Pemilu 2019

Jumat, 4 Januari 2019 - 19:48 WIB

6 bulan yang lalu

logo

Prabowo-Sandi tolak Eksploitasi Islam di Surat Suara

Jakarta – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tak ingin mengeksploitasi identitas kelompok tertentu di atas kertas suara pemilihan presiden (pilpres) 2019.

Mereka menyebut pemilihan jas dan peci yang dikenakan Prabowo-Sandi lebih menggambarkan kewibawaan nasional.

Wakil Ketua BPN Priyo Budi Santoso mengemukakan alasan tersebut usai mengikuti acara validasi surat suara di Komisi Pemilihan Umum (KPU). Priyo menceritakan pihaknya sudah mengundang sejumlah tokoh budaya untuk memilih busana untuk foto di surat suara, namun yang terpilih akhirnya jas dan peci.

“Tapi tokoh-tokoh budaya dari berbagai elemen dan etnis yang kami undang termasuk pakar-pakar menyimpulkan kali ini Pak Prabowo dan Sandi ingin tampil beda dengan baju yang mencitrakan kepemimpinan dan kewibawaan nasional,” kata Priyo di Gedung KPU, Jumat (4/1).

Menurut Priyo, pihaknya meyakini kombinasi jas dan peci yang dipakai Prabowo-Sandi mewakili elemen nasionalisme dan religius. Lagipula, ia berpendapat busana tersebut lazim digunakan pemimpin dunia.

Hal tersebut menurut Priyo yang mendasari pasangan calon presiden dan wakil presiden mereka tidak memilih busana yang menandakan identitas agama atau adat tertentu.

“Kami meyakini tidak harus terlalu mengeksploitasi dengan menunjukkan keislaman dengan baju muslim atau adat tertentu. Kami hindari itu, sengaja kami tidak memilih. Itu kenapa enggak pakai budaya Jawa atau pakaian adat lain,” tutur Priyo.

Artikel ini telah dibaca 425 kali

Baca Lainnya
loading…