Jumat, 12 Juli 2019 - 20:10 WIB

Warisan Majapahit, Pemkab Blitar Gelar Kirab Bedhol Pusoko

Blitar.deliknews – Kirab Bedhol Pusoko merupakan sebuah tradisi budaya kearifan lokal yang dilestarikan dan dikembangkan oleh Pemerintahan Kabupaten Blitar, untuk memperingati Hari Jadi Kabupaten Blitar.

Dimulai dari Pendopo Ronggo Hadi Notonegoro (RHN), ada tiga benda pusaka dari Kadipaten Blitar yang berupa Kitab Sejarah, Panji Lambang Daerah dan Obor Hurub Hambungun Praja, yang merupakan sesantinya/semangat Kabupaten Blitar.

Ketiga pusaka itu, diserahkan langsung oleh Bupati Blitar, H. Rijanto kepada Sekretaris Daerah, Totok Subihandono yang juga selaku Ketua HUT Kabupaten Blitar ke-695, lalu dikirab keluar pendopo menuju Penataran, Kecamatan Nglegok.

Menurut Totok, sebenarnya kegiatan ini merupakan sebuah tradisi dari tahun ke tahun, yang tak lepas dari sejarah kebudayaan kerajaan majapahit. Yang mana panji tersebut nantinya akan dikirab menuju empat situs/candi peninggalan kerajaan majapahit dan bersemayam.

Adapun rentetan kirab, hari ini akan bersemayam di Candi Pallah/Penataran dengan istilah kiblat lor/utara. Kemudian dilanjutkan menuju kiblat kulon/barat di prasasti Pandelegan di Desa Pikatan,Kecamatan Wonodadi. Lalu, dikirab lagi menuju kiblat kidul/selatan di Candi Simping, Desa Sumberjati, Kecamatan Kademangan dan terakhir diarak menuju kiblat wetan/timur di prasasti munggut Kelurahan Babatan, Kecamatan Wlingi.

“Nantinya ketiga pusaka tersebut akan dikirab menuju empat penjuru dan bersemayam di empat titik secara berantai. Hal ini sesuai tema ‘Kiblat Papat Limo Pancer’,” ungkapnya, Kamis (12/7/2019) usai penyerahan panji.

Totok juga mengatakan, setelah berakhirnya kirab beratai di seluruh kecamatan yang dimulai hari ini dan berakhir 3 Agustus 2019 juga akan bermalam/bersemayam di Candi Sawentar, Kecamatan Kanigoro. Malamnya, dari Candi Sawentar akan dikirab menuju Pendopo Sasana Adi Praja (SAP) dan diserahakan lagi kepada Ki Demang/Bupati untuk dikembalikan lagi ke gedung pusaka.

“Bersama dengan itu, masih dalam rangka hari jadi, ada pagelaran ‘Trotoar Batik Carnival’. Namun sebelum ketiga pusaka itu dimasukkan, Minggu (4/8/2019) malam, di SAP akan diadakan malam tirakatan dengan pembacaan kitab Ambyo. Esoknya, Senin, (5/8/2019) dikirab lagi menuju RHN diserahkan kembali kepada Bupati,” Pungkas Totok.(kmf).

Artikel ini telah dibaca 16203 kali

loading...
Baca Lainnya

Mbak Khozanah Melalui MMA Mensinergikan Dengan Stakeholder

Tuban – Pilbup Kabupaten Tuban yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 9 Desember 2020, membuat...

3 Agustus 2020, 21:45 WIB

HUT BNI Ke 74, BNI Tuban Berbagi 600 Paket Sembako Dan Masker Ke Warga

Tuban – Kegiatan bakti sosial untuk memperingati HUT BNI ke 74, BNI Tuban membagikan 600...

31 Juli 2020, 21:23 WIB

PT. Semen Indonesia Pabrik Tuban Salurkan 31 Ekor Sapi Ke Pemkab Tuban 

Tuban – Kepala Biro Humas dan CSR PT. Semen Indonesia (SI) Tbk Pabrik Tuban, Setiawan...

30 Juli 2020, 22:48 WIB

Komandan Puslatpurmar 9 Animha Tuban Bantu Evakuasi Warga Korban Gelombang Tinggi Di Bancar

Tuban – Dampak gelombang tinggi di perairan laut Jawa mengakibatkan beberapa rumah nelayan di daerah...

12 Juli 2020, 13:16 WIB

Setiajit Bakal Bagikan 350 Ribu Masker Di Tuban

Tuban – Sebagai anggota Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Provinsi Jawa Timur, Setiajit terus berupaya...

11 Juli 2020, 23:01 WIB

SIG Terapkan Teknik Reklamasi Sistem Baru di Lahan Pascatambang Pabrik Tuban

Tuban – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) berkomitmen selalu menjaga kelestarian alam dalam menjalankan...

10 Juli 2020, 17:44 WIB

loading...