Denpasar – Drh.Nia (bukan nama sebenarnya) seorang dokter hewan lulusan Universitas Udayana ini begitu bersemangat diajak berbincang terkait adanya oknum dokter hewan praktek tanpa dilengkapi izin. "Saya banyak melihat dokter hewan belum mengurus izin melakukan praktek, bahkan ada oknum di luar profesi kita secara terang-terangan melakukan diagnosa. Ini menjadi pertanyaan," ujarnya

Menurutnya, seorang dokter hewan harus memiliki tanggung jawab mengetahui berbagai hal tentang veteriner terbaru, guna meningkatkan pengetahuan dalam pelayanan praktek bermutu yang dapat dimanfaatkan masyarakat. 

"Bayangkan saya memperoleh izin praktek ini harus 20 kali mengikuti (SKPB) Satuan Kredit Pendidikan Berkelanjutan-Nasional. Sedangkan oknum-oknum ini belum tentu," keluhnya kepada deliknews, Selasa.

Ia menilai, lemahnya payung hukum dijadikan celah oknum nakal untuk mencari keuntungan. Bahkan ada celetukan mengejutkan dari perempuan penyayang binatang ini, ada posisi strategis di instansi pemerintah menyangkut hewani dikatakan bukan dari kalangan akademisi lulusan kedokteran hewan. Sisi lain juga disampaikan pengadaan obat medis terkesan dimonopoli satu distributor.

Selain payung hukum tidak jelas, pihak keamanan dikatakan belum maksimal melakukan penertiban.

"Kita kawatir ketika obat diberikan terhadap hewan tidak sesuai takaran atau dosis tepat, tentu berdampak," terangnya.

Penelusuran media ini apa yang dicemaskan Drh.Nia sudah terjadi. Seorang warga Desa Sibang-Badung, I Gede Yasa (51) mengungkap, pernah mengalami kasus anjing kesayangannya mati setelah di vaksin. "Habis di suntik malam hari anjing gelisah, meraung-raung kesakitan. Pagi hari saya temukan sudah mati. Sampai sekarang saya masih ingat, kasihan sekali," ketusnya

Informasi dapat digali, dari ratusan dokter hewan melakukan praktek di pulau dewata diperkirakan hanya 10 persen mengantongi izin. Kegiatan praktek ilegal ini terpantau banyak di daerah penduduk ramai, seperti Kota Denpasar, Badung, Tabanan, Gianyar dan daerah lain di perkotaan. 

Dalam melakukan aksinya menurut berapa sumber mereka-red mendapatkan obat medis dikabarkan dari toko atau depo obat terletak di daerah Panjer Denpasar. Depo ini digadang-gadangkan sebagai distributor tunggal untuk wilayah Bali.

[zombify_post]