Nasional

Kamis, 14 Maret 2019 - 10:13 WIB

2 bulan yang lalu

logo

Bambang Haryo saat Talk Show di i-news tv Jakarta, Rabu (13/3)

Bambang Haryo saat Talk Show di i-news tv Jakarta, Rabu (13/3)

Boeing 737 Max 8 Distop Terbang, Ini Sikap Anggota DPR-RI Bambang Haryo

Jakarta – Anggota Komisi V DPR-RI, Bambang Haryo Soekartono mengambil sikap atas penghentian terbang pesawat boeing 737 Max 8 dan 9, usai jatuhnya Ethiopian Airlines tujuan Nairobi.

Menurut Bambang, dirinya menyambut baik kebijakan Pemerintah melarang pesawat jenis tersebut untuk terbang di Indonesia, lantaran hal itu dapat menyelamatkan nyawa publik.

“Nyawa publik ini sangat penting, tidak bisa dibeli dengan apapun, dikasih 2.000 Triliun pun tidak mau, artinya lebih baik mereka tidak dapat uang dari pada kehilangan nyawa” Kata Bambang Haryo, di Gedung DPR-RI, Kamis (14/3).

Dilanjutkan Caleg DPR-RI dari Partai Gerindra dapil Surabaya-Sidoarjo, Max 8 ini sebelumnya juga dilarang terbang sampai adanya penyelidikan, pasca jatuhnya pesawat Lion Air JT610 yang menewaskan 64 penumpang.

“Pihak FBI (Federal Bureau of Investigation) harus dilibatkan untuk memberikan rekomendasi, apakah pesawat itu sudah aman atau belum, termasuk juga melibatkan otoritas penerbangan Amerika agar dapat menilai pesawat yang layak jual ke luar negeri ini semuanya aman”Ungkap BHS, panggilan akrab Bambang Haryo Soekartono.

Sebelumnya, kemenhub menyatakan akan terus melakukan pengawasan pada pesawat Boeing 737 MAX 8 yang beroperasi di Indonesia yang sudah dilakukan sejak Oktober 2018.

“Hingga saat ini kami terus melakukan langkah-langkah perbaikan mulai dari prosedur operasional maupun additional training serta menindaklanjuti Airworthiness Directive yang dikeluarkan Federal Aviation Administration,” jelas Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Polana B Pramesti dalam keterangan tertulisnya, Senin (11/3) lalu.

Selain pengawasan terhadap pengoperasian pesawat, Polana menambahkan,dirinya juga bekerjasama dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Boeing, maupun lembaga penerbangan dunia seperti FAA untuk terus melakukan evaluasi terkait kecelakaan pesawat jenis Boeing 737 MAX 8. Katanya.

Artikel ini telah dibaca 1158 kali

Baca Lainnya
loading…