomi yang tumbuh diharapakan mampu dan mudah untuk mengatasi banyak masalah. Seperti, pengangguran, kemiskinan dan persoalan lainya. Sedangkan target yang diharapkan untuk pertumbuhan ekonomi di wilayah Kabupaten Blitar selalu meningkat. Sejalan dengan itu, Pemkab Blitar telah melakukan berbagai cara termasuk, kemudahan perijinan, sehingga investor tertarik dan menanam modalnya di wilayah kabupaten, memfasilitasi perdagangan antar daerah dan peningkatan infrastruktur di berbagai sektor. Seperti, pariwisata, pertanian, perkebunan, dan perikanan (sarana dan prasarana seperti, pelabuhan dan tempat pelelangan ikan).

Terakhir, ICOR merupakan suatu besaran tanpa satuan hitung yang menunjukkan besarnya tambahan kapital (investasi) baru yang dibutuhkan untuk menaikkan/menambah satu unit output. Nilai ICOR sendiri didapat dengan membandingkan nilai investasi yang ditanamkan terhadap tambahan output yang terjadi sepanjang periode investasi. Besaran ICOR adalah proxy efisiensi sebuah perekonomian dimana semakin rendah nilai ICOR berarti menunjukkan efisiensi relatif suatu perekonomian. Atau dengan kata lain nilai ICOR yang rendah mengindikasikan tingginya produktifitas kapital yang tinggi, ” tutupnya.(kmf)