Gayo Lues – Hawa pengap dengan bau tak sedap mulai menusuk hidung, begitu memasuki rumah kayu berukuran 2×2 m yang terletak di Desa Uning Sepakat, Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues, Provinsi  Aceh.

Tumpukan sampah plastik terdapat di beberapa titik sudut rumah dengan dinding papan yang mulai rapuh dimakan rayap seiring usia empunya kian diujung senja. Tak ada probotan mewah, hanya sebuah alas tidur, bantal usang dan selimut kumal dan sejumlah peralatan dapur yang terlihat berserakan.

Tak terdengar ada sahutan salam dari rumah yang sungguh tidak layak huni tersebut ketika dipagi menjelang siang yang cerah itu deliknews mencoba mengetuk pintu rumah nenek Sangut

Beruntung dari samping rumah muncul perempuan setengah baya yang menghampiri deliknews dan memperkenalkan diri dengan nama Jemati. Dari perbincangan Jemati dengan media ini Jemati merupakan tetangga yang selama mengurus keperluan hidup Nek Sangut.

Sejurus kemudian Dia masuk kerumah nenek Sangut, wanita renta yang berusi 74 tahun itu.

Miris memang, kondisi rumah papan yang banyak terdapat lubang akan membuat Sungut kedinginan dimalam hari, apalagi pada musim hujan.

“Kalau hujan saya ajak Nek Sangut  tidur di rumah saya. Tapi biasanya Nenek Sangut langsung kembali ke rumahnya kalau hujan sudah reda,” kata tetangga Sangut yang berhati mulia itu.

Namun, semenjak Nenek Sangut mengalami sakit lumpuh Dia tidak pernah lagi tidur dirumah Jemati. Nenek Sangut sudah menderita lumpuh sejak setahun terakir. Usia yang tua dan kondisinya saat ini Sangut juga sudah sulit berbicara.

Jemati mengatakan nenek Sangut hanya tinggal sebatang kara dan tidak pernah menikah dalam hidupnya, sehingga harus hidup sendiri. Begitu juga untuk membangun tempat tinggal dia tidak mampu, ditambah tidak memiliki lahan sebidang tanahpun untuk ditempati.

Kondisi lumpuh dan tidak bisa beraktifitas lagi, mau tidak mau memaksanya sekedar buang air kecil dan besar terpaksa dilakukan di tempat tidurnya.

Kepala Desa Uning Sepakat Abu Rahmad, saat diminta Keterangannya di Balai Desa, Kamis 04/07/2019, menyampaikan sejak Tahun 2017-2018 sudah pernah diusulkan pembangunan rumah bantuan Ke Dinas Sosial, bahkan tim dari Dinas Sosial sudah pernah mendatangi kediaman nenek itu.

Sayangnya, hingga saat ini belum ada tanda-tanda rumahnya akan dibangun.

“Saya berharap dia mendapatkan perhatian Pemkab Gayo Lues,” harap kepala desa itu.

Ironisnya lagi, ternyata selama ini Nenek Sangut tidak pernah mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah.

“Jangankan untuk  memperbaiki rumahnya yang hanya 2×2 m untuk sekedar makan pun Nek Sangut terpaksa menggantungkan pada belas kasihan orang lain,” ucap Rahmad.(Ali Sadikin)