Blitar.deliknews – Setelah melakukan verifikasi lapangan selama dua hari, Selasa (21/5/2019) di Pendopo Agung Ronggo Hadi Negoro digelar, penyampaian evaluasi dan hasil penilaian, Kabupaten Blitar mempu meraih Kabupaten Layak Anak tingkat Nindya oleh Tim dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).

“Secara umum Kabupaten Blitar ada peningkatan, namun tidak hanya yang dapat dilihat mata saja untuk diperbaiki seperti fasilitas. Membangun sebuah karakter itu juga penting,” kata Taufieq Uwaidha, selaku tim verifikasi lapangan kepada wartawan.

Taufieq menjelaskan, titik akhir dari evaluasi KLA, sebenarnya banyak orang yang dianggap mempunyai kepekaan dan melindungi anak – anak siapapun dia.

Terkait dengan penilaian, menurut dia ada sedikit tambahan. Yaitu, terkait indikator – indikator Kecamatan sampai kelurahan dan desa.

“Selain kepekaan dan melindungi anak, penilaian dinilai dari tingkat indikator Kecamatan sampai Desa,” ungkap Taufieq.

Selanjutnya, Bupati Blitar, Drs. H. Rijanto MM mengatakan, Kabupaten Blitar dari semula yang gak pernah ikut akhirnya gak pernah mendapatkannya, 2017 kemarin mengajukan tingkat Pratama dan lolos. Sedang di tahun 2018, mendapat peringkat Madya.

Bupati Blitar, Drs. H. Rijanto MM saat mendengarkan pemaparan oleh ketua Gugus Tugas, Soewandito.

“2019, target saya Nindya dan berikutnya utama. Bukan target – target ini yang menjadi tujuan kita, akan tetapi bagaimana Kabupaten Blitar ini menjadi Kabupaten Layak Anak (KLA),” ujarnya.

“selain itu, bagaimana hak – hak anak bisa terpenuhi, dan bagaimana hak – hak anak bisa dilindungi,” sambung Rijanto.

Menurutnya, Pemkab Blitar sejauh ini telah berupaya semaksimal mungkin meningkatkan infrastruktur yang layak anak. Termasuk diantaranya sekolah dan taman bermain yang layak anak.

Namun yang lebih menonjol menurut Bupati Blitar lagi adalah Perda. Dimana perda tentang perempuan dan anak sekarang dipisah sendiri – sendiri.

“kita sudah melangkah lebih maju untuk ruang laktasi sampai tingkat desa sudah tercapai. Namun taman bermain anak masih kurang,” terang mantan kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar itu.

Kendati demikian, setelah penyampaian hasil evaluasi, Bupati Blitar mengintruksikan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada dan Forum Gugus Tugas secepatnya melaksanakan rapat capaian.

Terakhir, Bupati menginformasikan kalau Sekretariat Gugus Tugas ada di kantor Dinas PPKB P3A. Sedangkan ketua dari Gugus Tugas adalah kepala BAPPEDA dan wakilnya adalah kepala PPKB P3A.

“Ini yang nantinya akan merumuskan dan melakukan rapat koordinasi, sekaligus badan, dinas yang tergabung dalam Gugus tugas,” pungkasnya.(hms).