Ekonomi & Bisnis

Jumat, 25 Januari 2019 - 00:48 WIB

2 bulan yang lalu

logo

Tegas! Bambang Haryo Bakal Sikat Menhub Soal Tarif Bagasi

Surabaya – Kamis sore (24/1) langit mendung di kawasan Bandara Juanda tak menyurutkan semangat anggota komisi V DPR-RI, Bambang Haryo Soekartono untuk melakukan inspeksi mendadak.

Inspeksi di Bandara yang dalam setahun terdapat keluar masuk 20 juta penumpang pada 2018 ini, diawali dengan pengecekan di terminal keberangkatan 1B.

Saat  pengecekan CCTV,  ternyata respon tim pengandali sangat lambat, setidaknya Bambang harus menunggu beberapa menit agar petugas tahu keberadaan dirinya didepan CCTV.

"Nah ini bahaya, waktu saya sebut coba tim sebutkan saya gunakan baju apa dan berdiri dimana, responnya lama, kemungkinan tim ini berada jauh dari monitor" Kata Bambang, Kamis.

Ini kalo ada orang yang mencurigakan, misal Teroris bisa bahaya kita satu bandara ini. Kecam Bambang.

Bambang kemudian melanjutkan perjalanan inspeksi yang didampangi Otoritas Bandara Juanda dan stakeholdar Bandara. Bambang yang kini maju sebagai Caleg DPR-RI Dapil Jatim 1 ini, lalu menuju ke Counter 30 Lion Air.

Di counter itu, Bambang menemui salah satu penumpang yang akan berangkat menuju Balikpapan.

"Pak sudah chek ini, tanya Bambang, bagasinya bayar berapa, mohon maaf loha ya sedikit mengganggu"Ucap Bambang, dengan nada santun kepada penumpang.

Setelah bertanya, kemudian penumpang bernama Ahmad Yani, kepada Bambang, mengaku telah membayar Rp400ribu untuk bagasi dan tiketnya Surabaya-Balikpapan seharga Rp1.100.000.

Bambang kemudian menarik penumpang tersebut dan mengatakan bahwa harga bagasi kalau bisa tidak terlalu mahal dan bebani rakyat"Kalau Bapak dikasih 1 Triliun, lalu ditembak mau tidak"Tanya Bambang

Kemudian dijawab oleh penumpang, mau kalau Rp 1 Triliun, Bambang kembali bertanya bagaimana jika ditukar dengan anak Bapak saja, lalu dijawab tidak.

Bambang lanjut merespon, bahwa harga bagasi tidak boleh terlalu mahal mengalahkan harga 1 nyawa penumpang. Katanya.

Dikatakan Bambang, Kebijakan pengenaan Bagasi, memang ada di undang-undang khusus untuk low cost airline.

“Ini memang memperbolehkan maskapai menerapkan tarif pada Bagasi”Kata Bambang.

Dilanjutkan Anggota Fraksi Gerindra, mengenai pemberlakuan tarif bagasi tentu harus ada proporsionalnya, jangan sampai harga bagasi lebih mahal daripada nyawa penumpang. Tukasnya,

Bambang juga menyampaikan, dari hasil sidak ini, dirinya akan bertanya kepada Menteri Perhubungan saat Rapat kerja antara komisi V dengan kementerian Perhubungan.

"Saya akan sikat Menteri Perhubungan, soal penetapan bagasi ini dan keamanan di Bandara"Tegasnya.

Artikel ini telah dibaca 190 kali

loading…


Baca Lainnya