Jumat, 26 April 2019 - 08:26 WIB

Pelaku Penipuan CPNS Di Blitar Dibekuk, Kerugian Korban Puluhan Juta

Blitar.deliknews – Edi Hartono (48) warga Desa Kertosari Kecamatan Babadan Kabupaten Ponorogo yang tertangkap pada operasi tangkap tangan (OTT) Polres Blitar dua hari lalu dibilang cerdik dalam operandinya.

Menurut Kasubag Iptu M. Burhannudin, melalui rilisnya Kamis (25/4) kemarin mengatakan, awalnya sekitar bulan september 2018 lalu, lewat situs biro jodoh, pelaku berkenalan dengan korban yang bernama Sutrismiani (53) warga Desa Mronjo, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar.

Dia mengaku kalau dirinya sebagai Pegawai Pemkab Ponorogo dan Pelaku menerangkan kepada Korban bahwa pelaku mendapat jatah 2 orang setiap ada penerimaan CPNS.

Selain itu, pelaku juga mengaku sebagai duda kaya yang sedang mencari istri, dia juga merayu akan membelikan rumah untuk korban senilai 150 juta.

“Etah bagaimana awalnya, yang jelas berkat bujuk rayu yang di sampaikan oleh pelaku, sehingga korban tertarik dan pada saat itu pelaku meminta uang sebesar 70 juta untuk persyaratan menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS),” ungkap Burhan.

Selanjutnya, pada tanggal 15 Oktober 2018 Korban disuruh menyerahkan uang sejumlah 35 juta (separuh dulu) kepada Pelaku, bahwa Dani Aditya (28) anak korban akan dimasukan menjadi PNS di Pemkot Malang.

“Namun hingga pengumuman Pelulusan CPNS anak korban tidak masuk PNS, kemudian korban menanyakan hal tersebut kepada pelaku namun pelaku hanya janji – janji saja,” tambahnya.

“Merasa ditipu, akhirnya korban Sutrismiani melapor polisi,” Sambung Burhan.

Lanjut Burhan, pada tanggal 23 April 2019, Pelaku meminta tambahan uang sebesar 10 juta terkait kelancaran Proses masuk CPNS. kemudian pada hari Rabu 24 April 2019 pelaku datang ke rumah korban dan korban baru bisa menambahkan uang yang di minta oleh Pelaku sebesar 3 juta.

“Setelah pelaku menerima uang dari korban, pelaku keluar dari rumah korban, seketika itu dilakukan Penangkapan oleh Anggota Satreskrim Polres Blitar,” tuturnya.

Atas perbuatanya, pelaku diancam pasal 378 dan 372 KUHP dengan ancaman maksimal 4 tahun penjara. Dihadapan penyidik pelaku
mengaku sudah pernah masuk penjara tiga kali atas kasus yang sama dan kali ini untuk keempat kalinya.

Artikel ini telah dibaca 23374 kali

loading...
Baca Lainnya

KPU Tuban Tetapkan Nomor Urut Paslon Bupati – Wabup

Tuban – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tuban menggelar Launching dan Pengambilan Nomor Urut Pasangan...

24 September 2020, 21:32 WIB

Bantu UMKM Klaster Perikanan Untuk Berkembang, SIG Berikan Bantuan Modal dan Pendampingan

Tuban – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) terus berupaya meningkatkan kemandirian dan pengembangan usaha...

19 September 2020, 03:28 WIB

Bupati Tuban Perpanjangan Pembatasan Jam Malam

Tuban – Bupati Tuban, H Fathul Huda, memperpanjang pembatasan jam malam di seluruh wilayah Bumi...

15 September 2020, 20:39 WIB

Pengurus Pusat KBPPAL Harus Bisa Bersinergi Dengan Mabes TNI AL

Surabaya – Kopdar kecil-kecilan para inisiator KBPPAL (Keluarga Besar Putra Putri Angkatan Laut) dari Jakarta,...

13 September 2020, 21:48 WIB

HUT FKPPI ke 42, Anggota PD XIII FKPPI Jatim Menggelar Donor Darah

Surabaya – Untuk menyambut HUT FKPPI ke-42, Pengurus PC 1330 KB FKPPI Surabaya menggelar bhakti...

13 September 2020, 12:49 WIB

SIG Manfaatkan Lahan Pascatambang Tanah Liat di Tuban Menjadi Kebun Pisang Cavendish

Tuban – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) memanfaatkan kawasan lahan pascatambang tanah liat Pabrik...

10 September 2020, 15:17 WIB

loading...