Selasa, 28 Mei 2019 - 02:56 WIB

Lawan Arogansi Satpol PP Surabaya, KPJ Gelar Bagi Takjil dan Hibur Pengguna Jalan

Surabaya – Tidak ingin dikatakan selalu berbuat onar dan menjadi sampah masyarakat, Seniman dan anak jalanan yanga tergabung di KPJ (Kelompok Penyanyi Jalanan ) melakukan aksi kebajikan di sepanjang jalan Kayoon Surabaya. Senin, (27/5/19) Sore.

Dalam aksi kebajikan tersebut para seniman dan anak jalanan membagikan takjil gratis kepada pengguna jalan. Bahkan, mereka juga menghibur para pengguna jalan dengan alunan musik angklung. Tema yang disajikan dalam aksi tersebut adalah melawan arogansi Satpol-PP Surabaya yang kebal hukum dan sangat arogan kepada masyarakat.

Cak Ringgo selaku Ketua KPJ Surabaya mengatakan bahwa pihaknya tidak bisa menerima perlakukan Satpol PP terhadap seniman musik angklung yang terkesan arogan” Kami tidak bisa mentolelir aksi kekerasan dan arogansi Satpol-PP Dalam kejadian Kamis siang, (23/5/19) sekitar pukul 13.00 pemain angklung yang bermain di sekitar traffic light jalan Gunungsari kelurahan Sawunggaling Seniman dan anak jalanan yang mempunyai kreatifitas dalam menyalurkan bakat seni mereka, jika tidak boleh ya cukup diberikan arahan persuasif jangan ada tindakan anarkis memukul dan menjambak, bahkan mengambil alat musik mereka, ” tuturnya.

Ringgo menambahkan bahwa aksi kekerasan yang dilakukan oleh Satpol PP ini dibalas dengan aksi kebajikan agar warga Surabaya mengetahui bahwa anak jalanan dan pemusik jalanan bukanlah sampah masyarakat yang seenaknya diperlakukan kasar ” Saya berharap kepada pimpinan Satpol-PP agar kedepan jangan ada lagi tindakan kekerasan, arogansi terhadap seniman, anak anak jalanan yang menyalurkan bakat seninya, dilarang tidak apa namun yang santun mereka itu manusia, bukan hewan, memanusiakan manusia adalah cermin pemerintahan beradab dan berahlaq, ” jelasnya
Sementara itu Aba Hafidz (Abunawas) selaku penasehat KPJ Surabaya mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan agar Satpol PP mengetahui bahwa anak jalanan dilindungi oleh negara , ” Kami sengaja mengumpulkan anak jalanan dan Seniman yang tegabung dalam KPJ, karena adanya arogansi Satpol-PP yang kinerjanya kasar dan kejam dalam menindak suatu permasalahan di jalanan, hal ini sangat bertentangan sekali dengan Pasal 34 ayat 1 UUD 1945 ” anak anak seniman jalanan, itu dilindungi negara, yang mana kutipan isinya adalah, ” Fakir miskin dan anak-anak jalanan yang terlantar dipelihara oleh negara,” ujarnya.( zam)

Artikel ini telah dibaca 469 kali

loading...
Baca Lainnya

Komisi III DPRD Nisel Setujui Anggaran Dinas Perakim Rp. 5,6 M

Nias Selatan, Deliknews – Sesuai hasil Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD Kabupaten Nias Selatan...

19 November 2019, 21:28 WIB

Menelusuri Ratusan Juta Dugaan Kekurangan Volume Pekerjaaan di PUTR Pasaman

Menelusuri pertanggungjawaban atas dugaan kekurangan volume pekerjaan ratusan juta rupiah (diduga berpotensi merugikan keuangan negara)...

Ilustrasi

19 November 2019, 21:12 WIB

Sejumlah Anggota DPRD Nisel Dapil 4 Apresiasi Program Siwa Sanuwu Sihono

Nias Selatan, Deliknews – Sejumlah Anggota DPRD Kabupaten Nias Selatan dari Daerah Pemilih 4 (empat)...

19 November 2019, 09:35 WIB

Tahun 2020 Jembatan Ulunoyo dan Sialema Hibala Dinangun

Nias Selatan, Deliknews – Pemerintah Kabupaten Nias Selatan melalui Dinas PUPR Kabupaten Nias Selatan memastikan...

19 November 2019, 01:32 WIB

12 Program Diskominfo Nisel T.A 2020, Diantaranya Media Massa

Nias Selatan, Deliknews – Usai pembahasan Ranperda APBD Tahun Anggaran 2020 oleh Komisi I DPRD...

18 November 2019, 20:14 WIB

Sambut HUT KE-5 Lanal Nias, Gelar Lomba PBB Tingkat SMA/SMK

Nias Selatan, Deliknews – Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Nias menggelar lomba Peraturan Baris Berbaris (PBB)...

18 November 2019, 10:37 WIB

loading...