Jalan Amblas di Surabaya, DPRD Sebut Pemkot lengah

  • Whatsapp

Surabaya – Ketua DPRD Surabaya Armuji menyesalkan insiden amblasnya Jalan Raya Gubeng, Surabaya. Menurutnya, ada faktor kelengahan dari Pemerintah Kota Surabaya dalam proses pengawasan proyek RS Siloam yang dibangun berdekatan dengan lokasi amblasnya jalan.

Armuji mengatakan proyek ini semestinya tak lepas dari pengawasan Pemkot Surabaya. DPRD Surabaya pun akan mencari tahu proses pembangunan proyek tersebut. Ia menduga ada kesalahan administrasi pada saat pelaksanaan pembangunan.

Muat Lebih

"Ini sangat lengah. Jadi Pemkot kesalahannya di sana. Pertama tentang proses perizinan. Kedua pengawasan dalam pelaksanaan," ujar Armuji, kemarin.

Sementara itu, Kepala Bidang Tata Bangunan Dinas Perumahan Rakyat Pemukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRPCKTR) Kota Surabaya, Lasidi mengatakan ada dua Izin Mendirikan Bangunan (IMB) terkait proyek RS Siloam.

Dia menjelaskan, pengajuan perizinan pertama kali dilakukan pada April 2013. Kemudian keluar IMB pada 2015 untuk rumah sakit. 

"Pada 2016 mengajukan revisi IMB untuk penggunaan fungsi bangunan yang tidak untuk rumah sakit saja, tapi juga ada hotel," ujar Lasidi dikutip Antara pada Jumat (21/12).

Setelah itu, keluar Surat Keterangan Rencana Kota (SKRK) pada April 2017. Kemudian, kata Lasidi, dilanjutkan dengan sidang-sidang tim ahli bangunan mulai Mei dan Juni 2017.

Baru kemudian, lanjut dia, disusul dengan mengurus rekomendasi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (amdal), amdal Lalu Lintas, drainase dan lainnya, yang semuanya itu selesai pada Desember 2017.

"Jadi Desember 2017 akhir, IMB baru keluar," katanya.

[zombify_post]

Pos terkait

loading...