FTJ Halbar, Tampilkan Lomba Dayung

- Editorial Staff

Rabu, 26 Juni 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAILOLO- Festival Teluk Jailolo(FTJ) Ke XI 2019 kembali menampilkan lomba dayung.

Lomba dayung ini di laksanakan oleh Badan Perancangan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP3D) Rabu(26/6/2019)tadi.

Lomba dayung ini di gelar di areal perairan Teluk Jailolo yang di ikuti sebanyak 22 peserta dari 11 team.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan lomba dayung ini mengangkat tema “Maku Rebe Oti” dengan mengunakan perahu tradisional.

” Peserta lomba sebanyak 22 orang dari 11 tim dan ini dibuat setiap tahun dalam acara FTJ, kali ini dari perahu tradisional asli dan tidak bisa di campur dengan perahu viber, jadi perahu bercabik dua atau perahu tradisional ini sudah berkurang jadi dalam bentuk pelestarian , kami instansi terkait telah melaksanakan lomba ini, perahu yang digunakan ini adalah perahu yang biasanya mereka gunakan untuk mata pencarian meraka bukan perahu khusus lomba,” kata Kepala BP3D, Soni Balatjai Kepada Wartawan di Lokasi FTJ, Rabu (26/06/2019).

Lanjut Soni , total hadiah dari lomba dayung ini sebesar Rp.20 juta, pemenangnya di hitung dari pemenang pertama sampai 10 kategori juaranya, 1,2,3,4 dan harapan 1-4,” Kemudian ada 1 pemenang khusus untuk perahu hias, karena perahunya dihias dengan merah putih, penilaian perauhu hias itu penilaiannya tersembunyi,”jelas Soni.

Soni menambahkan, target dari kegiatan ini  adalah masyarakat nelayan masih harus mewarisi perahu tradisional dan alat tangkap tradisional karena ini bagian dari tradisi atau warisan.” Jangan sepenuhnya mengharapkan bantuan, mereka bisa buat sendiri jadi pengadaan dari mereka untuk mereka, mungkin pemerintah bisa melihat lebih jauh lagi tentang bagaimana perkembangan perhu tradisional tapi tidak pada perahu viber itu,”tuturnya.

Ia berharap, kedepan dari lomba ini secara budaya , untuk generasi sekarang sehingga, generasi saat ini bisa mengetahui bahwa kita punya alat transportasi jaman dahulu , kemudian alat tangkap harus diwarisi karena ini budaya atau tradisi ciri has bagian dari nene moyang kita,”harapnya.

Berita Terkait

Polda Malut Tangkap Pemalsu PCR Covid-19
Perayaan Idul Adha di Rumah Tidak Mengurangi Esensi Ibadah
Tokoh Indonesia Bicara Soal Bijak Bermedia Sosial di Era Pandemi Begini Ulasannya
Melawan Hoaks Seputar Isu Negatif Pemekaran Wilayah Papua
Pemerintah Cairkan BST Selama PPKM Mikro Darurat
UU Cipta Kerja Mencegah Tumpang Tindih Regulasi
Perlu Disiplin Prokes 5M Saat Beribadah
Menolak Penyebaran Paham Organisasi Terlarang
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 14 Agustus 2021 - 14:58 WIB

Polda Malut Tangkap Pemalsu PCR Covid-19

Minggu, 18 Juli 2021 - 19:59 WIB

Perayaan Idul Adha di Rumah Tidak Mengurangi Esensi Ibadah

Jumat, 16 Juli 2021 - 15:29 WIB

Tokoh Indonesia Bicara Soal Bijak Bermedia Sosial di Era Pandemi Begini Ulasannya

Minggu, 11 Juli 2021 - 20:07 WIB

Melawan Hoaks Seputar Isu Negatif Pemekaran Wilayah Papua

Selasa, 6 Juli 2021 - 09:17 WIB

Pemerintah Cairkan BST Selama PPKM Mikro Darurat

Senin, 14 Juni 2021 - 00:02 WIB

UU Cipta Kerja Mencegah Tumpang Tindih Regulasi

Minggu, 9 Mei 2021 - 17:32 WIB

Perlu Disiplin Prokes 5M Saat Beribadah

Sabtu, 1 Mei 2021 - 18:32 WIB

Menolak Penyebaran Paham Organisasi Terlarang

Berita Terbaru

Regional

Pemkab Nisel Gelar Musrenbang RKPD Tahun 2025

Kamis, 29 Feb 2024 - 22:56 WIB

Regional

Bupati Nisel Monitoring Pleno PPK Fanayama Dan Toma

Kamis, 29 Feb 2024 - 10:45 WIB