Jumat, 19 Juli 2019 - 08:59 WIB

Pasien BPJS Kesehatan bersama Staf Pelayanan RS Ngudi Waluyo Wlingi/Blitar saat melakukan pengambilan resep. Jumat (19/7/2019) foto by Bang Jun.

Pasien BPJS Kesehatan bersama Staf Pelayanan RS Ngudi Waluyo Wlingi/Blitar saat melakukan pengambilan resep. Jumat (19/7/2019) foto by Bang Jun.

Defisit BPJS Kesehatan, Tidak Pengaruhi Klaim dan Penurunan Kelas RSUD Ngudi Waluyo Blitar

Blitar.deliknews – Walapun adanya defisit anggaran yang dialami pada BPJS Kesehatan, RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, Blitar tidak terkena imbasnya. Artinya pemberlakuan klaim serta kelas tetap seperti semula.

Hal itu disampaikan Direktur RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, Kabupaten Blitar, dr. Endah Woro Utami, Jumat (19/7/2019) saat ditemui deliknews di ruang kerjanya.

“Pemangkasan biaya klaim sebenarnya tidak harus terjadi, selama Rumah Sakit (RS) tersebut telah memenuhi ketentuan persyatatan proses klaim,” kata Woro.

Ia juga mengatakan, kalau pihaknya
selama ini tidak mengalami kesulitan jika melakukan pengeklaiman ke pihak BPJS Kesehatan dan berapapun jumlahnya.

“Jumlah klaim tergantung bagaimana RS melakukan penyelesaian persyaratan dan kecepatan sesuai dengan pelayanan yang dilakukan,” imbuh Direktur RSUD Ngudi Waluyo yang baru sebulan dilantik itu.

RS Ngudi Waluyo Wlingi merupakan rumah sakit kelas B Pendidikan, dimana lembaga ini merupakan sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Pemerintah Kabupaten Blitar.

Sedangkan adanya defisit BPJS Kesehatan itu tidak berpengaruh pada penurunan kelas rumah sakit Ngudi Waluyo itu sendiri.

“Kelas RS menjadi salah satu dasar jumlah klaim per kasus yang ada. Sedangkan Penentuan kelas RS menjadi kewenangan Kementrian Kesehatan,” tutur woro

Woro menambahkan, untuk penentuan kelas itu juga dilihat dari seberapa jauh sarana dan prasarana yang dimiliki rumah sakit itu untuk memenuhi persyaratan penentuan kelas.

Disamping itu, juga dilihat dari Sumber Daya Manusia (SDM) meliputi dokter, perawat, administratur, begitu juga jenis pelayanan.

“Proses verifikasi kelas RS bukan menjadi keputusan pihak BPJS. Jadi, RS harus berjuang bagaimana memenuhi persyaratan kelas RS, dari segi SDM, Sarana prasarana dan jenis pelayanan,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 23536 kali

loading...
Baca Lainnya

SIG Kerjasama dengan Balitjestro Budidayakan Tanaman Buah di Lahan Green Belt Pabrik Tuban

Tuban – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) bekerjasama dengan Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan...

28 September 2020, 15:50 WIB

KPU Tuban Tetapkan Nomor Urut Paslon Bupati – Wabup

Tuban – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tuban menggelar Launching dan Pengambilan Nomor Urut Pasangan...

24 September 2020, 21:32 WIB

Bantu UMKM Klaster Perikanan Untuk Berkembang, SIG Berikan Bantuan Modal dan Pendampingan

Tuban – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) terus berupaya meningkatkan kemandirian dan pengembangan usaha...

19 September 2020, 03:28 WIB

Bupati Tuban Perpanjangan Pembatasan Jam Malam

Tuban – Bupati Tuban, H Fathul Huda, memperpanjang pembatasan jam malam di seluruh wilayah Bumi...

15 September 2020, 20:39 WIB

Pengurus Pusat KBPPAL Harus Bisa Bersinergi Dengan Mabes TNI AL

Surabaya – Kopdar kecil-kecilan para inisiator KBPPAL (Keluarga Besar Putra Putri Angkatan Laut) dari Jakarta,...

13 September 2020, 21:48 WIB

HUT FKPPI ke 42, Anggota PD XIII FKPPI Jatim Menggelar Donor Darah

Surabaya – Untuk menyambut HUT FKPPI ke-42, Pengurus PC 1330 KB FKPPI Surabaya menggelar bhakti...

13 September 2020, 12:49 WIB

loading...