Jumat, 22 Februari 2019 - 17:51 WIB

Bandara Kulon Progo Berbahaya, Pakar : Ada Bahaya Tsunami

Yogyakarta – Proyek Bandara New Yogyakarta Internasional Airport (NYIA) di Kulon Progo, provinsi Yogyakarta memunculkan polemik.

Ini karena Bandara yang dimuluskan Pemerintah Joko Widodo melalui Perpres 98 tahun 2017 tentang percepatan pembangunan Bandara Kulon Progo merupakan daerah rawan bencana Tsunami.

Peneliti tsunami dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Widjo Kongko menyebutkan bandara baru di Kabupaten Kulon Progo berpotensi terancam tsunami setinggi 10-15 meter di bibir pantai.

Widjo telah memodelkan tinggi tsunami 10-15 meter. Ada tumbukan dua lempeng besar (Megathrust) di selatan Jawa yang berpotensi menimbulkan gempa bumi dan tsunami. Menurut dia, kajian terbaru dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menunjukkan magnitude gempa berpotensi 9 skala Richter.

Setiap daerah subduksi berpotensi menimbulkan gempa bumi dan tsunami pada skala katastropik dengan magnitude 9 skala Richter Potensi itu satu rangkaian daerah subduksi Sumatera, Sunda, Jawa bagian selatan hingga ke timur.

Para ahli dari LIPI menemukan deposit tsunami mulai dari Lebak hingga Bali yang berumur tua. Sumber gempa lebih dari 8,5 skala Richter, yakni sekitar 9 skala Richter. Dari sisi sebarannya, peneliti menemukan sedimen itu lebih dari 1,5 kilometer.

Kajian LIPI teranyar menguatkan dan mengkonfimasi potensi gempa dan tsunami besar. “Runway Bandara NYIA cuma 300 meter dari bibir pantai. Secara scientific pasti terendam,” kata Widjo.

Berdasarkan buku peta sumber gempa 2017, terdapat lima megathrust, yakni Enggano, Selat Sunda, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sunda. Panjangnya sekitar lebih dari 2.000 kilometer. “Megathrust yang paling dekat adalah megathrust Jawa Barat dan Jawa Timur.

Widjo sudah membuat pemodelan potensi gempa dan tsunami Bandara NYIA sejak 2013. Potensi gempa dan tsunami bisa saja menyamai tsunami Tohoku atau Sendai di Jepang pada 11 Maret 2011. Kejadian itu tercatat menjadi tsunami paling mematikan abad ke-21.

Gelombang tsunami setinggi 10 meter dengan kecepatan hingga 800 km/jam melanda Fukushima. Sedikitnya 18.000 orang meninggal dan 2.500 orang dinyatakan hilang.

Artikel ini telah dibaca 171 kali

loading...
Baca Lainnya

Tata Cara dan Etika Penagihan Pinjaman Online yang Benar

Seperti yang kita ketahui, pinjaman online adalah salah satu layanan peminjaman uang dan diperuntukan bagi...

Financial manager using smartphone at her workplace, view from the top

17 September 2020, 16:24 WIB

Dampak Covid-19, Warga Barsel Masih Enggan Mengunjungi Tempat Wisata Banyu Habang

Buntok – pandemi covid-19 sangat berdampak sekali terhadap sepinya pengunjung ke tempat Wisata Banyu Habang....

16 Agustus 2020, 01:39 WIB

UMKM Klaster Unggas Binaan SIG, Terus Berkembang Ditengah Pandemi Covid-19

Tuban – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) terus berupaya meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM mitra...

13 Agustus 2020, 14:41 WIB

Petani Desa Fagoe Menerapkan Program TPJS Meski Belum Dapat Sosialisasi Dari Dinas Pertanian Malaka

Malaka- para petani di Desa Fafoe Kabupaten Malaka sudah melakukan menanam jagung dengan sistim doubel...

15 Mei 2020, 18:56 WIB

Penenun Kain Tradisional Desa Lakulo Alami Kendala Pemasaran

Malaka – produksi dari penenun kain tradisional di desa Lakulo kecamatan Weliman masih memiliki kendala...

11 Mei 2020, 15:12 WIB

Dampak Covid19, Pedagang Aneka Kue Khas Romadhan Di Aceh Singkil Terancam Gulung Tikar

Singkil – Para pedagang kue untuk berbuka puasa di lokasi Jln. Sudirman yang musiman di...

5 Mei 2020, 19:20 WIB

loading...