Rabu, 30 Januari 2019 - 08:40 WIB

Aksi Pasukan TNI Di Luar Negeri Yang Membuat Negara Lain Kagum

SURABAYA – Kiprah pasukan TNI dalam misi perdamaian PBB selalu membanggakan. Dengan kemampuan yang dimiliki dan memiliki akal yang cerdik pasukan TNI mampu melibas musuh-musuhnya.Bahkan, tentara dari negara lain angkat topi terhadap kiprah pasukan TNI bila ditugaskan dalam Misi PBB. Berikut beberapa kisah pasukan TNI yang membuat negara lain berdecak kagum :

Diceritkana bahwa pasukan Garuda saat bertugas di Libanon pernah menyelamatkan pasukan pengintai Spanyol yang sedang melakukan patroli. Saat itu posisi tim Spanyol benar-benar terjepit karena dikejar pasukan Hizbullah. Kisah ini dimuat dalam buku Kopassus untuk Indonesia yang ditulis Iwan Santosa dan EA Natanegara dan diterbitkan R&W.

60 pasukan Spanyol yang mengendarai 10 panser sedang berpatroli rutin. Mereka sempat mengambil foto dokumentasi kabel saluran air yang dicurigai sebagai kabel komunikasi milik Hizbullah. Ternyata aksi mereka diketahui Hizbullah. Dengan menggunakan 10 motor trail dan mobil, Hizbullah mengejar tentara Spanyol. Mereka menyandang AK-47 dan roket antitank. Tim pengintai Spanyol terpaksa meminta bantuan Kontingen Indonesia.

Maka setelah konflik mereda, anggota Pasukan Garuda menemui para tokoh Hizbullah. Mereka mencoba menerangkan ada kesalahpahaman antara Hizbullah dan Spanyol. Sikap Pasukan Indonesia yang ramah tamah ternyata mempunyai keuntungan. Apalagi rakyat Libanon dan Indonesia sama-sama beragama Islam. Setelah pasukan Garuda memberi penerangan, para anggota Hizbullah bisa memahami masalah tersebut. Mereka pun melupakan konflik yang terjadi dengan pasukan Spanyol dari United Nations Interim Force In Lebanon (UNIFIL) ini.

Ada lagi kisah menarik saat Pasukan Garuda II dikirim ke Kongo tahun 1960. Saat itu negara di belahan Afrika tersebut dirundung konflik berdarah. Kongo baru merdeka, namun rupanya Belgia belum rela negara jajahannya itu lepas seluruhnya. Konflik antar suku yang ditunggangi Belgia pun meletus penuh darah.

PBB mengirimkan pasukan UNOC (United Nations Operations in Congo). Indonesia menjadi salah satu negara yang ikut menyumbangkan pasukan. Di sana mereka harus menghadapi pasukan Kongo, yakni ANC (Army Nation of Colongese). Suatu hari pasukan ANC menggertak Markas Berkas UNOC di Leopodoldville. Mereka mengirimkan tank-tank bermanuver di dekat markas pasukan PBB itu.

Kebetulan yang menjadi penjaga markas adalah satu kompi pasukan Indonesia. Ada satu peleton antihuru-hara Marinir di kompi itu. Tantangan ANC langsung dijawab pasukan Marinir Indonesia. Mereka langsung berlari keluar. Sigap dengan enam buah senjata antitank siap tembak. Hal ini tak diduga ANC. Melihat aksi pasukan Indonesia siaga dengan senjata antitank, pasukan Kongo takut juga. Tank-tank itu langsung mundur meninggalkan Markas UNOC PBB.

Pasukan Garuda TNI di Kongo kembali mencatat prestasi membanggakan. Mereka berhasil mendamaikan pertikaian antar kelompok Suku Bantu dan Suku Twa di Desa Kabwela, Propinsi Tanganyika, Republik Demokratik Kongo. Prajurit TNI tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXIX-A/RDB (Rapid Depolyment Battalion) MONUSCO (Mission de L’Organisation des Nations Unies pour La Stabilisation en Republique Democratique du Congo).

Pertikaian tersebut terjadi pada akhir Desember yang lalu. Mengakibatkan beberapa desa di sekitarnya dibakar, sehingga menyebabkan warga meninggalkan desa untuk mencari perlindungan. Tercatat 3 warga meninggal dan 5 di antaranya luka-luka. Salah satu desa yang habis dibakar oleh Suku Twa adalah Desa Kambu.

Prajurit Satgas TNI yang dipimpin oleh Kapten Inf Agung Sedayu berhasil mempertemukan kedua pemimpin suku yang bertikai, yaitu Ketua Suku Bantu diwakili oleh Katuta Wa Katuta (Chief of Fatuma Village), Muyemba Funkwe (Chief of Kambu Village) dan ketua Suku Twa diwakili oleh Jendral Kamuti. Dalam mediasi tersebut dicapai kesepakatan damai antara kedua belah pihak dan tidak saling menyerang.(zm)

Artikel ini telah dibaca 2917 kali

loading...
Baca Lainnya

SEE EVERYBODY IN “THE NEW WORLD” SOON Azerbaijani Model In The Fight Against COVID-19

Emin Aliyev Chairman of The Association of Organic Producers and Exporters of Azerbaijan The World...

28 April 2020, 23:51 WIB

Ngeri! Pemerintahan Erdogan, 864 Bayi Dipenjarakan di Turki

TURKI –  Pemerintahan Turki yang di pimpin Erdogan menghancurkan demokrasi dan melanggar HAM dengan berbagai...

29 September 2019, 21:06 WIB

Ribuan Tanda Tangan Dukungan Warga Malang Tangkal Isu Provokatif Ajakan Kembali Warga Papua Ke Bumi Papua

Berbagai eksponen yang menamakan diri Solidaritas Indonesia (Solid) untuk NKRI serta Keluarga Besar Melanesia Malang...

5 September 2019, 12:22 WIB

Ajang Memperkenalkan Indonesia, KBRI Azerbaijan Kembali Gelar ICF 2019 September Mendatang

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Azerbaijan akan menyelenggarakan Indonesian Cultural Festival (ICF) 2019 di...

29 Agustus 2019, 09:37 WIB

Kebakaran Amazon, Presiden Brasil minta Dunia tak Ikut Campur

Jakarta – Presiden Brasil, Jair Bolsonaro, menuntut pihak asing tak ikut campur menyikapi kebakaran hutan...

Amazon/@EmmanuelMacron

23 Agustus 2019, 11:12 WIB

Papua nugini rusuh, Pesawat Dibakar

PNG – Papua Nugini telah menyatakan keadaan darurat, menangguhkan pemerintah provinsi dan mengirim pasukan bersenjata...

19 Agustus 2019, 14:17 WIB

loading...