Kamis, 21 Maret 2019 - 08:08 WIB

Bambang Haryo Soekartono di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang Rabu (20/3)

Bambang Haryo Soekartono di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang Rabu (20/3)

Kunker di Semarang, Bambang Haryo Dorong Pengembangan Pelabuhan di Pati

Semarang – Anggota komisi V DPR-RI Bambang Haryo Soekartono, Rabu pagi (20/3) melakukan kunjungan kerja ke Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Jawa Tengah.

Dalam kunjungannya, anggota fraksi Gerindra ini mengatakan load faktor di terminal  Pelabuhan Tanjung Emas masih cukup baik, dari sisi penumpang maupun logistik, dimana fasilitas terminal penumpang maupun logistik peti kemas, masih mempunyai load faktor dikisaran 50%.

“Untuk jangka waktu 5 sampai 10 tahun mendatang, masih memungkinkan Pelabuhan ini untuk melayani penumpang dan kontainer dengan catatan butuh penanganan banjir rob sementara, dengan cara  melakukan peninggian daripada dermaga maupun terminal”Kata Bambang, di Terminal tanjung emas, Semarang.

Dari informasi yang diterimanya, Bambang menyebut peninggian terminal dan dermaga ini membutuhkan anggaran 6 milyar per tahun,

“daripada dipakai untuk LRT  yang tidak ada manfaat, lebih baik dipakai untuk penanganan rob, karena dapat menimbulkan multiplayer efek, dan itu hanya menggunakan anggaran Rp 6Milyar pertahun.

Sementara itu, kata Caleg DPR-RI dapil Surabaya-Sidoarjo ini, untuk penanganan permanen, dari banjir rob dibutuhkan penelitian melibatkan kementerian PU dan Kementerian perhubungan serta APBN untuk membangun dinding pencegah pergeseran tanah dasar laut.

“Seperti yang dilakukan pada pembangunn pelabuhan laut dan udara di kobe serta amsterdam tentu membutuhkan dana besar tetapi menyelamatkan barang, uang dan nyawa publik serta memberikan satu peluang tanah tanah yang tergenang air laut itu bisa dicegah untuk penambahan kapasitas fasilitas kepelabuhanan.”Ungkapnya

Akan tetapi, bila ini sudah overload, maka Bambang mendorong pengembangan pelabuhan di wilayah Kabupaten Pati yang sangat visible aman, dari gelombang akibat angin barat karena tertutup pegunungan muria, dan tentunya bisa diintegrasikan dengan pembangunan kawasan industri yang juga terintegrasi dengan jalur kereta yang akan didorong komisi V untuk antisipasi lonjakan logistik jalur pantura.

Artikel ini telah dibaca 1703 kali

loading...
Baca Lainnya

Kedisiplinan Masyarakat Penentu Fase New Normal

Oleh : Dodik Prasetyo Pandemi covid-19 diperkirakan akan mencapai waktu yang lebih lama dari prediksi...

29 Mei 2020, 00:54 WIB

Radikalisme Ancam Keutuhan Bangsa

Oleh : Zakaria Radikalisme di Indonesia memang menjadi masalah yang serius, secara sederhana radikal merupakan...

29 Mei 2020, 00:03 WIB

Tetap Produktif & Aman Covid-19, Polres Majalengka Perkuat Ketahanan Pangan Bersama Masyarakat

MAJALENGKA – Dampak pandemi Covid-19 benar-benar dirasakan masyarakat. Apalagi New Normal bakal segera diterapkan di...

28 Mei 2020, 23:05 WIB

New Normal, Polres Majalengka Sulap Lingkungan Jadi Lumbung Ketahanan Pangan

MAJALENGKA – Sebuah inovasi, menginspirasi Polres Majalengka Polda Jawa Barat. Di tangan kepemimpinan Kapolres Majalengka...

28 Mei 2020, 22:57 WIB

Protokol Pencegahan Penularan Covid-19 Bagi Aparat Negara yang Bertugas

JAKARTA – Kabaharkam Polri Komjen Pol Agus Andrianto mengungkap 13 poin protokol pencegahan penularan Corona...

28 Mei 2020, 22:44 WIB

Selama 40 Hari PSBB, Polresta Tangerang Keluarkan 10.013 Teguran Simpatik

TANGERANG – Polresta Tangerang Polda Banten mengeluarkan sebanyak 10.013 teguran kepada pengendara kendaraan, sejak hari...

28 Mei 2020, 20:16 WIB

loading...