Bisakah KPK Tangkap Gubernur Jatim, Khofifah? Ini Jawabannya

- Editorial Staff

Sabtu, 23 Maret 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Khofifah saat pelantikan (Ist)

Khofifah saat pelantikan (Ist)

Surabaya – Gubernur Jatim terpilih, Khoifah Indar Parawansa (KIP) mulai was-was dan panas dingin, ini karena Gubernur perempuan pertama di Jatim itu sedang terseret kasus jual beli jabatan.

Khofifah terkena imbas pasca penangkapan Romahurmuziy ketum PPP di Hotel Bumi Surabaya, minggu lalu, dalam kasus itu Romi menyebutkan jika Khofifah pernah merekomendasikan seseorang untuk menduduki posisi kepala Kemenag Wilayah Jatim.

Baca Juga :  KPK Resmi Panggil Sekretaris BPBD Sidoarjo, Soal Apa?

Meski nama Khofifah disebut Romi, KPK sepertinya belum mau terburu-buru menindaklanjuti, ataukah KPK hanya memberikan waktu untuk khofifah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menegaskan, Nama-nama atau informasi-informasi atau hal-hal lain itu sebenarnya bisa disampaikan langsung kepada penyidik kalau memang relevan,.kata Febri.

Febri mengatakan, penyidik tentunya lebih dulu menilai relevansi nama-nama yang disebutkan Rommy sebelum melakukan penyidikan. Apakah nama-nama tersebut masuk dalam pokok perkara atau tidak.

Baca Juga :  KPK Resmi Panggil Sekretaris BPBD Sidoarjo, Soal Apa?

“Setiap tersangka bisa saja menyebut nama-nama, siapa pun mereka. Tapi KPK punya tanggung jawab untuk menilai relevansinya dengan kasus,” ujarnya.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan Rommy dan Haris sebagai tersangka kasus jual beli jabatan di lingkungan Kemenag. Selain itu, Kakanwil Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahad turut ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus yang sama.

Baca Juga :  KPK Resmi Panggil Sekretaris BPBD Sidoarjo, Soal Apa?

Kasus ini terungkap setelah KPK menangkap Rommy dan dua tersangka lain, beberapa waktu lalu. Dalam OTT itu, KPK menyita uang sebesar Rp 156 juta. Uang suap tersebut diterima Rommy dari Muafaq dan Haris untuk memuluskan jabatan mereka di Kanwil Kemenag Jatim.

Berita Terkait

Tinjau Terminal Purabaya, Bambang Haryo Minta Pemkab Sidoarjo Cari Solusi Perbaiki
Kapolda Jatim Berpesan ke KPU Usai Jenguk Petugas Pemilu yang Sakit
Perolehan Suara Caleg DPR-RI Dapil Jatim 1, Bambang Haryo kokoh di Puncak
Terminal Purabaya Bersih dari Sampah, DLHK Akan Terus Awasi
Ambulans Logo Demokrat Tabrak 5 Motor di Simokerto
Proyek Talud, Penanganan Long Segment Jalan Ruas Bungkus-Sidodadi Madiun Diduga Tidak Sesuai Spek.
Suara Berkurang, Caleg PPP Bangkalan Ngamuk!
Pemkot Malang Rencana Tertibkan PKL di Kayutangan!

Berita Terkait

Kamis, 29 Februari 2024 - 14:03 WIB

Tinjau Terminal Purabaya, Bambang Haryo Minta Pemkab Sidoarjo Cari Solusi Perbaiki

Selasa, 27 Februari 2024 - 11:27 WIB

Kapolda Jatim Berpesan ke KPU Usai Jenguk Petugas Pemilu yang Sakit

Senin, 26 Februari 2024 - 10:59 WIB

Perolehan Suara Caleg DPR-RI Dapil Jatim 1, Bambang Haryo kokoh di Puncak

Minggu, 25 Februari 2024 - 21:12 WIB

Terminal Purabaya Bersih dari Sampah, DLHK Akan Terus Awasi

Minggu, 25 Februari 2024 - 21:07 WIB

Ambulans Logo Demokrat Tabrak 5 Motor di Simokerto

Sabtu, 24 Februari 2024 - 13:15 WIB

Proyek Talud, Penanganan Long Segment Jalan Ruas Bungkus-Sidodadi Madiun Diduga Tidak Sesuai Spek.

Jumat, 23 Februari 2024 - 11:37 WIB

Suara Berkurang, Caleg PPP Bangkalan Ngamuk!

Jumat, 23 Februari 2024 - 11:35 WIB

Pemkot Malang Rencana Tertibkan PKL di Kayutangan!

Berita Terbaru

Regional

Pemkab Nisel Gelar Musrenbang RKPD Tahun 2025

Kamis, 29 Feb 2024 - 22:56 WIB