Jumat, 19 Juli 2019 - 19:41 WIB

Bambang Haryo, Anggota Komisi V DPR-RI

Bambang Haryo, Anggota Komisi V DPR-RI

Berpihak Kapitalis, Bambang Haryo Kritik Kebijakan BBM B30

Jakarta – Anggota Komisi V DPR-RI Bambang Haryo Soekartono, mengkritik kebijakan pemerintah yang akan memberlakukan BBM Biodiesel B30 dengan dalih subtitusi impor.

Menurut Bambang, kebijakan pemerintah itu hanya tipu muslihat dan tidak mendasar, karena saat ini Indonesia baru diberlakukan BBM B20.

“Ini adalah yang pertama di Dunia, karena semua negara di Dunia hanya menggunakan B5,B7, sampai dengan B10, seperti misalnya Kanada, Malaysia, Argentia,India dan Australia”Ungkap Bambang, via selulernya kepada deliknews.com, Jumat (19/7).

Bambang melanjutkan bahwa dampak Multiplayer effect kenaikan biodiesel diatas 10% berakibat fatal terhadap semua mesin-mesin industri dan transportasi karena minyak biodiesel diatas 10% merusak mesin.

“Bisa terjadi ruang bakar kotor, saringan dan injector cepat rusak, mesin panas dan lainnya sehingga akan berpengaruh terhadap ekonomi Indonesia secara keseluruhan”Kata Bambang.

Selain itu, kata Anggota DPR-RI yang disebut-sebut berpotensi untuk menjadi Walikota Surabaya ini, bahwa subtitusi impor yang dikatakan berpengaruh besar, kenyataanya sangat kecil karena solar adalah bagian kecil dari impor migas, yakni hanya 4,6 juta ton per tahun, sedangkan total migas 50,4 juta ton per tahun.

Bambang menambahkan, Impor migas kita pun hanya 15% dari impor non-migas dimana impor non-migas tahun 2018 sebesar 29.868 juta USD, jadi subtitusi biodiesel B20, B30 dan B100 pun tidak akan berdampak signifikan terhadap nilai impor Indonesia, tetapi justru akan menghancurkan.

Bambang pun menduga, kebijakan pemberlakuan Biodiesel B30 persen itu, Pemerintah terkesan berpihak pada Kapitalis tanpa mementingkan masyarakat secara luas termasuk kesalamatannya. Demikian Bambang Haryo.

(gun)

Artikel ini telah dibaca 9867 kali

loading...
Baca Lainnya

Hoax Mengancam Kemajuan Bangsa

Oleh: Bayu Anggriawan Hoax mengancam upaya menuju kemajuan bangsa di tengah persaingan global, menurut kepolisian...

19 November 2019, 15:36 WIB

Tokoh Masyarakat Diimbau Hindari Pernyataan Kontroversial

Oleh : Alfisyah Kumalasari Sukmawati kembali menuai kontroversi. Kali ini, Sukmawati dianggap menistakan agama karena...

19 November 2019, 15:01 WIB

Peran Vital Media Ciptakan Optimisme Sukseskan Program Kabinet Indonesia Maju

Oleh : Siska Amelia (Eksponen Forum Jurnalis Pesantren ) Saat ini Indonesia tengah menghadapi abad...

19 November 2019, 14:29 WIB

Bersama Insan Media, KMI Adakan Diskusi Tantangan Memberantas Hoax dan Radikalisme Pada Pemerintahan Jilid 2 Jokowi

Kaukus Muda Indonesia (KMI) mengatakan pemerintahan Jokowi telah menunjukkan keberhasilannya dalam pembangunan dan upaya mengurangi...

18 November 2019, 21:21 WIB

Menepis Isu Pencekalan Habib Rizieq

Oleh : Muhammad Zaki Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq mengeluarkan pernyataan kontroversial jelang...

18 November 2019, 16:02 WIB

Aparat Kantongi Nama Pelaku Pembongkar Portal Sungai Turi

TANGERANG – Portal dan barrier Jalan Sungai Turi di Desa Laksana, Kecamatan Pakuhaji Kabupaten Tangerang...

17 November 2019, 23:45 WIB

loading...