Sabtu, 26 Januari 2019 - 20:41 WIB

Wah, Ada Menteri Pencetak Utang Kata Prabowo

Jakarta – Calon presiden (capres) nomor urut 02 Prabowo Subianto kembali menyinggung soal utang negara. Prabowo bahkan meminta penamaan Menteri Keuangan diganti menjadi Menteri Pencetak Utang.

“Ini kalau ibarat penyakit saya katakan stadium sudah cukup lanjut, sudah lumayan parah. Utang menumpuk terus, kalau menurut saya, jangan disebut lagi lah ada menteri keuangan, mungkin menteri pencetak utang,” kata Prabowo dalam pidatonya di acara Deklarasi Nasional Alumni Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia, di Padepokan Pencak Silat, TMII, Jakarta, Sabtu (26/11).

Prabowo berjanji di pemerintahannya nanti, Prabowo dan Sandiaga akan mengumpulkan putra-putri terbaik bangsa Indonesia. Kendati demikian ia meminta kepada semua pihak untuk tidak menganggap dirinya bisa menyelesaikan semua persoalan bangsa dalam waktu yang cepat.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon ikut membenarkan pernyataan Prabowo tersebut. Menurutnya apa yag dikemukakan Prabowo merupakan fakta.

“Itu kan fakta, prestasi nggak ada tapi jadi menteri terbaik sedunia. Saya nggak habis pikir ada institusi lembaga yang memberika pengharagaan di situ, Pak Prabowo benar di situ, menteri ini menteri yang berhasil menambah utang,” katanya.

Fadli menambahkan penghargaan yang diberikan kepada Sri Mulyani sebagai menteri terbaik dari sisi penambah utang ada benarnya. Menurutnya orang asing justru menganggap Sri Mulyani berprestasi lantaran kerap memberi utang.

“Raja utang, rezim ini memang raja utang,” ucapnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan bahwa pengelolaan utang Indonesia tidak dilakukan secara ugal-ugalan, melainkan dengan hati-hati dan transparan. Pernyataan Sri Mulyani ini menanggapi angka utang pemerintah pusat yang terus membengkak ke angka Rp 4.418,3 triliun per Desember 2018.

Sri juga menyampaikan bahwa realisasi defisit anggaran sepanjang 2018 juga cukup baik, dengan rasio defisit terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) bisa ditekan hingga 1,76 persen, lebih rendah dibanding target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 sebesar 2,19 persen.

Artikel ini telah dibaca 680 kali

loading...
Baca Lainnya

Main Politik Uang, Caleg Gerindra Dapil Jatim 1 Digugat

Jakarta – Calon anggota DPR RI pejawat Daerah Pemilihan Jawa Timur I dari Partai Gerindra...

9 Juli 2019, 13:13 WIB

Prabowo Terima Keputusan MK

Jakarta – Prabowo Subianto, Calon Presiden 02, menerima keputusan Mahkamah Konstitusi yang menolak seluruh permohonan...

27 Juni 2019, 22:03 WIB

BW Sebut Bawaslu Bermasalah

Jakarta – Pertama, kami belum bisa nyimpulin semua karena ini kan yang baru dibicakan kualitatif...

27 Juni 2019, 21:15 WIB

MK Anggap Dalil Menang 52% Prabowo-Sandi Tak Beralasan

Jakarta – Mahkamah Konstitusi (MK) menganggap dalil gugatan Prabowo-Sandiaga yang mengklaim menang 52 persen tidak...

27 Juni 2019, 21:12 WIB

Sebelum Terbang ke Jepang, Jokowi Gelar Presscon di Rumah Ma’ruf Amin

Jakarta – Capres petahana Joko Widodo (Jokowi) akan memberikan pernyataan seusai sidang putusan Mahkamah Konstitusi...

27 Juni 2019, 21:04 WIB

Gerindra Yakin Prabowo-Sandi Menang

Jakarta – Anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra Andre Rosiade menegaskan, partainya hingga saat ini...

27 Juni 2019, 08:19 WIB

loading...