Minggu, 30 Juni 2019 - 16:11 WIB

SPKA Daop 9 Jember Siap Laksanakan Intruksi Aksi Mogok

Jember – Ratusan karyawan PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang berada di DAOP 9 Jawa Timur akan melaksanakan agenda mogok kerja sesuai dengan intruksi dari Pimpinan umum SPKA Pusat.
Aksi mogok ini dilakukan karena pigaj direksi melanggar aturan tentang peraturan pernikahan bagi pekerja yang dikeluarkan pada Maret 2018 lalu.

Peraturan yang melarang suami istri bekerja dalam satu direktorat atau penempatan dalam satu tempat kedudukan membuat resah para karyawan KAI di wilayah DAOP 9 Jember.
Bahkan, ada salah satu karyawan yang mengundurkan diri sebagai karyawan KAI karena tak kuat dengan peraturan Direksi. Para karyawan tak bisa berbuar apa apa dan hanya mengelus dada dampak dari peraturan tersebut karena mereka harus berpisah dengan suami atau isteri walaupun sama sama kerja di KAI.

Ketua DPD SPKA Daop 9 Imron mengatakan ada salahsatu karyaean KAI di DAOP 9 harus mundur dari pekerjaannya karrna imbas dari perarturan Direksi ” ini yang membuat karyawan mengelus dada karena tidak bisa berbuat apa apa terkait putusan dari Direksi ” katanya. Minggu (30/6).

Imron menyatakan bahwa pihaknya Direksi harus mencabut peraturan tersebut dengan cara mengajak pihak SPKA membicarakan hal . Dan, bila pihak Direksi tidak mau mencabut peeaturan tersebut maka pohak SPKA Daop 9 Jember akan melaksanakan agenda untuk mogok kerja ” Kita tinggal tunggu perintah Ketua umum SPKA dalam melaksanakan aksi mogok ini ” tukasnya

Imron menerangkan, penempatan pasutri dalam satu wilayah sebetulnya tak menimbulkan dampak konflik kepentingan. Namun, peraturan itu sangat membuat kinerja para pekerja KAI menjadi menurun karena terpisah dari keluarga. ”Kami sepakat dengan usulan ketua umum SPKA yang meminta manajamen agar mencabut peraturan direksi,” ujarnya.

Selain itu Imron juga berharap agar Tripartit nanti yang akan dilaksanakan bulan Juli bisa berjalan sesuai harapan. Sehingga, tak ada lagi karyawan KAI yang resah yang berujung kepada aktifitas pekerjaan ” Kita lihat aja mas bulan Juli nanti yang akan melaksanakan Tripartit dengan pihak Ketenagakerjaan . Bila hasilnya memuaskan kita lega. Tapi bila tidak ada hasil maka saya yakin teman teman di DAOP 9 akan kecewa ” ucapnya (zam)

Artikel ini telah dibaca 1285 kali

loading...
Baca Lainnya

Gugatan Praperadilan Rizieq Shihab Ditolak Hakim

Oleh : Reza Kurniawan Gugatan praperadilan Rizieq Shihab ditolak mentah-mentah oleh hakim tunggal Pengadilan Negeri...

16 Januari 2021, 00:07 WIB

UU Cipta Kerja Bangkitkan Sektor Properti

Oleh : Savira Ayu Dunia properti sempat terpukul akibat efek badai corona, karena daya beli...

15 Januari 2021, 23:46 WIB

Gempa 6,2 SR Guncang Sulbar, Ini Kata Sahabat Polisi Indonesia

Jakarta – Gempa 6,2 SR mengguncang, Provinsi Sulawesi Barat pada Jumat (15/1) dini hari, dalam...

15 Januari 2021, 12:54 WIB

Vaksin Sinovac Mendapat Izin BPOM Siap Diedarkan

Oleh : Andi Gumilang Jawaban atas penantian panjang ini agaknya segera terbayar. Vaksin yang disebut-sebut...

15 Januari 2021, 06:46 WIB

Mengecam Aksi KKB Membakar BTS di Papua

Oleh : Timotius Gobay KKB berulah lagi dengan membakar BTS tower milik salah satu perusahaan...

15 Januari 2021, 06:23 WIB

Kabaharkam Polri Hadiri Peresmian Gedung Divhumas yang Dipimpin Kapolri

JAKARTA – Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Agus Andrianto, hadiri kegiatan peresmian...

14 Januari 2021, 20:12 WIB

loading...