Nasional

Jumat, 12 Juli 2019 - 19:12 WIB

2 minggu yang lalu

logo

Ikuti Anjuran Disnaker, Direksi KAI Cabut SK Pasutri. Ribuan Karyawan KAI Sujud Syukur

Bandung – Berita gembira membanjiri seluruh anggota SPKA dan karyawan KAI. Pasalnya, diruang rapat Corporate Deputy Director Personal Care, Control and Drvelopment pada hari Kamis 11 Juli 2019 SPKA yang diwakili oleh Sekjen SPKA Agus Dwi Budi Santosa dengan Manajemen KAI yang diwakili VP MCO Aryo Pamantjar menanda tangani perjanjian kerja bersama sebagai tindak lanjut dari hasil sidang Perundingan Tripartit ke 3 pada tgl 3 Juli 2019 di Disnaker Kota Bandung lalu.

Putusan Disnaker Bandung menganjurkan agar Manajemen KAI meninjau ulang peraturan direksi tentang pengaturan pernikahan bagi pekerja dilingkungan PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan menyesuaikan kembali kedudukan pekerja yang berstatus suami istri sesuai PKB.

“Pada Kamis (11/7/2019) di ruang rapat Corporate Deputy Director Personal Care, Control and Drvelopment, berlangsung pentandatanganan Perjanjian Bersama antara saya, mewakili SPKA dan Manajemen KAI yang diwakili VP MCO, Aryo Pamantjar. Penandatanganan itu tindaklanjut hasil sidang Perundingan Tripartit ke 3 pada 3 Juli 2019 di Disnaker Kota Bandung,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) SPKA, Agus Budi Dwi Santoso, dalam keterangan resminya, Jumat (12/).

Budi menyatakan, inti perjanjian tersebut, manajemen PT KAI (Persero) mencabut peraturan direksi tersebut dan melakukan penyesuaian ketentuan dalam PKB” Disini kami meminta agar manajemen segera mengembalikan para pekerja yang telah mutasi, pada posisi semula secara bertahap” ucapnya
Termasuk, sambungnya, para pekerja berstatus suami istri pada level pelaksana, mereka kembali pada kedudukan semula. “Maksimal, 3 bulan pasca penandatanganan Perjanjian Bersama ini,” pungkas Budi.

Mendengar kabar ini ribuan karyawan KAI menyambut gembira. Nereka langsung sujud syukur karena perjuangan mereka membuahkan hasil ” Dan pada sore harinya para ketua DPD SPKA sejawa sumatera mengadakan rapat kilat serta menghasilkan keputusan bahwa rencana aksi damai tanggal 17 Juni 2019 di halaman kantor pusat kereta api Bandung di tunda. Tapi bukan berarti Kami tidak melakukan aksi lho ” kata Ketua umum SPKA Edi Suryanto melalui selulernya saat dihubungi Deliknews.com jumat ( 12/7) malam.

Edi Suryanto menegaskan bahwa dirinya masih koordinasi dengan ketua DPD yang ada untuk menentukan langkah berikutnya ” Saya masih koordinasi dengan ketua DPD seluruh Indonesia dan menyiapkan langkah langkah berikutnya. Sebab perjuangan kita masih panjang” Tutupnya (zam)

Artikel ini telah dibaca 4789 kali

Baca Lainnya
loading…