Sabtu, 9 Februari 2019 - 16:36 WIB

Geli Banget! Calon Istri Perwira TNI Dites Keperawanan, Caranya Ekstrem

delikStory – Tentara Nasional Indonesia (TNI) punya adat tersendiri sebelum melakukan pernikahan. Ya, calon istri harus melakukan uji tes keperawanan.

“Saya diwajibkan ikut tes keperawanan karena katanya itu sudah menjadi adat di lembaga itu. Katanya tes itu untuk menjaga moral perempuan,” katanya yang tidak mau namanya dipublikasikan, khawatir ini akan mempengaruhi karier militer suaminya.

“Mengetahui perawan atau tidak perawan, kata mereka, adalah cara halus mencegah istri gila seks jika ditinggal suami bertugas,” tuturnya.

Kantor catatan sipil mensyaratkan surat izin pernikahan dari komandan kesatuan bagi setiap polisi dan tentara.

Sementara itu, kata perempuan tersebut, atasan calon suaminya baru mau menerbitkan izin jika ia bersedia menjalani tes keperawanan.

Perempuan itu menuturkan, tes keperawanan yang harus ditempuhnya digelar di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto, Jakarta. Awal 2017, ia bersama sejumlah perempuan lain yang hendak menikah dengan tentara menjalani tes kesehatan.

Namun ia menolak menjalani tes keperawanan usai melewati uji jantung, paru-paru, dan organ vital lain. Berasal dari keluarga militer, perempuan ini tak perlu menjalani tes virginitas.

Sebagai gantinya, ia harus mengisi selembar formulir yang menyatakan dirinya masih atau tidak lagi perawan.

“Saya keberatan dengan formulir itu. Kalau bilang sudah pernah berhubungan badan, pasti akan ditanyai dengan siapa.”

“Formulir itu akan diberikan ke atasan calon suami sehingga dia tahu siapa saja yang masuk ke persatuan istri-istri tentara, yang masih dan sudah tidak perawan,” ujarnya.

Di TNI, setiap istri tentara bergabung dalam perkumpulan yang sesuai dengan institusi suaminya. Perkumpulan istri perwira Angkatan Laut adalah Jalasenastri, sementara Angkatan Darat bernama Persit Kartika Chandra Kirana dan Angkatan Udara bernama PIA Ardhya Garini.

HRW menyebut tes keperawanan yang disebut ‘kejam dan mendiskriminasi perempuan’ itu diduga masih langgeng di Polri dan TNI setelah perihal itu memantik pro dan kontra tahun 2014.

“Tidak ada kemauan politik untuk melindungi hak-hak perempuan Indonesia,” kata Nisha Varia dari Human Rights Watch dalam keterangan tertulis.

Nisha Varia menuturkan, tes keperawanan di kepolisian dan tentara dilakukan dengan memasukkan jari telunjuk dan jari tengah ke dalam vagina untuk mengetahui keutuhan selaput dara.

Metode tersebut, menurut Nisha, tidak memiliki basis argumen ilmiah yang sahih. “Perempuan-perempuan menyebut tes itu menyakitkan, memalukan, dan traumatis,” ujarnya.

Artikel ini telah dibaca 9276 kali

loading...
Baca Lainnya

Ternyata, Lucinta Luna Sudah Beristri, Polisi Bingung Masuk Ke Sel mana

Jakarta – Di luar penangkapan Lucinta Luna terkait narkoba, ada kisah yang lebih menyita atensi....

Ilustrasi

12 Februari 2020, 14:14 WIB

Ditangkap, Identitas Lucinta Luna Terungkap, Pipis berdiri

Jakarta – Lucinta Luna ditangkap tim satnarkoba Polres Jakarta Barat, Selasa (11/2) pagi. Ia diamankan...

Ilustrasi

12 Februari 2020, 10:47 WIB

Jelang Akhir Tahun, FPMSI Akan Gelar Diskusi Bersama Warganet Menuju Indonesia Maju

Beragam pemikiran tentang optimisme Indonesia pada masa mendatang, tentunya membutuhkan prakondisi yang harus segera diwujudkan...

14 Desember 2019, 12:00 WIB

Cerita Pelaku Pembunuh, Onani Diatas Mayat Wanita Yang Habis Diperkosa

DelikStory – Shalahudin Al Ayyubi (24) kini harus mendekam di penjara setelah ditangkap polisi terkait...

Ilustrasi Pemerkosaan

11 Oktober 2019, 10:01 WIB

Baru Nikah, Istri Kedapatan Suami Tanpa Busana Bareng Adik

Delikstory – Pria di Surabaya ini, tergoda dengan tubuh aduhai sang adik yang masih duduk...

Ilustrasi Pemerkosaan

28 September 2019, 12:42 WIB

Miris Banget, Gadis 16 Tahun Diperkosa bergilir, Ini yang terjadi

Delikstory – Gadis 16 tahun sebut saja bunga warga desa Cimanggu, Kecamatan Cikembar kabupaten Sukabumi,...

Ilustrasi Pemerkosaan

22 September 2019, 18:39 WIB

loading...