Minggu, 30 Desember 2018 - 15:31 WIB

Wanita Cantik Ini Diperkosa Anggota Dewas BPJS Ketenagakerjaan

Jakarta – Rosa (bukan nama sebenarnya), perempuan berumur 27 tahun, korban pemekorsaan yang diduga dilakukan anggota Dewan Pengawasan (Dewas) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJSTK) yang berinisial SAB, untuk sementara belum akan melapor ke polisi atas tindakan pemekorsaan itu.

Direktur Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsos), Ditjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jamsos, Wahyu Widodo, mengatakan, kasus dugaan pemerkosaan itu dia dengar sejak seminggu yang lalu. “Saya sudah lama dengar dan saya telah meminta pihak Direksi BPJSTK agar segera melapor ke Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN). Ya mereka tengah bekerja untuk ini, kita tunggu saja,” kata Wahyu.

Sebagaimana diberitakan, Rosa dalam acara konferensi pers di Jakarta, Jumat (28/12) didampingi, Ade Armando, aktivis perempuan Aiza Nadira, dan Direktur Eksekutif BPJS Watch Timboel Siregar, mengaku telah diperkosa secara seksual oleh SAB. Pemerkosaan dan pelecehan itu dialaminya selama dua tahun lamanya sejak 23 September 2016 hingga 16 Juni 2018. “Selama dua tahun itu, empat kali perkosaan dilakukan. Itu yang berhasil dilakukan pelaku. Percobaan pemerkosaan dilakukan berkali-kali namun ditolak korban,” kata Aiza Nadira.

Ade Armando, mengatakan korban merupakan salah satu mahasiswanya di salah satu universitas swasta di Jakarta. Selama ini korban tidak pernah mengungkapkan kejadian itu.

Menurut Ade, ia mengetahui Rosa diperkosa SAM sekitar akhir November 2018, setelah korban bercerita mengenai insiden kekerasan seksual itu. Usai mendengar cerita korban, Ade bersama dengan sejumlah pihak memutuskan untuk mendampingi korban.

Rosa mengaku, selama dua tahun ia terus dilecehkan oleh SAB dalam setiap kesempatan yang ada. Bahkan dipaksa untuk berhubungan intim sebanyak empat kali.

“Selama lebih dari dua tahun saya kehilangan kepercayaan akan niat baik manusia. Saya adalah korban kejahatan seksual yang dilakukan atasan saya di Dewan Pengawas BPJS TK,” ungkap korban.

Rosa mengaku, ia mulai bekerja sebagai tenaga kontrak asisten ahli Dewan Pengawas BPJSTK sejak April 2016. Dalam periode April 2016 sampai November 2018 ia menjadi korban empat kali tindakan pemaksaan hubungan seksual oleh oknum yang sama, di Pontianak 23 September 2016, di Makasar 9 November 2016, di Bandung 3 Desember 2017, dan Jakarta 16 Juli 2018

Artikel ini telah dibaca 51169 kali

loading...
Baca Lainnya

Pemerintah Akan Bantu Uang Kuliah Mahasiswa Terdampak Covid-19

Oleh : Ilham Kurnia Pandemi covid-19 sangat berdampak pada perekonomian di Indonesia. Kondisi ini membuat...

6 Agustus 2020, 09:35 WIB

Paham Radikal Ancam Kedamaian Masyarakat

Oleh : Rahmat Siregar Radikalisme masih menjadi ancaman bersama. Pasalnya, orang yang terpapar paham radikal...

5 Agustus 2020, 23:15 WIB

Pentingnya Penggunaan Masker Cegah Penularan Corona

Oleh : Edi Jatmiko Penularan corona makin menjadi-jadi dan jumlah pasiennya di Indonesia mencapai 111.000...

5 Agustus 2020, 22:59 WIB

Fopbindo Sumbar Protes Mendagri Soal PAP ULPLTA Koto Panjang

Sumbar, – DPD LSM Forum Peduli Bangsa Indonesia (Fopbindo) Sumatera Barat (Sumbar) memprotes keras atas...

Ketua DPD LSM Fopbindo Sumbar, Ahmad Husein

5 Agustus 2020, 14:55 WIB

Fopbindo Sumbar Ancam Oknum Pembuat Istilah Pitih Sanang

Sumbar, – DPD LSM Forum Peduli Bangsa Indonesia (Fopbindo) Sumatera Barat (Sumbar) tak senang dengan...

Ketua DPD LSM Fopbindo Sumbar, Ahmad Husein bersama rekannya, Rabu (5/8/20).

5 Agustus 2020, 14:17 WIB

Disiplin Protokol Kesehatan Kunci Sukses Penanganan Covid-19

Oleh : Inda Marlina Corona masih merajalela. Pemerintah berusaha keras agar penyakit ini tidak menyebar,...

5 Agustus 2020, 09:54 WIB

loading...