Selasa, 12 Februari 2019 - 12:31 WIB

Progres pembangunan kereta Api Bandara Adi Soemarmo Boyolali/deliknews.com

Progres pembangunan kereta Api Bandara Adi Soemarmo Boyolali/deliknews.com

Kereta Bandara Adi Soemarmo belum selesai, Target Jokowi Molor

Solo – Kereta Bandara Adi Soemarmo Boyolali yang ditargetkan selesai oleh Presiden Joko Widodo pada 2018, molor.

Rencananya, Kereta Api Bandara itu akan tersambung hingga ke Stasiun Solo Balapan. Mestinya pada februari 2019 ini telah beroperasi, namun menurut informasi proyek tersebut belum selesai.

Terpantau deliknews.com, Selasa (12/2/2019) di Bandara Adi Soemarmo, tampak stasiun KA Bandara yang berada di selatan Terminal sudah selesai dibangun, beberapa tiang pancang masih on progres pembangunan.

Sedangkan jalur rel yang akan berdiri lantai atas tiang pancang itu belum terpasang, sejumlah pekerja proyek itu pun terlihat masih terus mengerjakan disisi timur, tepatnya di sebelah stasiun KA.

Danar, Humas Angkasa Pura 1 Bandara Adi Soemarmo,melalui salah satu stafnya menyampaikan bahwa hingga kini proyek kereta api Bandara yang menghubungkan Bandara Adi Soemarmo dengan Stasiun Solo Balapan belum rampung.

“Diperkirakan nanti pertengahan 2019 akan selesai pembangunannya, saat ini masih dalam tahap pengerjaan”Ungkapnya.

Sebelumnya, General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Adi Soemarmo Solo, Abdullah Usman,memperkirakan KA Bandara-Solo baru dapat beroperasi pada Mei 2019. Adapun hingga saat ini, progress pembangunan mencapai 73 persen.

“Tinggal menyelesaikan lantai atas dan rel kereta api,” ujar dia.

Menurutnya, terdapat kesulitan untuk menyambungkan rel dari stasiun bandara hingga jalur di depan Bandara Adi Soemarmo Boyolali.

Sekedar diketahui, KA Bandara Adi Soemarmo memiliki jalur sepanjang 13 kilometer (km) yang terdiri dari tiga km jalur yang sudah ada ditambah dengan 10 km pembuatan jalur baru. Pembangunan sudah berjalan sejak 2017.

Kemenhub menyebutkan investasi pembangunan kereta bandara mencapai Rp820 miliar yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017 dan 2018.

Artikel ini telah dibaca 1174 kali

loading...
Baca Lainnya

Masyarakat Menolak Keberadaan KAMI

Oleh : Dodik Prasetyo Keberadaan KAMI makin meresahkan masyarakat dengan pernyataannya yang kontroversial dan mendapat...

23 Oktober 2020, 22:40 WIB

Cerita Kabaharkam Polri Ajak Perangkat Desa Kembangkan Inovasi

JAKARTA  РKepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Agus Andrianto, menerima audiensi DPD...

23 Oktober 2020, 21:44 WIB

Otsus Jilid II Memajukan Papua

Oleh : Abner Wanggai Otonomi khusus (Otsus) Papua memang sudah semestinya mendapatkan dukungan dari banyak...

23 Oktober 2020, 16:38 WIB

Masyarakat Jangan Ragu Manfaat Vaksin Covid-19

Oleh : Dimas Sangkoro Vaksin Covid-19 telah melalui tahap uji klinis yang ketat serta pengawasan...

23 Oktober 2020, 16:18 WIB

Waspada provokasi KAMI Menebar Hoax

Oleh : Raavi Ramadhan KAMI adalah organisasi yang banyak dibicarakan orang, namun sayang bukan karena...

23 Oktober 2020, 03:13 WIB

UU Cipta Kerja, Upaya Pemerintah Antisipasi Bonus Demografi

Oleh : Hanafi Adnan UU Cipta Kerja yang baru disahkan Pemerintah merupakan upaya untuk mempermudah...

22 Oktober 2020, 20:57 WIB

loading...