Kamis, 14 Maret 2019 - 08:19 WIB

Ada Lobi khusus Pembebasan Siti Aisyah, PM Mahathir Angkat Suara

Jakarta – Warga Negara Indonesia, Siti Aisyah, dinyatakan bebas atas tuduhan pembunuhan saudara tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, yakni Kim Jong Nam. Siti dibebaskan dan telah sampai di Indonesia pada Senin (11/3).

Sebelumnya, pihak Duta Besar Indonesia mengungkap peran pemerintah Indonesia dalam memfasilitasi pembebasan Siti. Berdasarkan penjelasan Dubes Indonesia untuk Malaysia, Rusdi Kirana, Joko Widodo sempat menggelar pertemuan khusus dengan pihak penegak hukum Malaysia.

“Upaya ini sebelumnya juga selalu diangkat dalam setiap pertemuan bilateral Indonesia-Malaysia, baik pada tingkat Presiden, Wakil Presiden, maupun pertemuan reguler Menteri Luar Negeri dan para Menteri lainnya dengan mitra Malaysia-nya,” terang Rusdi pada Senin (11/3).

“Di antaranya pada pertemuan Presiden RI dengan Perdana Menteri Malaysia pada 29 Juni 2018 di Bogor serta pertemuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI dengan Perdana Menteri Malaysia pada tanggal 29 Agustus 2018 di Putrajaya, Malaysia.”

Akan tetapi, pernyataan soal Jokowi melobi pemerintah Malaysia untuk pembebasan Siti Aisyah tersebut dibantah tegas. Bantahan datang dari Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohammad.

Mahathir menjelaskan jika pembebasan Siti dilakukan sesuai dengan Undang-Undang. ” Itu proses yang sesuai undang-undang, ada hak menarik dakwaan, itu dilakukan,” terang Mahathir seperti dilansir Malaysia Kini pada Selasa (12/3) kemarin.

Mahathir menjelaskan jika pembebasan Siti Aisyah memang dilakuan sesuai dengan prosedur dan keputusan pengadilan. Ia menjelaskan ada hak bagi penegak hukum Malaysia untuk mencabut kembali tuntutan atas terdakwa.

“Saya tidak menerima informasi apa-apa,” sambung Mahathir. “Ini keputusan pengadilan, dan dia diadili dan tuduhan ditarik kembali. Ini adalah proses yang sah, ada hak untuk menarik kembali tuntutan.”

Sementara itu, Warga Negara Vietnam yang didakwa bersama Siti Aisyah, Doan Thi Huong, masih terus menjalani pemeriksaan. Beda dengan Siti Aisyah, Doan masih berstatus terdakwa kasus pembunuhan Kim Jong Nam di Malaysia.

Sebelumnya, diungkap jika bukti dari baju Kim Jong Nam membuat Siti Aisyah dibebaskan. Disebutkan bahwa DNA Siti Aisyah tak ada dalam baju yang dikenakan Kim Jong Nam saat ia meninggal dunia.

Artikel ini telah dibaca 1526 kali

loading...
Baca Lainnya

ULP Pasar Atom Diresmikan, Kanim Imigrasi Tanjung Perak Dapat Acungan Jempol

Surabaya – Guna memanjakan masyarakat Surabaya yang berada di wilayah Utara untuk pengurusan paspor ,...

22 Oktober 2019, 13:45 WIB

Bambang Haryo Sebut Penambahan Nomenklatur Perpanjang Birokrasi, Bebani APBN

Jakarta – Rencana Presiden Joko Widodo menambah dan merombak nomenklatur kementerian/lembaga serta menambah jabatan wakil...

Bambang Haryo Soekartono, anggota DPR-RI dari Dapil Surabaya-Sidoarjo

22 Oktober 2019, 09:52 WIB

Jokowi Tambah Nomenklatur, Bambang Haryo : Akan Beratkan APBN

Jakarta – Presiden Joko Widodo akan menambah Nomenklatur di Kementerian pada kabinet Pemerintahan Jokowi-Amin, setidaknya...

Bambang Haryo Soekartono, anggota DPR-RI dari Dapil Surabaya-Sidoarjo

21 Oktober 2019, 21:38 WIB

Dipanggil Jokowi, Prabowo dan Edhy Prabowo Merapat ke Istana

Jakarta – Ketum Gerindra Prabowo Subianto tiba ke Istana Negara untuk bertemu dengan Presiden Joko...

Prabowo Subianto

21 Oktober 2019, 16:26 WIB

Jelang Pengumuman Menteri, Prabowo ke Istana sore Ini

Jakarta – Jelang Pengumuman kabinet Presiden Joko Widodo dan Ma’ruf Amin beberapa tokoh dan petinggi...

Prabowo Subianto

21 Oktober 2019, 15:41 WIB

Bambang Haryo Khawatirkan Posisi Wakil Menteri Jokowi Beratkan APBN

Jakarta – Presiden Joko Widodo akan mengumumkan kabinet jilid II, pada Senin (21/10). Dalam lansirannya,...

Bambang Haryo Soekartono, anggota DPR-RI dari Dapil Surabaya-Sidoarjo

21 Oktober 2019, 11:23 WIB

loading...