Minggu, 26 Mei 2019 - 06:36 WIB

KPU Nyatakan Putusan MK Bisa Mengubah Hasil Pilpres

Jakarta – KPU menyatakan hasil rekapitulasi suara Pemilu 2019 bisa berubah. Namun perubahan ini harus berdasarkan putusan yang ditetapkan Mahkamah Konstitusi (MK).

“Jadi apa-apa yang diputuskan MK itu, sangat mungkin mengubah hasil pemilu berupa perolehan suara yang sudah ditetapkan KPU,” ujar komisioner KPU Hasyim Asy’ari di kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Jumat (24/5).

Hasyim pun menjelaskan proses persidangan sengketa Pemilu 2019. Ia menegaskan, dalam persidangan, harus disertakan bukti-bukti yang mendukung.

“Tapi, sekali lagi, untuk bisa sampai ke sana, kan harus ada pembuktian dulu,” ujarnya.

Mengenai perselisihan hasil pemilu ini diatur dalam Pasal 473 dan 474 UU Pemilu No 7/2017. Berikut isi kedua pasal tersebut:

Pasal 473

(1) Perselisihan hasil Pemilu meliputi perselisihan antara KPU dan Peserta Pemilu mengenai penetapan perolehan suara hasil Pemilu secara nasional.

(2) Perselisihan penetapan perolehan suara hasil Pemilu anggota DPR, DPD, dan DPRD secara nasional meliputi perselisihan penetapan perolehan suara yang dapat memengaruhi perolehan kursi Peserta Pemilu.

(3) Perselisihan penetapan perolehan suara hasil Pemilu Presiden dan Wakil Presiden secara nasional meliputi perselisihan penetapan perolehan suara yang dapat memengaruhi penetapan hasil Pemilu Presiden dan Wakil Presiden.

Pasal 474

(1) Dalam hal terjadi perselisihan penetapan perolehan suara hasil Pemilu anggota DPR, DPD, dan DPRD secara nasional, Peserta Pemilu anggota DPR, DPD, dan DPRD dapat mengajukan permohonan pembatalan penetapan hasil penghitungan perolehan suara oleh KPU kepada Mahkamah Konstitusi.

(2) Peserta Pemilu anggota DPR, DPD, dan DPRD mengajukan permohonan kepada Mahkamah Konstitusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling lama 3 x 24 (tiga kali dua puluh empat) jam sejak diumumkan penetapan perolehan suara hasil Pemilu anggota DPR, DPD, dan DPRD secara nasional oleh KPU.

(3) Dalam hal pengajuan permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) kurang lengkap, pemohon dapat memperbaiki dan melengkapi permohonan paling lama 3 x 24 (tiga kali dua puluh empat) jam sejak diterimanya permohonan oleh Mahkamah Konstitusi.

(4) KPU, KPU Provinsi, dan KPU Kabupaten/Kota wajib menindaklanjuti putusan Mahkamah Konstitusi.

Artikel ini telah dibaca 2473 kali

loading...
Baca Lainnya

Perlindungan HAM di Indonesia Alami Kemajuan

Oleh : Endah Reni Perlindungan HAM di Indonesia terus mengalami kemajuan. Selain telah meratifikasi perjanjian...

10 Desember 2019, 14:38 WIB

Lihat, Cerita Bambang Haryo dirawat dokter yang kini jadi Menteri

Jakarta – Sekira bulan Mei 2016, suara lantang Bambang haryo Soekartono memperjuangkan rakyat di gedung...

Bambang Haryo Soekartono

10 Desember 2019, 11:22 WIB

Bambang Haryo Sebut Pemerintah Tekan Maskapai Turunkan Tarif Tanpa Kajian Bahayakan Penerbangan

JAKARTA – Kementerian Perhubungan tidak boleh menekan maskapai penerbangan untuk menurunkan tarif pesawat tanpa didasarkan...

Bambang Haryo Soekartono

9 Desember 2019, 23:01 WIB

MENGGAGAS WISATA TOLERANSI DI BAGANSIAPIAPI

Bastian Zulyeno, PhD. Staf Pengajar FIB-UI Tempat wisata tidak pernah membedakan suku, agama, dan bangsa....

9 Desember 2019, 22:26 WIB

Bambang Haryo Ungkap Perencanaan Kereta Api Buruk, Mahal dan Tak Optimal

Jakarta – Praktisi dan pemerhati masalah transportasi logistik, Bambang Haryo Soekartono menilai, pembangunan proyek light...

Bambang Haryo Soekartono

9 Desember 2019, 17:56 WIB

Jelang Munas PERADI 2020. Petarungan Visi Misi Otto Dan Ricardo

JAKARTA – Menjelang Musyawarah Nasional (Munas) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) yang akan digelar pada pertengahan...

8 Desember 2019, 21:03 WIB

loading...