Selasa, 2 April 2019 - 04:18 WIB

Bupati Blitar Gelar Panen Raya Hasilnya Melimpah

Blitar.delinews – Bupati Blitar Rijanto, gelar Panen Raya di Desa Duren, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, Senin (1/4/2019).

Sebelum dipanen, padi yang dipanen merupakan hasil ujicoba Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) “Tani Makmur dan Enggal Joyo” yang mendapat kesempatan dari Pemerintah Pusat untuk mencoba bantuan bibit unggulnya, setelah dipanen ternyata hasilnya cukup melimpah.

Bupati Blitar Rijanto usai membuka panen raya di Desa Duren mengatakan, bahwa jenis bibit yang digunakan pada panen raya ini adalah jenis Inpari 43 dari bantuan Kementrian Pertanian. Dalam kapasitas tiap satu hektar sawah, dapat menghasilkan 8,2 ton gabah.

“Hari ini saya bersama forpimda merasa bersyukur atas berlimpahnya hasil panen tahun ini, dan saya ucapkan terima kasih kepada kementrian pertanian atas bantuan benih unggulnya, serta hasilnya cukup lumanyan dan dapat dirasakan oleh petani,” tutur Rijanto.

Ia juga menambahkan, kalau program ini merupakan program Pemerintah Pusat untuk menyukseskan program swasembada pangan. Pemkab Blitar berkuwajiban untuk mendorong petani agar teknis penanamanya dan cara penanggulangan hama bisa teratasi, sehingga hasil yang diharapakan lebih signifikan.

“Sarana juga kita siapkan mulai benih bersertifikat, pupuk, dan alsintan (alat mesin pertanian). Yang dulu petani memakai sapi untuk membajak sawah sekarang sudah pakai alsintan semua,” ungkapnya.

Bupati menuturkan, kalau sektor pertanian yang ada di Kabupaten Blitar kini sudah semakin mempunyai daya saing. Contohnya, di wilayah pegunungan di Blitar selatan yang dulunya kering, dengan menggunakan alsinta yang moderen sekarang sudah bisa berproduktif.

“Blitar selatan kini bisa panen setahun tiga kali bertanam jagung, kedelai, cabai. Dulu waktu warga Blitar selatan makan tiwul kalau sekarang tiwul hanya tombo kangen saja, karena sehari-hari sudah sama dengan kita makan nasi,” kata beliau.

Hal senada diungkapkan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Blitar, Wawan Widianto mengatakan kalau hasil panen padi tahun lalu Kabupaten Blitar surplus. Sehingga Kabupaten Blitar tidak perlu mengimpor padi dari daerah lain untuk memenuhi pangan masyarakat.

“Surplus sampai 14 persen. Bahkan kualitas berasnya lebih bagus dibanding daerah lain seperti Ngawi dan Bojonegoro. Untuk itu kita mengajak Gapoktan untuk terus mengembangkan budi daya dan teknologi pengolahan untuk selalu dikembangkan,” tutup wawan.(kmf)

Artikel ini telah dibaca 24204 kali

loading...
Baca Lainnya

Pengcab IWbA Tuban Menyiapkan 1 Atlet Perkuat Kontingen Jatim di PON 2021

Tuban – Rapat pengurus Cabang (Pengcab) Indonesia Woodball Association (IWbA) Kabupaten Tuban melakukan penyegaran pengurus...

30 September 2020, 16:59 WIB

SIG Kerjasama dengan Balitjestro Budidayakan Tanaman Buah di Lahan Green Belt Pabrik Tuban

Tuban – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) bekerjasama dengan Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan...

28 September 2020, 15:50 WIB

KPU Tuban Tetapkan Nomor Urut Paslon Bupati – Wabup

Tuban – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tuban menggelar Launching dan Pengambilan Nomor Urut Pasangan...

24 September 2020, 21:32 WIB

Bantu UMKM Klaster Perikanan Untuk Berkembang, SIG Berikan Bantuan Modal dan Pendampingan

Tuban – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) terus berupaya meningkatkan kemandirian dan pengembangan usaha...

19 September 2020, 03:28 WIB

Bupati Tuban Perpanjangan Pembatasan Jam Malam

Tuban – Bupati Tuban, H Fathul Huda, memperpanjang pembatasan jam malam di seluruh wilayah Bumi...

15 September 2020, 20:39 WIB

Pengurus Pusat KBPPAL Harus Bisa Bersinergi Dengan Mabes TNI AL

Surabaya – Kopdar kecil-kecilan para inisiator KBPPAL (Keluarga Besar Putra Putri Angkatan Laut) dari Jakarta,...

13 September 2020, 21:48 WIB

loading...