JAKARTA, Deliknews.com – Tantangan tes baca qur’an yang disampaikan oleh Ikatan Da’i Aceh kepada kandidat calon presiden dan wakil presiden yang berkontestasi pada pemilu 2019 disambut baik oleh masyarakat luas, terutama umat muslim di Indonesia.

“Aceh sebagai kakak tertua umat islam di republik ini tentu menginginkan calon pemimpin nasional yang dapat membaca al-qur’an. Aspirasi ini selaras dengan aspirasi mayoritas muslim di Indonesia”. ujar Rezky Tuanany, Direktur Eksekutif Kaukus Cendekia Muda Indonesia (KCMI), dalam keterangan persnya yang diterima wartawan, Kamis (03/01/2019).

Masyarakat aceh yang adat dan budayanya berlandaskan syariat islam tentu menginginkan pemimpin nasional yang mengerti agama islam, dimulai dari dapat membaca al-qur’an secara tepat huruf dan tepat bacaan sehingga tidak berubah makna dan arti.

“Kami harap ulama yang berada bersama pak prabowo dapat mengajarkan beliau cara membaca qur’an dengan cepat, baik, dan benar. Sehingga bapak prabowo dan tim pemenangannya dapat segera mengkonfirmasi kehadiran untuk tes baca al-qur’an di aceh pada tanggal 15 Januari mendatang.” kata Rezky.

Tes baca qur’an merupakan salah satu upaya positif dalam mengkampanyekan kesadaran masyarakat untuk mengaji qur’an sejak dini. Bukan merupakan upaya untuk menjatuhkan lawan politik.

“Menurut data LSI 65 persen dari masyarakat kita buta huruf al-qur’an. Mudah-mudahan para kandidat capres dan cawapres yang bersaing bukan dari bagian tersebut.” tutup rezky.