Selasa, 28 Mei 2019 - 03:16 WIB

Tak Terima Arogansi Satpol PP, KPJ Bakal Serbu Kantor Walikota Surabaya

Surabaya – Menindak lanjuti kejadian yang menimpa beberapa pemusik yang bermain di sekitar traffic light jalan Gunungsari kelurahan Sawunggaling, pihak Kelompok Seniman Jalanan (KPJ) Surabaya bersama Organisasi Massa akhirnya merapatkan barisan menggalang massa untuk agenda melakukan aksi demo ke kantor Sat-pol PP Surabaya. Senin, (27/5/19). Sore hari.

Usai bagi bagi takjil dan nyanyi di sepanjang jalan Kayoon, KPJ bersama Organisasi Massa dan sejumlah LSM menggelar rapat bersama membahas penggalangan massa guna unjuk rasa di kantor Sat-pol PP terkait perlakuan kasar dan kinerja Sat-pol PP Surabaya.

Ketua KPJ Cak Ringgo mengatakan bahwa aksi tersebut berlanjut hingga Walikota Surabaya Tri Risma menindak tegas anggita Satpol PP yang berlaku kasar terhadap pemusik angklung, ” Aksi ini akan berlanjut sampai ada tindakan tegas dari Walikota atau instansi terkait, anggota kami kurang lebih 1000 orang persiapan unjuk rasa, akan kita kondisikan mereka demo menuntut Sat-Pol PP atas kinerjanya yang sangat arogan dan merasa kebal hukum, ” ujarnya. Senin (27/5/19).

Ringgo menyatakan bahwa pemusik jalanan yqng dianiayq oleh anggota Satpol PP Surabaya merupakan tindakan premanisme dan KPJ tidak bisa mentolelir tindakan tersebut ,” Kami tidak bisa mentolelir aksi kekerasan dan arogansi Satpol-PP Dalam kejadian Kamis siang, (23/5/19) sekitar pukul 13.00 pemain angklung yang bermain di sekitar traffic light jalan Gunungsari kelurahan Sawunggaling Seniman dan anak jalanan yang mempunyai kreatifitas dalam menyalurkan bakat seni mereka, jika tidak boleh ya cukup diberikan arahan persuasif jangan ada tindakan anarkis memukul dan menjambak, bahkan mengambil alat musik mereka, ” jelasnya.

Sementara itu Kiki dari Rakyat Jelata Comunity mengatakan tidak setuju dengan tindakan Satpol PP Surabaya yang arogansi terhadap seniman jalanan yang notabene dilindungi negara” Saya tidak setuju atas arogansi Sat-pol PP Surabaya, artinya kalau Seniman dan Anak Jalanan yang nyanyi di jalanan di berangus bahkan arogan, mereka tidak menghormati Pasal 34 ayat 1 UUD 1945, masak peraturan daerah mengalahkan Undang Undang, dan Hak Asasi Manusia (HAM),” ujarnya.
Dalam rapat tersebut KPJ berharap agar Satpol PP segera melakukan permintaan maaf kepada insan jalanan yang terkena arogansi ” Kalau mereka tetao bersikukuh merasa Benar dengan tindakan mereka.Kita akan membalasnya saat demo nanti ” ucap Ringgo pula (zam)

Artikel ini telah dibaca 1042 kali

loading...
Baca Lainnya

Penyidik Polres Sampang Dilaporkan Ke Propam. Terkait Kasus Penyerangan Dan Pengerusakan Kantor Media

Surabaya – Merasa kecewa dengan kinerja penyidik Reskrim Polres Sampang, akhirnya kepala wilayah media Jawapes...

20 Oktober 2019, 18:16 WIB

Irwan Prayitno : Selamat Atas Pelantikan Jokowi dan Ma’ruf

Sumbar, – Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno turut mengucapkan selamat atas pelantikan Ir. H. Joko...

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno

20 Oktober 2019, 15:35 WIB

Pasangan HD-Firman Mendaftar Di DPC Partai Gerindra Nisel

Nias Selatan, Deliknews – Pasangan Balon Bupati juga sebagai Incumbent Bupati Nisel Dr.Hilarius Duha, SH.,...

19 Oktober 2019, 19:43 WIB

Workshop SMKN 1 Lubuk Sikaping Pemanfaatan Rumah Belajar

Pasaman, – SMKN 1 Lubuk Sikaping melaksanakan Workshop Penerapan Model Pembelajaran Kelas Maya Melalui Rumah...

19 Oktober 2019, 15:18 WIB

Kasat Sabhara Polres Pasaman Bersama Warga Evakuasi Material Longsor

Pasaman- Kasat Sabhara Polres Pasaman Iptu Yonni Handra, SH turun langsung pimpin pengevakuasian dan pembersihan...

Kasat Sabhara Polres Pasaman Iptu Yonni Handra, SH bersama warga membersihkan material pohon tumbang.

19 Oktober 2019, 15:10 WIB

Bank Nagari Balas Surat Wartawan Soal Adm, Pajak dan Bunga

Pasaman, – Kantor Bank Nagari Cabang Lubuk Sikaping membalas Surat Wawancara oleh Wartawan Deliknews.com yang...

Kantor Bank Nagari Cabang Lubuk Sikaping

18 Oktober 2019, 14:34 WIB

loading...