Kamis, 14 Maret 2019 - 16:41 WIB

Wapres Sebut Jangan ada Asing di Proyek Infrastruktur

Jakarta – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengimbau agar pembangunan proyek infrastruktur dalam negeri bisa sepenuhnya lepas dari kontribusi asing di masa mendatang, baik dari sisi perusahaan maupun sumber daya manusia.

Ia ingin kontribusi pembangunan infrastruktur di Indonesia sepenuhnya berasal dari para kontraktor nasional, baik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun swasta di pusat dan daerah.

Ia menyontohkan proyek infrastruktur berupa alat transportasi, yakni Moda Raya Terpadu (Mass Rapid Transit/MRT) Jakarta. Proyek anyar itu masih melibatkan campur tangan asing dalam pembangunannya.

Buktinya, proyek tersebut mendapat pinjaman pembiayaan dari Japan International Cooperation Agency (JICA), perusahaan pembiayaan dari Jepang. Selain itu, ada beberapa bagian pengawasan yang dijabat oleh profesional asing.

Di sisi lain, proyek transportasi yang sepenuhnya sudah dikerjakan oleh kontraktor nasional yakni, Lintas Rel Terpadu (Light Rapid Transit/LRT) Jabodebek. Pembangunannya dilakukan oleh perusahaan pelat merah, PT Adhi Karya (Persero) Tbk.

“Sekarang ini di Indonesia, (kontribusi) kontraktor asing yang cukup full hanya MRT kemarin. Tapi LRT sudah manfaatkan perusahaan nasional,” ucapnya di Musyarawah Nasional Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Munas Gapensi) di JCC Senayan, Kamis (14/3).

Menurut JK, pembangunan proyek infrastruktur perlu sepenuhnya dikuasai oleh kontraktor dalam negeri agar pembangunan yang berorientasi pada efisiensi biaya hingga kualitas tinggi bisa tercapai.

Menurut dia, pengerjaan infrastruktur oleh kontraktor nasional sejatinya bukan perkara sulit. Pasalnya, ia menyebut sumber daya manusia di Indonesia sudah cukup mumpuni.

Hal ini tak lepas dari perjalanan panjang pengerjaan infrastruktur di Tanah Air yang sebelumnya sudah mendapat peralihan ilmu dan pengalaman dari asing karena sering bekerja sama.

“Orang Indonesia itu memang harus dipaksa. Dulu bandara dibangun aisng, tapi sekarang tidak boleh ada kontraktor asing yang bekerja di bandara. Arsiteknya pun orang Indonesia. Itu semua tidak sulit seperti yang dibayangkan,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono turut mengamini permintaan JK. Ia mengatakan pembangunan infrastruktur yang sepenuhnya dikerjakan oleh kontraktor nasional sebenarnya sudah dilakukan.

“Kalau di proyek PUPR, hampir semua sudah di dalam negeri. Kalau yang rumit seperti MRT masih ada, tapi saya yakin MRT fase kedua sudah banyak orang Indonesia untuk yang HI-Kampung Bandan,” ungkapnya pada kesempatan yang sama.

Lebih lanjut, menurutnya, permintaan wakil kepala negara sangat mungkin dilakukan. Pasalnya, saat ini jabatan yang diisi oleh pihak asing dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia hanya sebatas pengawas. “Pelan-pelan, sekali diajari pasti bisa,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 2126 kali

loading...
Baca Lainnya

Aksi Demo Tolak RUU HIP Ditunggangi Pro Khilafah

Oleh : Dodik Prasetyo Demonstrasi yang dilakukan di depan gedung DPR/MPR beberapa saat lalu adalah...

6 Juli 2020, 13:37 WIB

Mendukung Program Pemulihan Ekonomi Nasional

Oleh : Dodik Prasetyo Krisis ekonomi di Indonesia yang terjadi akibat pandemi Covid-19 membuat keadaan...

6 Juli 2020, 08:47 WIB

Masyarakat Harus Patuhi Protokol Kesehatan di Era New Normal

Oleh : Dodik Prasetyo Era new normal membuat kehidupan masyarakat seolah-olah bangkit kembali. Banyak tempat...

5 Juli 2020, 22:07 WIB

Mewaspadai Provokasi Tolak RUU HIP

Oleh : Reza Pahlevi Rancangan undang-undang haluan ideologi pancasila masih menjadi isu panas di masyarakat...

5 Juli 2020, 19:21 WIB

Sambangi Petugas Parkir, Personel Polsek Rajeg Sampaikan Kamtibmas

TANGERANG – Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Polsek Rajeg Polresta Tangerang Polda Banten...

5 Juli 2020, 16:59 WIB

Polsek Balaraja Gencarkan Sosialisasi Protokol Kesehatan

TANGERANG – Bhabinkamtibmas Polsek Balaraja Polresta Tangerang Polda Banten terus melakukan sosialisasi dan edukasi tentang...

5 Juli 2020, 16:51 WIB

loading...