Nasional Peristiwa

Minggu, 9 Juni 2019 - 18:50 WIB

1 bulan yang lalu

logo

Kereta Direksi Melintas, Penumpang Kereta Api Mengeluh

Jakarta – Ketidak nyamanan penumpang kereta api terkait seringnya melintas kereta api inspeksi yang digunakan oleh Dirut KAI Yaitu Edi Sukmoro. Keluhan para penumpang ini disampaikan oleh nitizen ke mantan direktur KAI Ignasius Jonan yang saat ini menjqbat Menteri ESDM Sabtu (8/6). Tidak sedikit nitizen berharap kembali Johan memegang Dirut KAI
Dalam tulisan nitizen mengungkapkan
ketika KA Inspeksi yang mengangkut Dirut KAI akan melintas, seringkali harus mengorbankan perjalanan KA reguler dan menyebabkan keterlambatan.
” Dimana slogan KAI yang memprioritaskan penumpang .kok malah Direktur KAI yang jadi priorotas ?” Tulis salqh satu nitizen di akun Jonan
Keluhan ini didukung kuat dengan banyaknya jumlah kereta inspeksi baru milik KAI yang mencapai 2 rangkaian (4 unit), disamping 3 unit kereta inspeksi yang telah lebih dulu ada (Wijayakusuma, Sriwijaya, dan Rail One). Ironisnya, penambahan kereta inspeksi baru “mengorbankan” kereta rel diesel (KRD) buatan Nippon Sharyo medio 80-an yang sebelumnya masih aktif digunakan mengangkut penumpang.

Fakta ini tentu memunculkan pertanyaan, mengapa sampai ada banyak unit kereta inspeksi hanya untuk melayani seorang Dirut dan Direksi yang jumlahnya bahkan bisa dihitung dengan jari tangan.
Terlebih frekuensi perjalanannya yang sangat sering dan hampir ada setiap pekan. Di ‘zaman’ Jonan, kereta Inspeksi sangat jarang digunakan dan hanya dipakai pada keperluan atau inspeksi yang diperlukan pada masa tertentu.

Dengan banyaknya keluhan mengenai penggunaan KA Inspeksi ini, Jonan pun angkat bicara. Menurutnya KA Inspeksi yang digunakan dalam kondisi non-darurat harus menyesuaikan dengan perjalanan KA yang sudah terjadwal. Tanggapan Jonan lainnya adalah “Pimpinan yang suka naik KA Inspeksi itu sebenarnya kurang efektif karena tidak banyak merasakan langsung bersama pelanggan”.kata nitizen
Menyikapi keluhan para nitizen ini

Komisaris Utama KAI Djusman Syafii Mengatakan bahwa membandingkan suatu masa kepemimpinan tidaklah fair. Sebab, ada plus minusnya dalam masa kepemimpinan. ” ini tidaklah fair membandingkan sebuah kepemimpinan . Dari masa pak Jonan hingga sekarang banyak perubahan yang dilakukan. Kalau kritikan yang tidak ada tolak ukurnya itu sangat tidak fair” katanya

Djusman juga menambahkan bahwa para Direksi saat ini adalah kader kader pak Jonan yang secara prinsip telah menerapkan keilmuan Yang diberikan pak Jonan ” jadi kita sama kok dengan pak Jonan. Mereka (direksi-red) adalah Jonan Scholl of Though .Mereka adalah murid muridnya ” tambahnya

Sedangkan Ketua Umum SPKA Edi Suryanto menyatakan bahwa kereta api memang bukanlah milik Direksi melainkan milik rakyat. Sehingga, bila ada masukan kritikan dari masyarakat harus segera dilakukan tindakan.” Kereta Api itu adalah milik negara dan bukan milik pemerintah bukan milik Direksi apalagi milik perseorangan. Maka harus kita jaga. Amankan dan efisiensikan serta majukan KAI . ” Katanya

Edi juga mengatakan bahwa BUMN adalah milik rakyat dan kereta api adalah milik rakyat juga .Ingat itu. Dan rezim pemerintah serta Direksi bisa diganti 5 tahun sekali tapi rakyat dan kereta api tetap ada selama dibumi ini masih ada kereta api” tegasnya

Dengan banyaknya keluhan mengenai penggunaan KA Inspeksi ini, Jonan pun angkat bicara. Menurutnya KA Inspeksi yang digunakan dalam kondisi non-darurat harus menyesuaikan dengan perjalanan KA yang sudah terjadwal. Tanggapan Jonan lainnya adalah “Pimpinan yang suka naik KA Inspeksi itu sebenarnya kurang efektif karena tidak banyak merasakan langsung bersama pelanggan”. Tukasnya (zam)

Artikel ini telah dibaca 2384 kali

Baca Lainnya
loading…