Sabtu, 2 Maret 2019 - 13:48 WIB

Survei Elektablitas Y-Publica di Dapil Jatim 1, Mengejutkan

Surabaya – Survei terbaru dari Y-Publica di daerah pemilihan (Dapil) Surabaya-SIdoarjo menunjukkan PDIP berpeluang mendapatkan tiga kursi, sedangkan PKB dua kursi.

Bambang DH, Puti Guntur Soekarno, dan Indah Kurniawati dari PDIP diprediksi bakal melenggang ke Senayan. Dari PKB ada nama Syaikhul Islam dan Fandi Utomo.

Bambang DH merupakan mantan wali kota Surabaya, sedangkan Puti Guntur merupakan cucu proklamator Bung Karno pernah maju sebagai calon wakil gubernur Jawa Timur. Tiga nama lainnya adalah calon anggota legislatif (caleg) petahana.

“Perolehan kursi PDIP dan PKB pada pemilihan anggota legislatif (Pileg) mendatang tidak mengalami perubahan dari Pileg 2014,” kata Direktur Eksekutif Y-Publica, Rudi Hartono, Jumat, 1 Maret 2019.

Menurut Rudi, PDIP dan PKB memiliki basis pemilih konvensional yang cukup besar di Jawa Timur.

Bambang DH meraih elektabilitas tertinggi sebesar 9,0 persen, disusul caleg petahana PKB Syaikhul Islam (8,4 persen) dan Puti Guntur (7,9 persen).

Kemudian caleg petahana PDIP Indah Kurniawati (3,4 persen) dan Fandi Utomo dari PKB (3,1 persen). Caleg petahana dari parpol lain masuk dalam jajaran 10 hingga 20 besar urutan elektabilitas.

Adies Kadir dari Golkar mencatat elektabilitas 4,3 persen. Lalu Sungkono dari PAN (2,9 persen), Bambang Haryo Soekarto dari Gerindra (2,5 persen), Arzeti Bilbina dari PKB (2,1 persen), dan Sigit Sosiantomo dari PKS (0,9 persen).

“Fandi Utomo yang pindah partai memiliki basis pemilih yang kuat, tidak demikian dengan petahana seperti Arzeti dan Sigit,” tutur Rudi.

“Yang menarik, caleg pendatang baru seperti Ahmad Dhani masih memiliki elektabilitas tinggi meskipun sudah berstatus terdakwa dan ditahan,” lanjut Rudi.

Elektabilitas Dhani yang maju dari Gerindra bertengger pada angka 6,8 persen. Caleg lain yang cukup fenomenal adalah Andy Budiman dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang meraih elektabilitas 4,6 persen.

“Dengan memposisikan diri pada ceruk pemilih urban yang rasional dan terdidik, Andy Budiman berhasil menembus papan atas elektabilitas,” jelas Rudi.

Sikap PSI yang lantang menyuarakan isu toleransi turut berkontribusi menaikkan elektabilitas, selain seringnya kemunculan Andy di televisi nasional. Menurut Rudi, PSI berpeluang kuat merebut satu kursi dari dapil Jatim I.

Elektabilitas caleg PSI melampaui parpol baru lainnya seperti Berkarya dan Perindo. Priyo Budi Santoso dari Berkarya hanya meraih elektabilitas 1,9 persen, sedangkan Angela HT 0,8 persen. Ada pula dua caleg PSI lainnya yaitu Dhimas Anugrah (0,4 persen) dan Anis Julaikah (0,1 persen). “Selain itu masih ada 23,6 persen yang belum menentukan pilihan,” pungkas Rudi.

Survei Y-Publica dilakukan pada 21-30 Januari 2019 di dapil Jatim I. Dalam Pileg 2019, dapil Jatim I mendapat alokasi 10 kursi. Jumlah responden sebanyak 800 orang mewakili tiap kecamatan. Sampel dipilih secara acak bertingkat, dengan margin of error 3,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Artikel ini telah dibaca 1265 kali

loading...
Baca Lainnya

Kabaharkam Polri Jadi Narsum Manajemen Talenta Polri Untuk Lulusan Akpol 2019

JAKARTA – Kabaharkam Polri Komjen Pol Agus Andrianto, menjadi narasumber pada kegiatan Manajemen Talenta Polri...

11 Agustus 2020, 20:10 WIB

Adaptasi Kebiasaan Baru Merupakan Inovasi Cerdas Lawan Pandemi Covid-19

Oleh: Teguh Amirrudin (Ketua Forum Pegiat Media Sosial Independen Regional Depok) Melalui Kementerian Kesehatan, penggunaan...

11 Agustus 2020, 16:17 WIB

RUU BPIP Mendapat Dukungan Masyarakat

Oleh : Angga Gumilar Secara resmi pemerintah telah menarik Rancangan Undang undang Haluan Ideologi Pancasila...

10 Agustus 2020, 20:31 WIB

Peran Milenial Dalam Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Indonesia Sehat dan Kuat

Oleh: Ethan Narendra (Ketua Forum Pegiat Media Sosial Independen Regional Riau) Generasi milenial punya peranan...

10 Agustus 2020, 20:15 WIB

Pemerintah Siapkan Bantuan Bagi Pekerja

Oleh : Sthira Yudistira Kalangan pekerja akan mendapat bantuan langsung tunai sebesar 600.000 rupiah per...

10 Agustus 2020, 20:00 WIB

Patuhi Protokol Kesehatan, Pandemi Masih Belum Berakhir

Oleh : Sofyan Wanandi Kita harus sepakat bahwa pandemi covid-19 belum berakhir. Ketidakpatuhan terhadap protokol...

10 Agustus 2020, 18:33 WIB

loading...