Selasa, 18 Desember 2018 - 10:40 WIB

Marak, Dokter Hewan Bodong Praktek di Bali

Denpasar – Drh.Nia (bukan nama sebenarnya) seorang dokter hewan lulusan Universitas Udayana ini begitu bersemangat diajak berbincang terkait adanya oknum dokter hewan praktek tanpa dilengkapi izin. "Saya banyak melihat dokter hewan belum mengurus izin melakukan praktek, bahkan ada oknum di luar profesi kita secara terang-terangan melakukan diagnosa. Ini menjadi pertanyaan," ujarnya

Menurutnya, seorang dokter hewan harus memiliki tanggung jawab mengetahui berbagai hal tentang veteriner terbaru, guna meningkatkan pengetahuan dalam pelayanan praktek bermutu yang dapat dimanfaatkan masyarakat. 

"Bayangkan saya memperoleh izin praktek ini harus 20 kali mengikuti (SKPB) Satuan Kredit Pendidikan Berkelanjutan-Nasional. Sedangkan oknum-oknum ini belum tentu," keluhnya kepada deliknews, Selasa.

Ia menilai, lemahnya payung hukum dijadikan celah oknum nakal untuk mencari keuntungan. Bahkan ada celetukan mengejutkan dari perempuan penyayang binatang ini, ada posisi strategis di instansi pemerintah menyangkut hewani dikatakan bukan dari kalangan akademisi lulusan kedokteran hewan. Sisi lain juga disampaikan pengadaan obat medis terkesan dimonopoli satu distributor.

Selain payung hukum tidak jelas, pihak keamanan dikatakan belum maksimal melakukan penertiban.

"Kita kawatir ketika obat diberikan terhadap hewan tidak sesuai takaran atau dosis tepat, tentu berdampak," terangnya.

Penelusuran media ini apa yang dicemaskan Drh.Nia sudah terjadi. Seorang warga Desa Sibang-Badung, I Gede Yasa (51) mengungkap, pernah mengalami kasus anjing kesayangannya mati setelah di vaksin. "Habis di suntik malam hari anjing gelisah, meraung-raung kesakitan. Pagi hari saya temukan sudah mati. Sampai sekarang saya masih ingat, kasihan sekali," ketusnya

Informasi dapat digali, dari ratusan dokter hewan melakukan praktek di pulau dewata diperkirakan hanya 10 persen mengantongi izin. Kegiatan praktek ilegal ini terpantau banyak di daerah penduduk ramai, seperti Kota Denpasar, Badung, Tabanan, Gianyar dan daerah lain di perkotaan. 

Dalam melakukan aksinya menurut berapa sumber mereka-red mendapatkan obat medis dikabarkan dari toko atau depo obat terletak di daerah Panjer Denpasar. Depo ini digadang-gadangkan sebagai distributor tunggal untuk wilayah Bali.

[zombify_post]

Artikel ini telah dibaca 11165 kali

loading...
Baca Lainnya

Nikmat Kopi Hingga Nasi Gratis di Pojok Delapan Sudirman.

Denpasar – Hidangan menu khas dan nikmat Kopi Lumpur di kedai Pojok Delapan Sudirman wajib...

Live music grand opening Warung Pojok 8.

1 November 2020, 11:19 WIB

PORANG ! Tak Punya Dana, Dinas Pertanian Bali Siap Fasilitasi

Denpasar – Dinas Pertanian Provinsi Bali mengaku siap memfasilitasi warga memiliki lahan namun tidak ada...

Ir. Wayan Sunarta selaku Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian Provinsi Bali.

22 Oktober 2020, 11:24 WIB

Gamang! Tahapan Mediasi GOR Bodong di Kelurahan Panjer

Denpasar – Terungkap dalam sebuah mediasi tahap dua di Kantor Kelurahan Panjer, ternyata bangunan Gelanggang...

Proses mediasi masalah GOR Pranitha Citarum Denpasar yang dikeluhkan warga.

15 Oktober 2020, 23:44 WIB

Antisipasi Ancaman Kamtibmas, Kompol Endang Tri Purwanto Datangi Puri Gerenceng Denpasar

Denpasar – Potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) menjelang pelaksanaan Pilkada serentak 2020 dan...

Foto: Kompol Endang Tri Purwanto (tengah) bersama Tokoh Puri Gerenceng AA. Ngurah Agung (kanan).

15 Oktober 2020, 20:52 WIB

Buat Tak Nyaman dan Tak Berizin ! Warga Kecam Pemilik GOR Citarum

Denpasar – Merasa tidak nyaman keberadaan bangunan Gelanggang Olahraga (GOR), sejumlah warga di bilangan perumahan...

Satpol PP Denpasar turun memeriksa GOR.

6 Oktober 2020, 21:21 WIB

BPN Denpasar Tak Dapat Diklarifikasi ! Bau Tak Sedap Semakin Kuat

Denpasar – Kejelasan siapa sebenarnya Nyoman Gede Alit, nama yang muncul disebut-sebut Badan Pertanahan Nasional...

BPN Denpasar.

6 Oktober 2020, 07:41 WIB

loading...